Bukan Aku Merampas Dia

Bukan Aku Merampas Dia
Pembicaraan


__ADS_3

Sama dengan pembicaraan Guntur dan teman-temannya, Gita pun diberi wejangan dan trik agar cepat hamil.


Gita mengangguk saat mereka memberi ide dalam ucapannya. Seolah Gita belum mengerti.


Padahal Gita yang sudah dua tahun menikah dulu dengan suami pertamanya, belum pernah hamil. Apalagi telat.


Dan saat dengan Guntur pun sudah beberapa bulan menikah. Tapi belum juga hamil.


Tapi Guntur sang suami memberi kepercayaan padanya. Tidak membebani untuk segera hamil. Mengatakan ingin menikmati masa berdua dulu.


"Lucu sekali bayinya. tidur terus, keenakan di peluk". Ujar Gita.


"Iya. Anaknya sudah bau tangan sepertinya". Ujar yang lain.


"Taroh saja bayinya Gita. Biar nyenyak tidurnya di ayunan". Tambah yang lain.


He.. he...


Gita ragu cara meletakannya. Walau dia sudah pernah memeluk bayi abangnya. Tapi dia belum pernah mengambil dan meletakan sendiri.


"Sini aku bantu". Ujar salah satu dari mereka.


Maka Gita memberikan bayi mungil itu. Tidak lupa mencium pipi bayi itu.


"Semoga kamu cepat hamil Gita. Tidak sabaran kami untuk melihat pak Guntur junior.


Apa akan menurun sikap dingin dari pak Guntur". ucap wanita yang mengambil bayi dari pangkuan Gita.


"Iya. Pak Guntur itu sangat kurang senyum. Apalagi jika bertemu di luar. Sangat dingin.


Mau senyum jika saat berkumpul dengan temannya. Itupun tidak banyak bicara.


Lihat saja itu". Tambah yang lain.


Terlihat guntur berbicara santai dengan teman satu profesinya itu dan sesekali tertawa, tapi tertawa sekedarnya saja.


"Guntur itu sangat ramah sama siapa saja, tapi kalau sama perempuan senyumnya sedikit.

__ADS_1


Apalagi kalau ada yang ganjen, malah tidak ada senyuman sedikitpun". Ujar istri pak Arfan.


"Betul. Apalagi semenjak istri pertamanya bikin masalah.


Eh.. Maaf Gita". Ujarnya keceplosan.


Mereka takut Gita belum mengetahui masa lalu suaminya.


"Tidak apa. Bang Guntur juga sudah cerita masa lalunya. Tidak ada yang dirahasiakan kok". jawab Gita paham.


"Oo. kami kira pak Guntur merahasiakan nasa lalunya. Karena sangat menyedihkan.


Ditipu istri sendiri.


Kami waktu itu sangat kesal padanya. Padahal punya suami baik dan ganteng seperti Guntur. Eh malah di selingkuhi". Ujarnya kesal.


"Iya. Untung lekas ketahuan. Kalau tidak, akan lebih lama pak Guntur di tipu.


Dan untungnya sekarang dapat istri solehah dan juga tidak kalah cantik". Ujar yang lain.


Tidak lama mereka berbincang, Guntur mengajak istrinya untuk pulang. Karena sudah lewat pukul delapan.


"Kenapa tidak jadi tinggal di asrama pak guntur?. Kalau tinggal di asrama tentu kita akan sering kumpul". Ujar tamannya.


"Iya. Seperti kami.


Kan istrimu bisa bergabung dengan para istri-istri di sini.


Biar bisa ikut kegiatan ibu-ibu bhayangkara". Tambah yang lain.


"Lihat nanti lah. Sekarang istriku sedang sibuk dengan pekerjaan. Hanya bisa sesekali bisa ikut bergabung acara ibu-ibu". Ujar Guntur.


Ya. Gita baru beberapa kali ikut bergabung dengan kegiatan para istri polisi.


Itupun hanya ikut senam akhir pekan. Di lapangan dekat polres.


Acara yang lain belum bisa gita ikut.

__ADS_1


Dan juga. Mereka tidak tahu Gita merupakan pimpinan perusahaan cabang orang tuanya di kota ini.


Mungkin juga mereka tidak tahu Gita anak pengusaha besar. Sebab tidak semua orang mengenal Gita.


Setahu mereka Gita bekerja di perusahaan besar. Tidak tahu jabatannya.


"Setidaknya Gita sesekali ikut kumpul setiap awal bulan di asrana. Kita ada arisan juga.


Tidak ikut arisan juga tidak apa- apa, katena setiap pertemuan kita mengadakan pengajian juga berbagi resep masakan.


Nanti aku masukan ke grup arisan. Mau kan Gita?". Ujar istri pak Arfan.


"Boleh saja kok bu. Tapi kalau aku jarang datang kan tidak masalah dengan anggota yang lain". Ujar Gita.


"Tidak masalah gita. Sebagian para istri juga ada yang bekerja. Jadi ini hanya untuk silaturahmi saja.


Makanya kita mengadakan acara di aula olahraga asrama. Biar para istri yang tinggal diluar asrama bisa sesekali datang berkunjung.


Mana tahu mereka tertarik juga untuk tinggal di asrama.


Rumah pak guntur yang kemaren saja itu masih kosong. Belum diisi". tambah ibu yang lain.


"Kenapa belum diisi buk?. Kan kunci rumahnya sudah saya kasih pada pengurus asrama". Ujar Guntur heran.


"Katanya bersiap saja, kalau-kalau pak Guntur berencana kembali tinggal di asrama". Ujarnya.


"Oo. Tapi dalam waktu dekat belum kepikiran.


Kalau ada rekan yang lain yang akan tinggal di asrama tawarkan saja.


Nanti kalau kami mau tinggal di sini ya mana yang kosong saja kami tempati. Tidak harus rumah itu". Ujar Guntur.


Dia tidak mau bilang tidak akan tinggal di asrama. Karena keadaan kedepan juga tidak tahu. bisa saja mereka merasa aman untuk tinggal di sana.


.


.

__ADS_1


__ADS_2