
"Oo. Dia sedang di mall x. biarkan saja. Kamu cukup mengawasi. Aku cuma ingin tahu dimana dia tinggal. Biar aku bisa beraksi.
Aku sudah tidak tahan. Ingin menikmati tubuhnya". Ucap Andika pada anak buahnya.
Dia tersenyum memikirkan rencananya. Untuk menjebak Gita.
Bahkan Dika juga sudah merencanakan agar gita mau menjadi sekretarisnya.
Dia tadi siang sudah mengancam papanya untuk mau menjadikan Gita sekretarisnya.
"Kalau papa tidak mau menjadikan gita sekretarisku, aku akan kembali ke cabang daerah. Agar aku bisa bersenang- senang di sana". Ucap Dika pada Papanya.
"Akan papa diskusikan besok dengan Gita. Tapi kamu harus janji. Jangan menjadikan Gita seperti sekretarismu di cabang.
Gita wanita terhormat. Tidak tega papa melihatnya. Untuk kamu jadikan budak *** mu". Ucap pak Hamidi. Papa Dika.
"Alah. Apa bedanya dengan papa. Aku mengikuti perangai papa kok. Tidak bisa papa larang.
Kalau papa tidak mau mengikuti keinginanku. Akan aku bongkar rahasia papa. Yang punya anak dan beberapa simpanan papa di kota cabang". Ancam Dika.
Ya. Dika mengetahui kalau papanya punya simpanan di kota cabang kantornya.
Maka pak hamidi tidak bisa melarang Dika bermain wanita. Karena dia sedari dulu suka bermain wanita. Hingga dia punya dua anak di kota b.
Dika pun begitu. Suka bermain wanita, hingga dia juga punya anak dengan wanita simpanan nya.
Pak Hamidi tidak bisa berbuat apa untuk melarang Dika.
.
__ADS_1
Sementara orang yang mengawasi mobil guntur di mall tidak ada tanda-tanda yang mencurigakan. Bahkan sampai pukul delapan malam, tidak ada yang sedikitpun yang mengintai mobil itu.
"Bang. Tidak ada yang mencurigakan bang. Apa mobil ini aku bawa pulang saja ke asrama?". Tanya leo.
Orang yang mengintai mobil.
"Jangan. Kamu bawa saja ke apartemen citra. Dan parkir di basmant g3. dan kamu bisa mengintai di sana". Ucap Guntur.
"Ok!". Ucap Leo.
.
"Ooo ternyata kamu tinggal diapartemen Citra. Dekat ini dari apartemenku". Gumam Dika.
Saat ini dia berdiri di balkon, depan apartemennya. Menghadap dua gedung yang mana gedung itu bangunan apartemen Citra.
Dika yakin, Gita tinggal di sana. karena mobil yang membawanya parkir di gedung itu.
Padahal Gita sudah pulang ke rumah orang tua Guntur, diantar teman guntur tadi. Dan guntur akan kembali ke Asrama, karena dia dinas pagi besok.
"Besok kamu. Dijemput leo. Dan ambil mobil di apartemen Citra untuk kamu berangkat bekerja". Pesan Guntur.
"Baik bang". Jawab Gita.
Tanpa Guntur dan Gita tahu. Orang yang menyelamatkan mereka tadi adalah orang suruhan papa Guntur.
Juga ada di. Kantor tempat Gita bekerja.
"Aku tidak ingin terjadi apa-apa dengan calon menantuku". Ucap papa Guntur pada orang suruhannya.
__ADS_1
Gita tidur dengan sedikit was-was. Sepertinya dia harus waspada. Ternyata Dika sangat menjengkel kan.
Belum jadi sekretarisnya saja sudah dimata-matai. Semakin dia sudah bulat tekadnya untuk segera resign.
.
Seperti rencana semalam. Leo menjemput Gita, dan membawa gita ke apartemen Citra.
Leo sengaja parkir di samping mobilnya kemaren. Agar Gita langsung masuk kemobilnya.
Mobil sebgaja parkir dekat pintu masuk lif apartemen di dekat tiang besar. Ini bisa mengecoh siapapun yang mengintai Gita.
Dan jika lif terbuka, dan keluar orang menuju parkiran. Gita juga langsung pindah ke mobil samping.
"Kamu hati-hati, jangan sampai lengah dengan bos kamu. Dia pasti punya rencana lain pada kamu". Pesan leo.
"Baik bang". Jawab Gita.
Gita dan Leo berbincang tadi sepanjang jalan. Untuk rencana pengecohan sang bos yang sedang memata-matai.
Dan benar saja, saat mobil Gita keluar parkiran apartemen, sudah ada motor yabg mengiringinya.
Leopun ikut mengiringi mobil Gita. Dengan jarak dua mobil. Agar yang menguntit gita tidak curiga.
Hingga Gita masuk basement kantornya. Barulah leo lanjut. Karena sudah ada seorang pegawai kantor yang ikut andil mengawasi.
.
.
__ADS_1