
"Karena kamu sedang hamil, ayah akan kasih kamu kelonggaran dalam bekerja.
Kamu cukup mengawasi perusahaan dari rumah dan hadir saat rapat penting saja. Karena ayah tidak mau kehamilan kamu kenapa-kenapa.
Kamu dan calon cucu ayah harus selalu sehat". Ujar papa Gita.
"Iya. ibu juga tidak mau kamu kelelahan kalau masih bekerja.
Kita semua bahagia dan senang dengan berita kehamilan kamu ini.
Kalau bisa kamu istirahat saja bekerja untuk sementara". Usul ibu Gita.
Mereka berdiskusi bersama setelah mengetahui kalau anak menantu sedang hamil.
Mana yang terbaik.
"Nanti aku bosan di rumah terus yah, bu. Aku dan bang Guntur sudah diskusi.
Aku akan tetap bekerja ke kantor. dan jika bang Guntur tidak dinas pagi aku akan di rumah.
Dan untuk urusan rapat dengan klien keluar kantor, aku akan menyerahkan pada asisten saja. Juga wakil". Ucap Gita.
"Benar yah. Aku mengizinkan Gita hanya bekerja di kantir saja. Untuk kegiatan diluar aku larang". Ujar Guntur. Membela istrinya.
Dia tahu istrinya akan lebih aman berada di kantor dari pada sendiri di rumah.
"Juga acara bhayangkari kurangi". Ujar oapa Guntur.
__ADS_1
Karena dia tahu, kegiatan ibu bhayangkari juga sibuk dan padat setiap akhir pekan.
Mama guntur mengangguk, karena dia juga istri seorang polisi. Dan juga seorang pekerja.
"Iya pah. Kemaren-kemaren Gita memang tidak sering mengikuti acara bhayangkari. Cuma acara arisan dan pertemuan bulanan saja". Jelas Guntur.
"Selain karena Gita sedang hamil, aku juga melarang Gita berada di temoat umum.
Akhir-akhir ini mantan bis Gita yang....".
Guntur menceritakan semua yang sedang terjadi. Kalau mereka sedang di awasi dan dimata-matai oleh orang suruhan mantan bos istrinya itu.
"Bahkan Indri juga ikut-ikutan untuk mengintai.
Karena dia itu minta untuk balikan lagi padaku.
Sepertinya mereka merencanakan sesuatu". Ujar Guntur.
"Kalau begitu, Kalian harus di beri pengawalan. Terlebih buat Gita saat keluar.
Dan kalau bisa keamanan apartemen lebih di tingkatkan". Ujar papa Guntur.
"Sudah pa. Bahkan kami diikuti terus. Makanya kami sering pulang keasrama terlebih dahulu untuk mengecoh mereka.
Sampai sekarang mereka tidak tahu kalau kami tinggal di sini. Tahunya kami tinggal di asrama". Jawab Guntur.
"Saat ini aku bukan mau menghindar dari mereka pah. Aku hanya mengusahakan untuk tidak ada bertemu mereka.
__ADS_1
Apalagi kalau mereka tahu Gita sedang hamil. Pasti Indri akan ikut mencelakai Gita.
Makanya aku melarang Gita untuk ketempat umum". Ujar Guntur.
"Sebaiknya begitu. Kalau bisa Gita harus di kawal atau tidak usah bekerja". usul ibu Gita.
"Malah aku yang tidak tenang jika Gita sendiri di rumah saat aku pergi bekerja.
Untuk mengambil pembantu juga tidak bisa di percaya untuk saat ini". Ujar Guntur.
"Iya bu. kalau aku pergi bekerja, banyak yang menjaga. Ada asisten, supir juga pengawal.
Lagipula aku hanya berada di kantor saja. Jika ada urusan luar aku tidak akan ikut". Ujar Gita.
"Ayah setuju. Gita cukup di kantor saja". sela ayah Gita.
Makanya semua setuju jika Gita tetap bekerja, tapi harus dalam pengawasan. Dan dikawal jika bepergian.
Selain Gita yang sedang hamil perlu untuk di jaga, juga harus waspada pada tindakan Indri yang bisa saja nekat menganggu Gita kalau dia tahu Gita hamil.
Apalagi Mantan bos Gita yang masin menginginkan Gita untuk dimilikinya.
Pasti juga akan merencanakan sesuatu.
.
.
__ADS_1
.