
"Kamu sekarang boleh menyuruh anak buah kamu untuk menjaga di sekitar Gita.
Mengawasi dan mengintai apa yang dilakukan Gita. Apa dia dan suaminya itu berselisih paham.
Jika mereka bertengkar, segera saja kita bawa Gita dan segera urus perceraian mereka". Ujar Dika.
Pagi itu dia di jemput asistennya di hotel.
"Baik bos!". Ucap si asisten.
Sambil mengendarai mobilnya menuju kekantor.
Dika bersenandung senang karena dia merasa keinginannya akan segera tercapai. Dia terlihat gembira sedari naik dari mobil tadi.
"Bos. Apa kerja sama dengan perusahaan Z akan terus dilaksanakan?". Tanya sang asisten.
"Pusahaan milik pak Burhan itu?". Tanya Dika balik pada asistennya.
"Iya". jawab si asisten.
"Coba pastikan. Apa pak burhan itu keluarga Gita atau keluarga suaminya.
Aku tidak mau bekerja sama dengan perusahaan itu jika pak burhan itu keluarga suaminya". Ujar Dika.
"Tapi menurut kabar waktu itu, pak Burhan itu keluarga bu Gita bos. Kurang tahu juga hubungan apa dalam kekeluargaan mereka.
Bisa jadi anak atau keponakan". Ujar si asusten.
"Aku tidak yakin kalau Gita anak pak burhan itu. Setahuku abang Gita itu ada seorang dokter.
Tidak mungkin anak pengusaha sekelas pak burhan bekerja sebagai seorang dokter.
Kalau keponajan bisa jadi juga". Ucap Dika.
Masih menolak kalau Gita anak pak Burhan, pengusaha besar yang sangat terkenal.
Sang asisten mendengar saja persepsi bosnya. Karena dia juga tidak tahu.
Tapi dia ingin mencari tahu semua, walau tidak ada perintah dari sang bosnya itu.
"Kapan rencana pertemuan dengan perusahaan pak burhan itu?.
Aku juga ingin bertemu dengan pak burhan itu. Agar bisa bertanya sedikit. Hubungan mereka". Ujar Dika tiba-tiba.
Karena terlintas sedikit ide di fikirannya. Ingin mencari tahu tentang Gita dan suaminya.
"Belum ada dalam daftar pertemuan bos. Pimpinan perusahaan kemaren baru membicarakan tentang rencana kerja sama.
__ADS_1
Dan itu juga belum di bicarakan dengan semua komisaris dan pemegang saham". Jawab sang asisten.
"Aku akan coba nanti bicara sama papa. Dan minta kalau rencana itu loloa, aku yang akan meng handel kerja sama itu.
Biar aku tahu sedikit tentang Gita melalui pak Burhan". Ujar Dika bersemangat.
Saat mobil yang di kemudikan sang asisten berhenti di lepan loby gedung kantor. Dika langsung keluar dari dalam mobil menuju kedalam.
Dan sang asisten memberikan kunci mobil pada security untuk di parkirkan.
Tidak lupa dia mengambil tas kerja bosnya dari dalam mobil. Dan mengiringi sang bis yang sudah lebih dahulu menuju ruang kerjanya.
Hingga sang asisten harus menggunakan lift karyawan untuk menyusul sang bos yang sedang bersemabgat menuju ruang kerjanya.
Tapi. saat sang asisten yang terlambat sampai di ruang bosnya. Dia tidak menemukan sang bos di ruang kerjanya itu.
Hingga sang asisten meletakan tas kerja bosnya di meja kerja Dika. Tidak lupa menghidupkan laptop sang bos.
Setelah itu diapun keluar dari ruang wakil direktur. Ruang Dika. Untuk pergi keruang kerjanya. Mengerjakan pekerjaan hari ini.
Sementara itu, Dika menuju ruang ayahnya. Ruang direktur, pimpinan perusahaan ini.
"Ada apa pagi-pagi sudah datang kesini?".
Ujar sang papa Dika pimpinan tertinggi di perusahaan ini, dan Dika sebagai wakilnya.
"Aku mau bertanya pah. Aku dengar perusahaan kita mau bekerja sama dengan perusahaan Z, perusahaan milik pak Burhan". Ujar Dika tanpa basa basi.
Dia langsung duduk di sofa yang ada di tengah ruangan direktur.
"Iya.
Waktu rapat kemaren ada usulan dari dewan direksi. agar kita minta bekerja sama dengan perusahaan Z. dalam pembangunan gedung didaerah P.
Kabarnya perusahaan Z banyak membangun gedung disana, dan semuanya bagus dan memuaskan pihakyang bekerja sama dengan mereka". Jelas papa Dika.
Dika mengangguk paham, mendengar cerita papanya. Dia tahu, perusahaan Z selain membangun perumahan, juga membuat gedung perkantoran juga hotel.
Dan perusahaan Dika ingin membangun gedung untuk kantor cabang yang berada di daerah P.
"Kenapa kamu bertanya?. Biasanya soal pembangunan gedung kamu tidak berminat". Ujar Papa Dika.
"Tidak apa-apa. Hanya ingin bertemu dengan pak burhan saja". Jawab Dika.
"Kerja sama itu tidak langsung bertemu pak burhan kok. kalau kerjasama itu lolos. Maka akan bertemu dengan pimpinan cabang yang ada di kota ini.
Papa dengar sih saat ini di pimpin putrinya. Putrinya itu baru beberapa bulan mau memimpin perusahaan kota ini".jelas papa Dika.
__ADS_1
"Apa tidak bisa bertemu langsung dengan pak burhan pah?. Kan aku ingin bertemu langsing dengan pak Burhan". Ujar Dika.
Karena dia sedikit kecewa. jarena jika kerja sama mereka di terima. Kemungkinan tidak bertemu dengan oak Burhan.
Orang yang sangat ingin dia temui. Ingin mengetahui hubungan pak burhan dengan Gita.
Dia sangat ingin tahu.
"Ya bisa saja dalam beberapa kali pertemuan kita beruntung dapat bertemu dengan pak burhan secara langsung.
Bisa saja pak burhan mau turun tangan langsung untuk kerja sama dengan perusahaan kita. Kamu bisa bertemu dengannya langsung". Ujar papa Dika.
"Ya, semoga. Aku sangat ingin bertemu dengan beliau". Jawab Dika.
"Kenapa kamu ingin sekali bertemu beliau?. waktu pak burhan undang perusahaan kita saat pesta minggu lalu kamu tidak mau datang.
Terpaksa papa datang untuk menghadirinya. Padahal papa baru datang dari luar kota siang itu". Ujar Papa Dika menjelaskan.
"Waktu itu aku belum ingin bertemu beliau pah. Sekarang aku sangat ingin bertemu dengan beliau.
Ada satu hal yang ingin aku tanyakan pada pak burhan. Karena ini tentang masa depan ku pa.
Jika beliau mengetahui atau mengenal wanita yang sedang aku incar. Maka tidak lama lagi aku akan menikahinya". Jelas Dika.
"kenapa harus bertemu pak burhan?. Kamu langsung saja temui keluarga wanita itu jika kamu ingin menikahinya.
Kenapa malah bertanya pada oak burhan?". Heran Papa Dika.
"Aku kurang tahu keluarganya pah. Yang aku tahu kemungkinan wanita incaranku masih kerabat pak Burhan.
Makanya aku ingin bertemu untuk mengetahuinya lebih jelas. Dan pak burhan bisa bantu aku". Jawab Dika.
"Hhhmm. Itu terserah kamu.
Jika kamu berminat untuk mewakili semua menangani kerja sama ini.
Papa harap kamu harus bisa mengajukan kerja sama dengan beliau.
Selain kerja sama kita berhasil, tujuan kamu juga tercapai". Ujar papa Dika.
"Baik pah. Aku akan berusaha agar perusahaan pak Burhan tertarik untuk bekerja dama dengan perusahaan kita!". Tekat Dika bersemangat.
Karena dengan adanya kerja sama ini, Dika bisa menvari info tentang Gita.
'Kerja sama berhasil, info tentang Gita juga di dapatkan'. Gumam Dika tersenyum.
.
__ADS_1
.