Bukan Aku Merampas Dia

Bukan Aku Merampas Dia
Curahan Hati Gita


__ADS_3

Sepulang dari kantor pengadilan agama Guntur dan Gita sore itu langsung pulang kerumah orang tua Guntur. Kekota sebelah.


Merekapun sudah sholat ashar di mesjid tadi.


Mertuanya waktu itu memasukan berkasnya di kota tempat tinggal gita waktu masih dikota ini.


Makanya tadi pagi setelah beristirahat sebentar sepulang Guntur dinas malam. mereka pergi mengurus berkas tersebut.


"Apartemenku di gedung itu bang. Mungkin sebaiknya kita tinggal disana. Agar tidak jauh dari tempat kerja abang". Ujar Gita saat melewati jalan tempat apartemen gita berada.


"Kita lihat nanti lah. Mau tinggal di apartemen atau asrama.


Kalau mau tinggal di asrama kita harus menikah secara negara dan kedinasan dulu.


Tapi siapkan berkasnya, Selesai berkas kamu di pengadilan agama, dan ganti ktp. Baru kita bisa pengajuan pernikahan.


Jadi untuk sementara kita tempat mama dulu". Ujar Guntur.


"Kalau abang tidak keberatan, kita tinggal di apartemen. Sebab Papa minta aku untuk masuk ke perusahaan papa yang ada di kota ini". Ucap Gita.


"Boleh juga. Tapi kalau kamu mulai bekerja, jangan terlalu sibuk. Aku tidak ingin kamu terlalu banyak waktunya tersita untuk bekerja.


Kalau kamu tidak keberatan, kita rencanakan program anak. Aku ingin punya anak segera". Ucap Guntur.


Gita sedikit risih kalau Guntur menyinggung tentang anak. Karena di pernikahannya pertama dia belum dikaruniau anak.


Pada pernikahan terdahulu dia dua tahun menikah, tapi belum hamil. Aktifitas ranjangnya dengan almarhum suaminya sangat lancar dan rutin. Tapi belum sekalipun hamil. Apalagi telat.


"Bang. Jangan marah ya. Kalau aku mau sedikit bercerita. Mungkin agak sensitif". Ucap Gita akhirnya.


Setelah diam beberapa saat. Dia harus menceritakan dari awal..Agar kedepannya tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.


"Boleh. Aku mau dengar!. Kita bicara santai di sana". Tunjuk Guntur pada taman kota.


"Apa kita ke cafe depan sana saja?!". Tambah guntur lagi.


"Tidak. Aku cuma mau cerita tentang aku. Dirumah nanti juga boleh.


Tapi abang jangan marah ya. Dan abang juga boleh mundur sebelum semua telat". Ucap Gita melihat kearah suaminya yang sedang mengemudi.


"Marah kenapa?. Berbicara saja belum". Ucap Guntur tersenyum.

__ADS_1


Sambil terus mengemudikan mobilnya.


"Khem.. Kita bicara dirumah saja bang. Abang harus konsentrasi mengemudi..dan harus didiskusikan setelahnya.


Biar tidak ada kesalah pahaman dan penyesalan nanti". Ucap Gita.


Karena yang akan dia bicarakan agak sensitif. Masalah kelanjutan pernikahannya. Lebih tepatnya Anak.


"Jangan bikin penasaran ya sayang. Kalau begini aku tambah tidak konsentrasi mengemudinya ". Jawab Guntur.


"Sabar bang. Tunggu dirumah kita bicara. Kan abang tidak dinas malam ini. Kita bisa bicara dan diskusi nanti". Ucap Gita.


"Ok sayang". Jawab Guntur.


Dia mengemudikam mobilnya menuju rumah. Yang tidak lama lagi sampai.


Selesai makan malam Guntur langsung mengajak gita kekamar nya yang berada di lantai atas.


Gita sudah pindah kekamar Guntur setelah mereka sah menjadi suami istri.


"Ayo cerita sayang. Aku mau dengar yang ingin kamu ucapkan". Ucap Guntur.


Mereka juga sudah melaksanakan sholat isya.


Guntur mengajak istrinya duduk di sofa yang ada di kamarnya. Biar istrinya santai bercerita.


Hhff. Gita menaik nafas pelan. Agar dia bisa mengungkapkan semua yang dia rasakan.


Dan ingin mendengar tanggapan suaminya setelah mendengar semua.


"Abang jangan potong ucapanku nanti ya. Aku ingin abang dengar semua yang aku rasakan selama ini. Dan semua rahasia yang hanya aku yang tahu". Ujar Gita pada Guntur.


"Baik. Aku dengarkan semua". Jawab Guntur.


"Pernikahan pertamaku kemaren dengan almarhum suami berjalan dua tahun. Dan selama dua tahun itu aku belum pernah hamil. Apalagi telat". Ucap Gita hati-hati. Takut suaminya marah.


Guntur mendengar ucapan Gita. Yang mengungkit pernikahannya yang lalu.


"Padahal aktifitas ranjang sangat normal. Dan tidak ada yang kurang. Tapi tidak sekalipun ada bibit yang menyangkut dirahimku.


Maaf. Aku membicarakan yang lalu. Tapi ini untuk gambaran saja". Tambah Gita.

__ADS_1


Guntur masih mendengar ucapan istrinya. Menilai apa gita mem bandingkan aktifitas ranjang antara kedua suaminya.


Pernikahan mereka sudah seminggu, dan aktifitas ranjang mereka normal dan malah rutin tiap hari. biasa, penganten baru. Apalagi Guntur, yang sudah satu tahun tidak melakukannya.


"Entah siapa yang salah diantara kami. Aku tidak pernah hamil. Almarhum juga tidak pernah menuntut, apalagi mengungkit tentang anak.


Membuat aku sedikit santai memikirkannya. Dan juga kami baru dua tahun menikah. Masih sabar berusaha dan berdo'a". Ucap gita. Sambil menarik nafas lagi dengan pelan.


"Tapi. Ini malah jadi penyakit. Santai dan rasa percayaku yang tinggi pada almarhum membuat aku tidak memikirkan perihal anak waktu itu. berfikir positif saja. Belum rezeki.


Dan. Ternyata semua yang tidak kuduga terbuka saat almarhum sudah tiada.


Aku tahu rahasia yang tersimpan rapi olehnya saat dia baru saja meningga. saat kecelakaan itu.


Almarhum ternyata selingkuh. Dia selingkuh dengan teman kerjanya.


Sore itu mereka akan menikah secara siri. Ķarena sang wanita sedang hamil. Dan almarhum sangat senang karena akan punya anak, sebagai penerus keluarga".


Gita menarik nafas lagi, karena dadanya terasa sesak. Mengingat tentang pengkianatan suaminya.


"Aku sangat hancur. Suami yang aku percaya sangat perhatian dan sayang padaku. Ternyata bermain api.


Dan tidak ada yang berubah dari nya selama ini. Hanya tiap minggu dia bilang sibuk dengan klub olah raga dan grup motornya.


Ternyata hampir tiap hari mereka ngamar setiap istirahat siang. almarhum menyewa apartemen dekat kantor agar bisa istirahat berdua.


Entah disa dan karma mereka, sebelum pernikahan itu terjadi. Motor yang mereka pakai pergi untuk melaksanakan pernikahan siri malah kecelakaan.


Dan almarhum pergi untuk selamanya. Juga kehamilan wanita itu tidak terselamatkan". Cerita Gita pada Guntur.


Gita memandang suaminya. Melihat reaksi guntur dengan ceritanya.


"Hhhff.


Abang bisa berkesimpulan. Kalau dalam hal ini mungkin aku yang tidak bisa punya anak.


Sebab almarhum malah bisa menghamili wanita lain. Padahal mereka baru selingkuh empat bulan". Ujar Gita.


Mereka saling pandang. Apapun keputusan Guntur, akan dia terima.


.

__ADS_1


.


__ADS_2