
Sesuai dengan rencana keluarga Gita dan Guntur, acara selamatan pernikahan mereka diadakan awal bulan.
Dan tepat setelah sekitar delapan bulan masa iddah Gita, dan akad nikah mereka.
Dan sebelas bulan semenjak almarhum suaminya meninggal.
Acara syukuran baru terlaksana, karena banyak prosedur yang dilalui.
Mulai dari menyelesaikan berkas jandanya Gita, juga proses di intansi pekerjaan Guntur.
"Selamat ya Gita, Guntur.
"Sakinah mawaddah Warrohmah
"Semoga cepat diberi momongan.
Banyak lagi ucapan dari keluarga, kerabar, teman dan rekan mereka. Tidak lupa juga atasan Guntur datang keacara syukuran pernikahan mereka.
Acara tadi diawali dengan penyambutan kedua pengantin memasuki aula gedung dengan sambutan acara pedang pora dari para rekan kerja Guntur.
Semua yang hadir di syukuran Gita dan Guntur sangat berkesan. Selain acaranya di aula green house, semua tamu juga banyak yang berkeliling taman.
Banyak spot foto dan tempat bermain bagi keluarga yang datang.
Mereka yang datang tidak hanya disuguhi acara dan menu syukuran. Tapi juga bisa sambil berkeliling taman.
"Katanya tidak banyak mengundang tamu. Kok sampai sore masih banyak yang datang". Ujar Gita.
Dia sudah capek berdiri di pelaminan mini yang berhias bunga. Menerima ucapan salam dan berfoto.
Walau katanya hanya acara syukuran kecil, tapi dengan ramainya tamu sudah menampak kan sebuah pesta.
Acaranya memang mengunakan jasa orgen atau mengundang artis untuk bernyanyi. Hanya menyetel musik lembut yang di putar dari speker, hingga suasana pesta santai dan berkesan.
__ADS_1
"Iya lah sayang. Keluarga besar kita kan rame. Mereka pasti juga senang dan bahagia menghadiri acara syukuran kita.
Acara kita cuma sampai pukul enam sore. tidak sampai malam.
Sebentar lagi juga selesai kok". Ujar Guntur.
Menghibur istrinya yang tentu saja sudah capek berdiri dari tadi. Walaupun mereka tidak memakai pakaian pengantin yang ribet.
Hanya mengunakan gaun pengantin, Tapi tetap capek berdiri di pelaminan karena menggunakan high heels.
Mereka hanya istirahat saat makan siang dan sholat Zuhur saja tadi.
Semua keluarga sangat bahagia. Apalagi keluarga besar Guntur. Mereka sangat senang anak keponakan mereka menikah secepatnya.
Mereka tahu Guntur dan orang tuanya kecewa dengan peenikahan pertama Guntur yang kandas karana istrinya berulah.
Apalagi beberapa keluarga dan kerabat Guntur juga mengenal keluarga Gita. Katena papa Guntur dan Gita bertemam dari masa sekolahan.
Juga. Nenek dari pihak papa Guntur tinggal masih dalam satu kecamatan. dan saling kenal satu sama lain.
Karena keluar masuk mobil dari parkiran green house.
Walau tidak di jalan besar dan jalan utama. Tapi jalannya penghubung antar jalan utama. Hingga ramai mobil melewati jalan ini.
"Tumben jalanan di sini ramai dan macet". Ujar Dika.
Dika yang biasa lewat jalan ini setiap pulang pergi bekerja merasa jalan ini sedikit padat, dan macet.
"Iya bos. Padahal bukan akhir pekan atau libur untuk berkunjung ke taman green house Mermaid". Jawab si asisten.
Mereka melihat parkiran green house yang padat dengan mobil pribadi yang parkir. Dan keluar masuk mobil yang akan berkunjung.
Hingga mobil yang asisten Dika merayap pelan berusaha melewati keramaian mobil.
__ADS_1
"Oo ada pesta pernikahan di taman itu bos. banyak bunga papan ucapan selamat berjejer". Ujar si asisten.
Dika melihat sekilas saja keluar mobil. Memang banyak bunga papan yang terpajang.
"Pasti anak pengusaha atau pejabat yang menikah bos. Banyak sekali jejeran bunga papannya". tambah si asisten.
Bagaimana tidak, bunga papan berjejer di kiri kanan jalan depan taman itu. Bahkan memenuhi jalan cukup panjang.
Dika menyetujui ucapan asisten nya. Melihat banyaknya bunga papan ucapan selamat. Tentu yang punya pesta seorang pengusaha atau pejabat.
Anggita dan Guntur
Nama penganten yang tertulis di bunga papan itu.
Walau Dika dan sang asisten beberapa kali sudah mengeja nama pengantin yang tertulis di papan bunga. Tapi Dika tidak berfikir kalau Gita yang sedang dia cari yang menikah.
Nama Anggita sangat pasaran. Ramai yang menggunakan nama itu.
Apalagi dia berpendapat kalau keluarga gita tidak mungkin akan mengadakan pesta di kota ini.
Juga, tidak mungkin Gita menikah secepat ini.
Dia masih yakin Gita hamil anaknya. Dan menunggu kabar dari yayasan kapan mereka menerima anak yang akan di titipkan.
"Anggita.
Namanya sama dengan bu Gita ya bos". Ujar si asisten.
"Ramai yang memakai nama Anggita. Bukan dia saja". Balas Dika kesal.
Menolak tegas ucapan si asisten.
.
__ADS_1
.