
Kami sholat bergantian di ruang bos restoran bebek ini.
Tadi aku bilang pada Dika sedang tidak sholat. karena aku malas berlama-lama dekat dengannya.
Aku risih, dan takut dia akan berbuat jahat padaku. Ternyata awal perbuatannya langsung terungkap.
Walau aku tidak tahu maksudnya memasang alat pengintai itu di mobilku. Tapi itu membuktikan dia ingin memata-matai aku, ingin entahlah...
"Sebaiknya mobil kamu di tinggal disini saja, agar bos baru mu itu tidak curiga". Usul bang guntur.
"Buat apa bang?. Juga aku berangkat bekerja dengan apa?". tanyaku heran.
"Pasti dia ingin mengintai kegiatan kamu. Dimana kamu tinggal, dan kemana kamu pergi.
Mobil itu sembunyikan dulu, bilang mobil kamu di pakai keluarga keluar kota. Sebab alat tadi di bawa anak buah mekanik tadi keluar kota. Ke pulau sumatra menjelang subuh nanti.
Kebetulan dia mau mengunjungi keluarganya ke lampung. dan akan menaro alat itu di sana. Entah daerah mana aku kurang tahu". Jawab bang Guntur.
Aku agak bingung mendengar. Berarti mobilku akan lama di sembunyikan disini.
"Mulai besok. Kamu pakai mobil ku dulu. Mobil biasa sih, tidak mobil mahal dan bermerek seperti mobil kamu.
agak lumayan lah untuk kamu pakai bekerja". Ucapnya
Aku mengangguk saja. Walau agak bingung. Kenapa harus di sembunyikan.
"Atau kalau kamu tidak keberatan, aku akan mengantar jemput kamu bekerja". Ucapnya.
"Ah tidak usah bang. Nanti akan membuat abang repot. Dan kita ..".
"Maka kita harus secepatnya menikah. Agar bisa kemanapun kita bisa bersama. Tidak akan risih atau akan di gosipkan.
Kamu mau kan kita secepatnya nikah?". Tanya bang guntur.
"Aku masih...".
"Sehabis masa iddah kamu. seperti pembicaraan orang tua kita kemaren". Potongnya.
Dia memandangku lembut.
"Aku mengangguk saja".
"Terima kasih". ucap bang Guntur tersenyum.
Aku membalas senyumnya sedikit. Dan saling pandang sebentar. Aku memutus pandangan terlebih dahulu.
Malu..
__ADS_1
"Aku harus pulang segera bang. Sudah malam".ucapku.
Walau baru setengah tujuh.
"Baik. Aku antar.
Tapi kita makan dulu sebentar lagi makanan di antar kesini". Ucapnya.
"Kita makan diluar saja bang. Aku...".
Tok.. Tok...
Pintu ruangan di ketuk dari luar.
"Iya. Masuk!". Ucap bang Guntur.
Nasuklah dua orang pelayan restoran kedalam ruangan bos restoran. Membawa makanan dan minuman.
Entah kapan bang guntur memesannya.
Aku merasa agak risih, tidak sopan makan diruang kerja pemilik restoran.
Ruang kerja pemilik restoran ini berada di lantai dua, dan dapat melihat kearah luar dan juga lantai bawah sebagian. Karena dinding kaca tertutup tile.
"Terima kasih". Ucap bang guntur.
"Sama-sama pak. Silahkan dinikmati pak, buk".ucapnya.
"Terima kasih". Jawabku.
Selesai makan, aku diantar bang Guntur pulang. Dengan motor besarnya, setelah mengambil semua barangku dari dalam mobil. Dan meninggalkan mobil itu di garase dalam restoran.
.
Hmm..
'Pemindainya aktif'. Gumam Dika saat dia melihat ponselnya.
Dia tersenyum. Saat alat yang dia pasang di mobil Gita memancar kan sinyal. Dan saat ni sedang berada di wilayah pinggiran, yang jauh dari lokasi mobil gita.
Juga jauh dari perumahan tempat Gita tinggal. Bagaimana tidak. anak buah sang mekanik membawanya ke daerah barat. temat dimana menuju palabuhan.
Saat ini dika sedang berada di sebuah apartemen yang tidak jauh dari kantornya. Sudah dari tadi dia sampai.
Dia tidak ingin tinggal dirumah orang tuanya karena di masih ingin hidup bebas.
Ya. Dika memang sering membawa wanita ketempat tinggalnya.
__ADS_1
Bahkan dulu saat dia memimpin perusahaan yang berada di luar kota, dia sering membawa wanita pangilan ke tempat tinggalnya. juga karyawan nakal yang dengan rela menemani malam-malam Dika.
"Kenapa belum sampai yang aku pesan pada arman?. Sudah lewat pukul sembilan juga. Gumamnya.
Dia sudah siap untuk malam ini. Bahkan dia sudah memesan dua wanita sekaligus. Agar dia merasa seperti raja yang dilayani para selir.
Dika tersenyum nakal saat mengingat kecanduannya di layani wanita. Bahkan dia senang tubuhnya digerayangi wanita saat bersamaan. Ada kepuasan tersendiri.
Tidak lama bel apartemennya berbunyi. Dia membuka pintu, dan sudah ada sang asisten dengan empat wanita berdiri disana.
Lalu dia masuk kedalam. Diiringi sang asisten dan para wanita. Dan langsung berdri di depan Andika yang sudah duduk di sofa.
"Aku pesan berapa man?". Tanya dika kepada asistennya.
"Dua bos. Tapi saat mereka akan saya pilih, saya ragu memilih yang mana. Karena saya merasa mereka cocok untuk bos malam ini.
Jadi bos bisa pilih mereka sendiri". Jawab Sang asisten.
"Bilang saja kamu juga mau". Ucap Andika tersenyum.
Sang asisten hanya menyengir. Karena biasa saat sang bos bermain dengan wanita malam. Sang asisten juga kebagian menikmati wanita yang kadang belum terpuaskan sang bos.
"Ok. Kita pesta malam ini.
Mana minuman dan teman- temannya". Ucap Dika.
Sang asisten membuka lemari es. dia menyuruh dua orang wanita mendekati sang bos. Dan dua lagi mengambil minuman dan teman- temannya.
Teman-teman minuman itu maksudnya. Obat.
Ya. Dika pesta *** dengan menggunakan obat. Baik obat kuat, maupun obat perangsang.
Mereka tidak menggunakan musik keras seperti oesta umumnya. Cukup senjata dika dan sang asisten yang keras bermain di milik para wanita yang sudah banyak di jelajahi pria hidung belang.
"Aku juga ingin Gita menemani malamku". Racau Andika saat tubuhnya di gerayangi.
Walau andika dan ke empat wanita sudah terkapar kekelahan dan mabuk. Tapi sang asisten masih sibuk melayani wanita yang sedang mengerang nikmat.
Sang asisten tidak pernah mabuk. Karena dia tidak ikut meminum minuman keras atau obat perangsang. Dia cukup minum obat kuat. Karena dia harus tetap sadar saat sang bos teler.
Hingga...
Pesta di apartemen dika berlanjut hingga pagi. Tanpa menganggu tetangga apartemen.
.
.
__ADS_1