
"Astaghfirullah.."
Gita kaget, ternyata dia sedang berada di dalam pelukan seorang laki-laki. Dan jilbabnyapun sudah terlepas. Kapan terbukanya.
Pagi itu Gita duluan terbangun.
Dia mendorong kasar tubuh tersebut. Tapi pelukan malah semakin erat.
"Sayang. Aku masih mengantuk". Gumamnya.
Gita terdiam. Berfikir. Dan melihat keatas kepala tempat tidurnya.
"Kamar pengantin?. Apa aku sedang bermimpi?". Pikirnya.
Kenapa dia berada di sini.
Dan.
Samar teringat. pernikahannya yang dilangsungkan semalam. Dengan seorang.
Ya. Dia sudah menikah. Dan dia sedang berada dalam pelukan suaminya. Guntur.
"Bang. Bangun. Sudah hampir subuh.
Nanti telat pergi Dinas". Ucap Gita.
Membangunkan suaminya.
"Iya. Sebentar lagi sayang. Lima menit". Guntur malah mengeratkan pelukannya.
"Bang". Ujar gita.
Setelah beberapa saat didekap suaminya itu.
Cup. Guntur mencium kening Gita.
"Selamat pagi istriku". Ucap Guntur.
Membuat Gita kaget. Karena tiba- tiba di kecup dan rambutnya di elus.
"Nyenyak rasanya tidurku di temani istri tercintaku". Tambahnya.
Gita berusaha bangkit dari tidurnya, ingin kekamar mandi. Untuk mandi dan berwudhu.
__ADS_1
Gita sudah biasa mandi subuh.
"Kita sholat jamaah. Tunggu aku".ucap Guntur.
Gita melihat tempat tidurnya sudah rapi, ternyata sudah dirapikan oleh suaminya.
Maka Gita mengelar sajadah untuk melaksanakan sholat subuh berjamaah.
Dan setelah sholat subuh, mereka bersiap untuk pergi. Karena Guntur dinas pagi. Dan perjalanan akan lebih satu jam.
Mereka sarapan dimobil saja.
Guntur harus sampai di tempat kerjanya kurang pukul tujuh. Sebagai polisi lalu lintas Guntur akan mulai dinas pukul tujuh. Kadang juga setengah tujuh sudah siap jika ada tamu tertentu.
Dan nanti Gita akan kerumah orang tua guntur saja.
Tadi saat di mobil Gita menolak untuk menunggu di restoran bebek. Akan membosankan jika berada di sana seharian, tanpa mengerjakan apa.
Hingga guntur mengantar Gita kerumah irang tuanya, dan menganti mobil dengan motor yang biasa dia pakai.
.
Sudah seminggu Gita dan Guntur menikah. Dab seminggu itu juga Andika kalang kabut mencari Gita.
Berniat mencari tahu dari Dian, malah Dian nemanfaatkan Dika.
Seminggu yang lalu.
"Aku bisa bantu. Tapi pak Dika harus janji. Untuk memberiku bonus". Tawar Dian.
"Ok. Tapi kamu harus memberikan info yang akurat. Dimana rumah orang tua Gita". Jawab Dika.
"Sip. Hari minggu aku kabarkan. Karena mantan mertuanya Gita sedang keluar kota.
Dan selama seminggu ini aku ingin pak Dika menemani tidurku. Aku butuh uang". Nego Dian.
Maka, selama seminggu ini Dika mendatangi rumah dian saat istirahat siang. Untuk ... dan memberi Dian sejumlah uang.
Dan tadi. Setelah satu minggu Dika dan Dian bersama. Dika minta alamat orang tua Gita. Dian malah memberikan alamat mantan mertuanya Gita, yang berada di dekat perumahan Dian.
Dan mebyuruh Dika sendiri yang bertanya.
"Kenapa bukan kamu yang bertanya. Kan minggu lalu kamu bilang kalau kamu yang akan minta pada mereka". omel Dika.
__ADS_1
"Aku...".
"Pokoknya kamu minta sekarang. Jika kamu tidak mendapatkannya, akan aku laporkan ke polisi. Atas tindakan penipuan". Ucap Dika memasang kembali bajunya.
Mereka baru saja melakukan olah raga ranjang tengah hari bolong. Karena hari ini hari yang di janjikan Dian memberikan alamat Gita, yang akan Diminta pada mantan orang tua selingkuhan nya.
Tapi. Dian belum memintanya. Membuat Dika marah. Dan nengancam Dian.
"Nanti sore harus ada alamatnya. Akan aku jemput sepulang dari kantor". Ujar Dika keluar dari kamar dian.
Tempat seminggu ini Dian dan Dika menghabiskan istirahat siangnya. Dengan berolah raga ranjang.
"Ah... Dika...". Teriak Dian.
Dika keluar rumah itu dan melajukan mobilnya ke kantor dengan ugal-ugalan. karena merasa di tipu Dian.
"Brengsek Dian itu". Omel Dika saat baru memasuki ruang kerjanya.
"Ada apa bos". Tanya sang asisten heran.
Dika memasuki ruangan dengan wajah dan pakaian kusut. Karena..
"Bos. Kok wajahnya kusut. Dan .. Bau...
Belum mandi ya, habis celap celup. Kusut begitu". Ucap sang asisten.
"Belum mandi. Kesal aku sama Dian. Sudah semiggu aku.. Ah, malah tidak ada hasil". Omel Dika.
"Tapi kan bos puas dengan layanannya. Bikin candu mungkin". Ucap sang asisten.
Dika hanya diam, dan mengacak kasar rambutnya.
"Mandi dulu bos. Biar tubuh dan otaknya segar". Ucap Sang asisten.
Dika dengan malas memasuki ruang istirahatnya yang ada di ruang kerjanya.
"Ingatkan aku sore nanti minta alamat kerumah Dian". Ucap Dika.
Pada sang asisten. Sebelum memasuki ruang istirahatnya.
'Ih si bos.masih ngebet sama bu Gita. Cari yang lain lah bos'. Ucap sang asisten dalam hati.
Karena tidak tahu lagi kemana mencari alamat nya.
__ADS_1
.
.