
Indri bertubi-tubi mengirim pesan pada Dika.
Mulai dari pesan bertanya dimana, minta Dika untuk datang ke polres. Juga minta Dika untuk ikut menjaminnya.
Hingga pesan ancaman akan menyeret Dika dalam kasus perencanaan untuk mencelakai seseorang.
Bahkan akan mengatakan kasus pelecehan hingga dia punya anak dari Dika.
Tapi pesan Indri tidak satupun terbaca oleh Dika.
Karena ponsel Dika di sita oleh Gita. Dan di berikan ke asisten Dika saat Dika baru saja berangkat ke pulau K.
Asiten Dikapun menyimpan ponsel milik bosnya di kamar
bosnya di apartemen.
Dika disuruh membeli ponsel di pukau k saja. Untuk fasilitas disana. Karena asistennya tadi juga tidak tahu kalau bosnya tidak membawa ponsel.
"Awas saja kamu Dika, kalau tidak menemui ku". geram Indri.
Indri seharian ini bisa beristirahat tenang. Tidak ada pemeriksaan. Dan juga tidak takut jika ada preman bayaran untuk mengauli tahanan wanita.
"Indri. Ini makan siang kamu". Ujar Salah satu petugas penjaga sel wanita.
__ADS_1
Dia meletakan di depan sel indri. Indri sedikit tidak tertarik dengan makanan jatah dari penjara.
"Ini di belikan si intel!". Teriak penjaga itu.
Karena indri tidak merespon.
Saat mendengar kiriman dari intel yang dia layani semalam. Indri bangkit. Untuk mengambil makanan untuk nya.
"Kamu hebat, dapat jaminan. Tidak seperti yang tinggal di sebelah kemaren. Tapi ternyata dia...".
"Oh ya pak. Bagaimana keadaan wanita itu pak. Sepertinya wanita itu salah sasaran oleh polisi yang membawanya kemaren". potong indri.
Karena dia tahu, dari pembicaraan dengan wanita itu yang terkapar habis di perkosa beramai-ramai dalam sel.
"Iya. Salah sasaran. Ternyata wanita yang kemaren hanya pelampiasan istri polisi itu.
Polisi itu menceritakan yang dia tahu. Dan indri juga mendengar cerita yang sama dengan yang diucapkan polisi itu.
"Tapi sayangnya nyawa wanita itu tidak tertolong saat dibawa jerumah sakit. meninggal di perjalanan.
Sekarang malah istrinya itu yang dia tuntut balik. Karena sudah memfitnah wanita kemaren.
Dan polisi teman kami sangat menyesal. Tidak tahu kalau wanita yang di fitnah istrinya itu adalah saudara jauhnya.
__ADS_1
Dia hanya termakan hasutan istrinya yang dendam pada wanita itu. Tanpa melihat siap yang jadi tujuan dari dendam istrinya". Jelas polisi itu.
Indri paham. Kedepannya mungkin dia harus berfikir sebelum bertindak.
Coba kalau dia mensyukuri dan mrnjalani pernikahannya kemaren. Punya suami yang baik, tidak mempermasalahkan tentang dia tidak perawan dan tidak di ketahui telah hamil juga.
Bahkan anak yang dia kandungpun di terima karena tidak tahu. Semua terbongkar karena kecerobohan dan nafsunya. Yang suka bertualang mencari kepuasan.
Baik dengan Dika, maupun dengan pria lain.
"Makanlah, nanti sel kamu gelap, dan susah untuk makan". Perintah polisi itu.
"Baik pak. Terima kasih". Ujar Indri.
Dia sedikit heran. Polisi yang semenjak dia di tahan di sel ini. kemaren mereka seolah cuek dan seolah tidak mendengar rintihan tahanan wanita yang di perkosa beramai-ramai.
Tapi sekarang dia dilayani untuk bertanya. Bahkan diingatkan untuk segera makan.
Mungkin dia sekarang dil indungi oleh intel itu.
"Dia bilang dia bukan polisi. Tapi polisi disini patuh pada perintahnya.
Aku harus ambil hatinya. Untuk bisa membebaskan aku dari jeratan hukum". Gumam Indri.
__ADS_1
Seperti mendapat petunjuk. Agar dia bersikap baik pada intel itu.
.