Bukan Aku Merampas Dia

Bukan Aku Merampas Dia
Saling Terbuka


__ADS_3

Lama bang Guntur mengenggam jemariku, dan sesekali menciumi nya. membuat desir halus di dadaku.


Air matalu juga sudah tidak mebetes lagi.


"Sebaiknya kita sholat magrib dulu! sudah azan!". ucapnya.


Aku mengangguk.


"Selesai sholat kita lanjut bicara lagi. Kita bisa menceritakan semua masalah yang sedang menganjal dihati kita.


Agar hati kita bisa menerima kekurangan yang ada di diri kita dan calon pasangan kita!". ujarnya.


"Baik bang!". ucapku.


Melepas gengamannya. tapi dia terlebih dahulu membawa jemariku untuk di kecupnya.


"Izinkan aku untuk menjadi imam kamu dan juga mendampingi kamu!". ucapnya.


"Inshaa allah!". jawabku.


"Khemm.


kita sholat di mesjid seberang sana!. tapi jalan kaki saja". tunjuk bang Guntur kerarah mesjid di seberang jalan, samping mini market.


"Baik bang!". ucapku.


Lebih dulu turun dari mobil. dan kami beriringan berjalan menuju mesjid.


Aku yang tidak mau kena fitnah. karena berjalan berdua, memilih untuk berjalan berjarak dan agak dibelakang bang guntur.


"Kenapa jalannya jauhan?!". tanya bang guntur.


"Jaga jarak aman. biar tidak jadi fitnah!". ucapku.


"Oo.. !". ucapnya.


Setelah sholat magrib, kami kembali berjalan menuju parkiran.


"Mau beli cemilan?!. Atau kita makan dulu!". tawarnya.


"Tidak bang!". jawabku.


Aku ingin masalah ini cepat selesai. sebenarnya bukan masalah, hanya aku belum berfikir untuk menikah. sementara bang Guntur ingin menikah. itu yang aku simpulkan sendiri.


Maka aku ingin segera dapat kepastian dan keseriusan bang guntur untuk menikahiku. eh..


Aku fikir tidak bagus juga menolak rezeki beribadah berumah tangga.


"Gita. Aku serius untuk menikahi kamu.


mungkin kamu mengira aku sangat berambisi untuk menikah cepat. jujur ya gita. aku juga kaget dengan hatiku ini.


Waktu aku mendengar suara teman anna semalam dikosan kamu. entah kenapa aku terbayang wajah kamu. Padahal aku tidak tahu dan tidak kenal dengan teman anna.


Sangat jelas wajah kamu di pelupuk mataku saat mendengar suara kamu dari dalam. Padahal kita bertemu dua kali. pertama saat di rumah sakit, yang kedua saat aku mengantar ponsel dan dompet almarhum suami kamu.


Dan aku juga sudah lupa dengan pertemuan kita karena kecelakaan itu. karena banyak orang yang aku temui selama beberapa bulan ini.


Dan waktu aku pergi dari kosan kamu, wajahmu selalu melintas di benakku. membuat aku tidak konsentrasi membawa motor. hingga beberapa kali berhenti, untuk menenangkan fikiranku yang selalu terbayang wajah kamu.

__ADS_1


Sepanjang bekerja pun aku tidak fokus, padahal kami sedang ada razia di jalanan.


Bagaimana bisa fokus, wajahmu selalu melintas!". ujarnya menarik nafas pelan.


Bang guntur memandangku terus saat berbicara. Akupun mendengar ceritanya.


"Selesai razia dan kumpul di kantor. tengah malam aku istirahat tidur.


Dan aku bermimpi, kamu selalu mengiringi aku saat berjalan, kamu mengiring sambil terus tersenyum.


Saat aku bangun, aku langsung sholat malam. minta petunjuk allah. jika kamu jodohku, minta pads allah untuk di pertemukan secepatnya. karena aku tidak mau berlama-lama menahan penasaran.


Rencanana aku akan menemui kamu di rumahmu itu besok, saat akan berangkat bekerja.


kenapa bukan sepulang bekerja tadi?!. karena aku mau sholat malam lagi nanti malam.


Tapi..


Allah lebih cepat mengabulkan do'a ku. paginya kita langsung bertemu. hehe.. jodoh kita mungkin!". ujarnya tersenyum.


"Makanya aku langsung memberi kesimpulan, kalau kita berjodoh. dan aku langsung minta sepupuku mengirim satu set perhiasan dan juga baju coupel untuk aku melamar kamu. Juga memberi kabar orang tuaku yang sedang berada di luar kota.


Tadinya aku mau langsung melamar kamu, tapi malah meninggalkan saja bingkisan itu di kamar kamu. Maaf!". ucapnya lagi.


Aku menarik nafas pelan. mendengar penjelasannya.


"Tapi kita tidak bisa memutuskan srndiri bang. Aku harus minta izin dulu pada orang tuaku!". jawabku.


"Aku akan mendatangi orang tuamu. kalau boleh kita langsung malam ini kerumah mereka, bersama orang tuaku.


Orang tuaku juga sudah memberi izin aku untuk menikah. makanya pagi tadi aku bicara dengan mereka melalui telfon, mereka sangat antusias kalau aku segera menikah.


"Apa tidak terlalu cepat bang?!. aku saja belum jepikiran untuk menjalin hubungan. ini langsung saja di ajak menikah!". ucapku cemberut.


"Niat baik tidak boleh di tunda. Apalagi tidak ada yang menghalagi niat baik kita. Status juga sudah jelas, kita sudah tidak terikat pernikahan dengan pasangan kita masing-masing.


Hanya minta restu orang tua. Aku mau kita malam ini mengajak orang tuaku, kerumah orang tua kamu!.


Ayo. kita kerumahku dulu. disana nanti kamu bisa mengabarkan kedatangan orang tua ku!". ucap bang guntur percaya diri.


Dia langsung menghidupkan mesin mobilku.


"Tapi bang!. Kamu belum minta izin padaku!. kok mau mendatangi orang tuaku?!". ucapku.


"Eh iya. lupa!.


he.. he..!". ucapnya. kembali mematikan mesin mobil.


Lalu dia menghadapku. sambil mengenggam kedua tanganku.


"Gita. Aku bukan laki-laki yang romantis. tapi aku punya niat yang tulus. Aku ingin menyempurnakan ibadahku di jalan allah.


Maukah kamu menjadi makmumku dalam mengarungi rumah tangga?!.


Maukah kamu menjadi ibu dar anak-anaku?


maukah kamu mengarungibrumah tangga dalam suka dan duka?


maukah....".

__ADS_1


"Aku masih dalam masa iddah bang!". potongku.


"Ish... Sungguh tidak romantis.


Aku sudah berusaha menahan gejolak didadaku. jantungku saja seperti ....! dengarkan!". ucapnya membawa kedua telapak tanganku menempel pada dada bidangnya.


Dug.. dug... dug....


Detak jantung bang guntur sangat cepat. hingga terasa di telapak tanganku.


"Tapi kan ucapan aku benar bang!". protesku. mencoba menarik tanganku di dadanya.


"Aku menunggu. berapa lama lagi?!". tanya bang guntur.


"Minggu depan ambil surat dari pengadilan agama!". jawabku.


"Ah kamu. itu kita bisa langsung menikah bulan depansayang!". ucap bang guntur.


"Tapi...".


"Tidak ada tapi-tapian. apa kamu mau kita berbuat dosa jika berduaan seperti ini?!". ucapnya memandang mataku dalam keremangan.


Kami di dalam mobil yang hanya pencahayaan dari lampu taman.


Aku bertegun.


Benar katanya. kami berdua di dalam mobil, yang gelap. tentu....


Aku menarik kedua tanganku.


Kami sama-sama saling melepaskan tangan, dan membuang muka kearah depan mobil.


Hffff


"Izinkan aku halal untukmu gita!". gumamnya pelan.


Aku menarik nafas pelan. Dadaku juga bergemuruh. entah karena ucapan bang Guntur. atau terbayang dosa.


"Maukah kamu menikah denganku Gita?!". tanya bang guntur lagi.


"Bismillahirrahmanirrahhim.


Aku mau bang. tapi minta aku pada orang tuaku!". jawabku pelan.


"Alhamdulillah...


Aku akan ajak kedua orang tuaku. malam ini!". ucapnya.


Dengan bersemangat dan selalu tersenyum, bang guntur memacu kendaraan menuju rumahnya.


Kulihat sesekali kearah bang guntur yang selalu senyum. dia juga sesekali memandangku.


Kami seperti abg sedang jatuh cinta.


.


.


Aku tahu status kita yang sama- sama ditinggal pasangan. dengan cerita

__ADS_1


__ADS_2