
Dengan bersemangat bang guntur menemui orang tuanya. menceritakan semua keinginannya.
Hingga
"Selamat datang di keluarga kami kakak ipar!!". ucap Anna memelukku.
Juga mamanya bang guntur yang sangat bahagia.
"Kabarkan orang tuamu nak gita. kita akan kerumahmu sekarang!". ucap papa guntur.
"Tapi om. rumah orang tuaku di batas kota. sekitar empat puluh menit perjalanan!". ucapku mengingarkan.
Sebab sekarang sudah hampir pukul delapan. karena saat baru sampai tadi. kami diajak makan malam dulu, sambil berbicara.
"Tidak apa. paling kita sampai di sana sebelum pukul sembilan. dan langsung bicara ke intinya saja!". jelas papa bang Guntur.
Maka aku menelfon papa dan mamaku. bilang ada yang akan di bicarakan.
Aku memberi carita sedikit pada mama. Kalau ada keluarga teman kaki-lakiku ingin bicara.
Mama pun sedikit curiga, dan bilang kalau mereka datang melamarku akan langsung nama terima. ucap mama.
Aku hanya menyerahkan semua kepada Allah. kalau orang tuaku mengizinkan aku menikah secepatnya, aku akan terima.
mungkin memang jodohku, untuk cepat menikah setelah masa iddahku.
.
Kami sampai di rumah orang tuaku kurang pukul sembilan.
"Assalamualaikum!!". ucap orang tua bang guntur.
Kami datang berlima. dengan menggunakan mobil papa bang guntur. Sementara mobilku sudah aku tinggal dikosan tadi, sambil menganti pakaian.
Aku juga izin pada ibu kos untuk berkunjung kerumah orang tuaku. Mama bang guntur juga bercerita dengan ibu kos saat aku minta izin. tentang kami akan kerumah orang tuaku.
Bahkan ibu kos dan juga ibu rt, mendo'akan kelancaran niat baik orang tua bang Guntur.
"Waalaikummussalam..!". jawab dari dalam.
Papa dan mama sudah menunggu kedatangan kami.
__ADS_1
"Fauzi??!". ucap papaku saat kami menaiku undakan teras.
"Burhan!!?". tambah papa bang Guntur.
Menyalami dan berangkulan dengan salam khas bapak-bapak.
Aku dan bang Guntur saling pandang. Heran...
"Ayo masuk!". ucap papa.
Menyalami mama bang guntur dan bang guntur. Terakhir memelukku dan mencium pucuk kepalaku yang tertutup jilbab.
"Papa restui!". bisik papa.
Saat memelukku. Lalu mengacak jilbabku.
Apa maksud papa?. Apa papa sudah tahu maksud kedatangan orang tua bang Guntur.
"Silahkan duduk!". ucap mama menyuruh kami duduk. dan memanggilku untk duduk di sampingnya.
"Aku rasa aku sudah tahu maksud kedatangan kamu Fauzi, malam- malam begini apalagi dengan anak dan istrimu.
Apa anakku membuat ulah di tempat tinggal kalian!". ucap papa pada papa bang Guntur.
"Iya!". jawab papa.
Bahkan semua melihat kearahku.
"Apa papa mengenal om...".
"Sangat mengenal.
kami teman satu sekolah dulu. Bahkan saat masuk polisi kami bersama. tapi cuma dia yang lulus jadi polisi!". jelas ayah.
Aku hanya mengangguk. Mungkin bang guntur juga ingin bertanya sama sepertiku. terlihat dia juga menarim nafasnya.
"Tidak di sangka ya Han, anak kita juga berteman. bahkan.. kamu tahu maksud kedatangan kami.
Apa putrimu sudah bilang padamu?!". tanya papa bang guntur pada papaku.
"Sudah terbaca fauzi. putriku tadi bilang ada orang tua temannya akan datang. dan temannya laki- laki!". jawab papa.
__ADS_1
"Ya begitulah Han. ternyata anak kita ingin lebih dekat. makanya aku tidak ingin menundanya. apalagi anakku duda, pasti sudah ingin punya pendamping lagi.
Dan aku dengar dari cerita mereka, mereka juga sepakat untuk bersama !". jelas papa om guntur.
"Tapi apa kamu tahu, anakku ini janda. bahkan masa iddah pun belum habis!". jawab papa.
"Kami tahu. anakku sudah bilang semua. dan kami tidak keberatan dengan itu. yang penting saling menerima kelebihan dan kekurangan pasangan!". jawab papa bang guntur.
"Akupun tidak keberatan. selama putriku bahagia. kami akan merestuinya!". jawab ayah.
"Alhamdulillah!".
Ucap papa, mama bang guntur juga anna. mereka tersenyum bahagia karena niat mereka diterima orang tuaku.
"Silahkan diminum pak, bu, nak!". ucap mamaku menawarkan minuman yang sudah dihidangkan pekerja di rumahku tadi.
"Oh iya. siapa nama calon menantu ku ini?!" tanya papa pada bang guntur.
"Namaku Guntur om!". jawab bang guntur.
"Polisi juga ya?!". tebak papa.
"iya om!". jawab bang Guntur.
"Dinas dimana?!".
"Di polres kota b om. Bertugas di satlantas kota!". jawab bang guntur.
"Wah, tempat Gita tinggal kemaren!". ucap papa.
"iya om!". jawab bang guntur.
"Hmm!". jawab papa paham.
Menganggukkan kepala. Semua hanya jadi pendengar. karena pembicaraan dikuadai pihak laki- laki.
"Kamu masih di polres kota e kan Fauzi?!. terakhir kita bertemu sekitar tiga tahun yang lalu!". ucap papa.
"Betul. Kita sibuk sendiri-sendiri!". jawab papa bang Guntur.
.
__ADS_1
.
.