
*Indri Pov*
"Sudah hampir sebulan kalian belum juga menemukan wanita itu!". aku memarahi anak buah ku yang tidak becus bekerja.
Aku sudah ketakutan, karena sedang di buru oleh ketua besar pengedar narkoba yang pernah membantuku.
Lebih tepatnya bekerja sebagai pemuas nafsu dan juga kurir pada mafia itu.
Beberapa kali aku ikut menjadi kurir. Membawa barang dari daerah pesisir ke pusat kota.
Bahkan dari kota ini ke kota besar sekitar. Juga pernah ke provinsi lain.
Hidupku berantakan setelah di cerai oleh suamiku yang seorang polisi. Bang Guntur.
Aku yang memang sudah hidup bebas semenjak kuliah, jadi merasa tidak puas dengan suamiku.
Di tambah aku menikah dengannya karena aku hamil anak teman kencanku yabg seorang anak pengusaha.
Walaupun jabatannya waktu itu baru kepala bagian di perusahaan ayahnya, tapi satu saat nanti pasti akan menjadi pimpinan.
Dia sangat royal dengan uang.
Hal itu membuat aku semakin tertarik untuk dekat dengannya apalagi setiap akhir pekan dia selalu minta aku layani. Aku dengan senang hati melayani.
Walau dia itu juga sering main dengan wanita lain yang kadang sampai dua wanita.
Selain tiap akhir pekan aku melayaninya. Aku juga sering di ajak temanku untuk menemami om-om dan pria hidung belang berdompet tepal.
Dan saat itulah aku kenal seorang polisi yang aku lihat dia baik. aku kenal dia membantuku saat motorku mogok saat pulang sedikit malam kareba mengurus tugas akhir.
Dan berlanjut jadi teman suka sama suka. Saat akhir masa kuliahku.
Dia tertarik padaku mungkin aku yang sedikit pendiam. Walau aslinya liar dan nakal.
Dan karena bantuan teman dia, aku yang baru lulus kuliah kesehatan tiga bulan. bisa bekerja di sebhah klinik besar.
Meski aku bisa di katakan pacaran dan dekat dengan bang Guntur. Tapi setiap akhir pekan selalu melayani tenan kencanku yang tidak pernah mengajakku pacaran atau berhubungan serius.
Aku dan dia sebatas teman penghanggat ranjang saja.
Hingga, belum genap lima bulan pacaran dengan bang Guntur. Aku merasa tamu bulananku telat.
Aku minta teman kencanku untuk bertanggubg jawab, dia tidak mau. Dia berkilah kalau aku sering menenani pria lain selain dia.
Atau aku hamil anak polisi itu ucspnya. Padahal bang Guntur tidak pernah berbuat lebih padaku. dia hanya mau memeluk dan mencium saja.
Hingga akhirnya aku memaksa bang Guntur untuk menikahiku saat aku telat satu bulan.
Karena dia merasa kami cocok, tanpa banyak kesulitan kami dapat izin dari keluarganya.
__ADS_1
Hanya satu bulan perundingan, kami menikan saat aku hamil memasuki dua bulan.
Entah karena bang Guntur percaya padaku, dia tidak menanyakan keperawananku. yang aku yakin dia kaget saat kami pertama kali melakukan hal itu.
Tidak merubah perhatiannya padaku. Bahkan dia lebih perhatian lagi. Hingga malam panas kami selalu menghiasi malam di kamar kami yang ada di asrama polisi.
Kami pindah kesana setelah menikah. Karena sebelumnya dia menang tinggal di asrama polisi.
Perhatian dia bertambah lagi saat dia tahu aku hamil. Aku memberi tahunya saat satu bulan menikah.
Padahal aku hamil memasuki tiga bulan. Tapi aku bilang aku telat dua minggu.
Dan karena dia menganggabku hamil muda, dia jadi jarang mendatangiku.
Alasannya masih hamil muda, takut bayinya kenapa-kenapa. Maka dia malakukan sekali atau dua kali seminggu.
Padahal aku ingin tiap malam. Mungkin libidoku naik, yang sangat ingin di sentuh, jadi bertambah liar. Bahkan aku sangat butuh untuk di....
Hingga aku bertemu tanpa sengaja dengan teman kencanku, yang aku yakini ayah biologis anakku.
Dia dengan terang-terangan mengungkapkan ingin menikmati tubuh ibu hamil.
Selain tubuhku ingin, aku juga merasa nyaman saat kami bergumul di ranjang hotel.
Kami sering melakukannya di hotel. Karena dia sering berkunjung ke kota ini. Kota tempat dia bekerja dua jam jaraknya dari kota ini.
Aku pun sering berdalih juga dinas malam jika suamiku dinas malam.
Untung saat aku melahirkan, keadaan bayi yang aku kandung sedikit bermasalah. Dia kecil dan kurus, hingga butuh perawatan intensif.
Maka aku bilang bayiku lahir prematur. Hingga semua keluarga besarnya percaya.
Dan kekakuanku terbuka saat usia bayiku memasuki tiga bulan.
Aku yang sedang meniknati malam di sebuah hotel dengan teman kencanku itu kena razia oleh polisi.
Aku nekad untuk bertemu dia menginap di hotel kota sebelah sambil membawa bayiku. Aku beralasan pada suamiku untuk menginap beberapa hari di rumah orang tuaku.
Suamiku mengizinkan karena dia juga sedang sibuk. Sibuk dengan pekerjaan dan juga dia sedang mengerjakan tugas akhirnya, karena dia ikut kuliah kelas karyawan.
Untuk menambah tingkat kepangkatannya. Biar nanti bisa juga jadi pimpinan grup atau bisa juga jadi kapolsek atau kapolres. Atau lebih tinggi lagi.
Sialnya lagi, yang mengadakan razia itu ternyata berada di wilayah pekerjaan papa mertua yang juga dia ikut razia kehotel dan penginapan.
Dan teman kencanku kabur sebelum bang Guntur datang. Karena di telfon papanya.
Malam itu aku langsung di talak. Dan bayiku mereka bawa. Hingga aku di pulabgkan kerumah orang tuaku.
Hal itulah yang membuatku mau bekerja sebagai kurir, katena butuh uang. Apalagi setelah anakku di jembalijan pada orang tuaku. Mereka tahu bukan cucu mereka.
__ADS_1
Sekarang, aku ingi kembali pada bang Guntur. Agar dia bisa melindungiku dari kejaran mafia narkoba.
Aku di buru karena aku yang membawa banyak barang narkoba dari pulau tetangga. Tertangkap di pelabuhan.
Aku yang tidak ingin di penjara, berhasil kabur dari segapan polisi. Lari memasuki sebuah box kontainer yang kebetulan sedang terbuka, karena sedang memuat barang.
Tapi tidak dengan barkoba yang aku bawa.
Barang haram itu di sita polisi.
Bahkan yang aku terkurung dan di bawa entah kemana. Untung kontainer itu isinya makanan dan minuman impor. Jadi aku tidak kelaparan.
Entah berapa hari aku terkurung, yang aku ingat, aku di selamatkan orang yang sesang membongkar isi kontainer itu di sebuah kota.
Dan dengan bantuannya, aku bertahan selama beberapa bulan di kota itu.
Dengan imbalan, ya. pemuas nafsu lagi. Bagi dia dan teman- temannya.
Dengan bantuan mereka, juga uang seadanya, aku dikirim orang yang membantuku dengan menitipkan pada sebuah truk yang akan menuju kotaku. Dua hari perjalanan dengan truk.
Tapi, saat aku sampai di kota, aku mendapati bang Guntur sudah menikah.
Itu aku jetahui dari teman kencan sekaligus selingkuhanku waktu itu.
Kami pun bekerja sama untuk memisahkan bang Guntur dengan istrinya. Katena ustri bang Guntur adalah mantan terindahnya. Dan dia ingin balikan.
Tapi teman kencanku berbuat di luar batas. Mencelakai bang Guntur hingga meninggal.
Padahal kami sudah sepakat. Untuk memisahkan saja. Dan mengambil apa yang diingini.
Aku dapat bang Guntur, dan dia dapat mantan pacarnya lagi. Aku sangat kesal.
Dan ternyata, setelah satu bulan pencarianku untuk membalasnya. untuk mencelakai wanita yang dia ingini.
Malah aku di tangkap oleh polisi. Bukan masalah kerjasama dengan dia.
Tapi bos besar yang sudah membawaku jadi kurir, tertangkap. Juga beberapa rekan kurirku ikut tertangkap.
Yang membuatku sedikit tenang. Aku melihat bang Guntur berada di polres. Ternyata bang Guntur masih hidup, kulihat tangan dan kakinya sepertinya patah. Karena dia memakai tongkat.
Aku akan minta bantuan padanya. Melindungiku dari jeratan hukum.
"Aku harus membujuknya". Tekadku.
*Indri pov End*
.
.
__ADS_1