
"Yang dikaki sudah boleh di buka semennya. Tapi harus tetap di lilit. Biar tidak bergeser dan bergerak aman". Ujar dokter yang menangani guntur.
Ya. Sudah lebih sebulan semenjak kecelakaan, tangan dan kaki yang cedera sudah mulai membaik
Tinggal penyembuhan saja.
Pagi tadi setelah absen di kantor, guntur pergi periksa rutin kerumah sakit. Dan dia senang, semen di kakinya sudah boleh di buka, dan di ganti kain elastis yang biasa di pakai untuk patah tulang atau sendi bergeser.
"Yang tangan kapan di buka dok, biar pakai kain seperti ini?". tanya Guntur.
Setelah dokter menganti semen keras di kakinya dengan gip.
"Minggu depan juga boleh. Kita lihat perkembangannya dulu.
Sebab yang di tangan agak parah patahnya.
Tapi tadi hasil ronsennya bagus dan mudah-mudahan minggu depan sudah bisa ganti". Jawab dokter.
"Sekarang saja dok". Tawar Guntur.
Karena dia sudah merasa berat dengan balok yang menempel di siku hingga pegelangan tangannya.
Sebenarnya medis sekarang tidak banyak mengunakan semen patah tulang lagi. Cukup pakai grip elastis saja.
Tapi waktu itu, guntur yang patah pegelangan tangan dan tulang paha yang retak karena tertimpa motor, tidak mau di rawat di rumah sakit. Maunya dirawat di rumah.
Makanya dokter berinisiatif memasang semen medis. Sebab di rumah pasti dia tidak banyak diam dan dokter juga tidak menjaganya penuh seharian
hanya datang setiap siang saja untuk periksa.
"Kenapa?". Tanya Dokter.
Guntur hanya tersenyum melihat kearah dokter.
"Beri alasan yang jelas lah. Mungkin bisa aku pertimbangkan". Ujar dokter itu.
"Ah dokter. Masa tidak mengerti". Elak Guntur.
__ADS_1
Dokter mengeleng, tanda tidak mengerti.
"Dokter tidak peka soal bapak- bapak. payah. Sudah sebulan aku tidak mandi besar dok. Gara-gara semen ini". Ujar Guntur manyun.
Menunjuk lilitan keras pada tangannya.
"Haha... Ha....".
Tawa dokter itu pecah. Mendengar ucapan Guntur. Paham maksud pasiennya itu.
"Harus sabar sampai sembuh pak. Aku lihat istrimu sedang hamil muda. puasa dulu..
Ha.. Ha...". Ujar dokter itu.
Gita jadi malu dengan tingkah dan ucapan suaminya itu. juga paham maksud ucapannya. dia mencubit pinggang suaminya. Hingga Guntur mengaduh kesakitan.
"Sudah sebulan dok". Ujar Guntur meringis.
Juga tersenyum pada istrinya.
"Bisa lama sembuhnya nanti, jika kamu sering mandi besar". Elak Dokter itu, terus tertawa.
Aduh sayang. Sakit!". Ujar Guntur saat sekali lagi di cubit istrinya.
"Ha.. Ha....
Baik baik....
Aku akan buka semennya. Tapi jika lama sembuhnya aku tidak bertanggung jawab". Ujar Dokter mengalah.
"Mudah-mudahan tidak aoa dokter. Aku akan berusaha untuk hati-hati". Jawab Guntur senang. karena...
"Jangan ngebut, hati-hati jika...".
"Iya dok. Buka saja ini cepat". Potong Guntur.
"Wah.. Sudah tidak sabar bapak yang satu ini". Canda dokter itu.
__ADS_1
Mulai membuka balutan keras yang melilit tanggan Guntur. di bantu seorang perawat yang tadi juga sudah membuka yang di kaki.
Untung dokternya adalah kenalan mereka, dan mungkin umurnya tidak jauh berbeda juga dari Guntur.
Tidak sampai lima belas menit, balutan keras di tangan Guntur sudah lepas.
Setelah tangan yang tertutup semen terbuka. Lalu di cuci dan di bersihkan, maka diganti lilitan tangan dengan gip, kain elastis yang melilit.
"Senang rasanya sudah bebas. Tidak berat lagi". Ujar guntur mengelus tangannya yang terlilit.
"Jangan senang dulu. Kamu harus hati-hati bergerak. Dan tidak boleh menahan atau menggangkat sesuatu". Oesan Dokter.
"Baik dok. Aku akan ingat". Ujar Guntur.
Dia sangat bersemangat, karena kaki dan tangannya tidak berat lagi, efek pakai semen medis.
Sementara itu, Indri yang subuh tadi di tangkap polisi sedang berada di ruang periksa.
Dia di tangkap setelah beberapa bulan di intai oleh polisi. Karena kasusnya sebagai kaki tangan seorang gembong narkoba.
Dia yang sudah beberapa kali mengantar narkoba, dan berhasil lolos.
Tapi bukan polisi tidak tahu, polisi ingin menangkap ketua besar, dan membiarkan Indri untuk pancingan.
Dan waktu penangkapan besar besaran waktu itu, indri bukan berhasil lolos, tapi memang sengaja dilepas, seolah-olah bisa meloloskan diri.
Dan karena Indri Ingin berlindung untuk menjadi istri guntur kembali. Agar dia tidak bisa di tangkap oleh polisi dan juga oleh gembong narkoba tersebut.
Ketua mafia narkoba itu tidak ingin Indri membocorkan rahasianya. Sebab Indri tahu beberapa transaksi yang sedang di rencanakan beberapa bulan kedepan.
Tapi, beberapa hari yang lalu, ketua mafia itu tertangkap, juga beberapa anak buahnya.
Begitu juga dengan Indri, dia semalam di tangkap di apartemennya lalu di gelandang polisi menuju kantor polisi.
Dia sedang di interogasi polisi mengenai keterlibatannya dalam kasus barang haram itu.
.
__ADS_1
.
.