
"Eh ada Hannah!. ada angin apa kamu berkunjung malam-malam?!". ucap ibuk kos ku pada Anna.
"Mau nebeng makan malam bu!. boleh kan buk Lastri?!". ucapnya asal.
"Iya boleh. mari bergabung!". ucap ibu kos.
"Terima jasih bu rtku yang baik hati!". ucapnya duduk di samping ku.
"Ayo makan!. kalau ada maunya di bilang baik". ucap ibu kos.
"Hehe.. kan memang buk rt baik!". ucap anna.
Semua yang ada dimeja makan hanya mendengar. Aku mengambil nasi mengisi piringku.
"Eh sekalian buatku kakak ipar!". ucap Anna padaku.
"hmm".
"Eh!".
"Apa?!".
Semua yang ada dimeja makan memandang kami.
Membuatku mencubit pahanya. sambil melotot.
"Aduh sakit!". ucapnya. "Kakak ipar kdrt, aku lapor pada abangku nanti!". ucapnya mengelus pahanya.
"Usil!". ucapku.
"Isikan buatku kak!". ucapnya lagi.
menunjuk piring yang ada di depannya dengan mulutnya. Membuat aku ingin mencubit mulutnya juga.
Tingkah laku kami jadi bahan perhatian semua. Termasuk ibu kos dan suaminya. Untung anak kos yang ikut makan malam hanya satu orang. Jadi di meja makan hanya berlima.
"Maksudnya apa hannah?!. kok kamu panggil nak gita kakak ipar?!". tanya ibu kos.
__ADS_1
"Aku berencana menjodohkan kak Gita dengan bang Utun. semoga abangku punya pendamping lagi!". ucapnya sambil mengambil lauk.
"Oo.. tapi apa mereka mau. di tambah abangmu itu baru cerai. Jangan usil kamu Hannah. nanti abangmu marah!". ucap bu kos berpesan.
"Kan baru rencana bu. kalau mereka mau aku kan ikut senang. punya ipar baik dan juga cantik.
Tapi kdrt!". ucapnya pelan di akhir kalimat.
"Aduh.. aduh...
kan iparku kdrt buk rt!". ucapnya.
Aku mencubitnya lagi, karena dia masih bicara asal.
"Cocok!". ucap pak Burhan. suami ibu kos.
"Apa yang cocok pak?!". tanya bu kos.
"Mereka!.
sangat cocok untuk jadi keluarga!". tunjuk bapak kos pada aku dan Anna.
Semua makan sambil sesekali mengobrol. mereka sangat akrab, karena beberapa kali membahas keluarga anna, juga keluarga ibu kos. mungkin sudah bertetangga lama, fikirku.
Disini aku tahu kalau anak ibu kos ada empat orang, tiga laki-laki dan satu wanita. sudah menikah semua anak beliau. Dan hanya satu anak laki-lakinya yang tinggal di rumah ini.
Aku ada beberapa kali melihatnya dan istrinya pagi. sepertinya anak dan menantu ibu kos dokter.
Makanya Pak burhan dan bi lastri membuka kosan di rumah mereka. agar tidak kesepian.
"Satu lagi bu rt. malam ini aku mau mengajak kakak iparku menginap di rumahku!". ucap Anna tiba-tiba.
"Lho. kok diajak menginap?. apa nanti tidak akan ada omongan usil dari tetangga.
Orang tua kamu kan sedang keluar kota!". ucap buk kos.
"Abang dinas malam bu. aku sendiri di rumah. makanya aku nengajak kakak ipar menginap, agar aku tidak kesepan.
__ADS_1
Lagi pula besok pagi kita mau joging bu!". ucap Anna memelas.
"Tapi aku belum ada mengatakan mau lho anna!". ucapku.
"
"Harus mau kak. apa kakak tega melihat aku tidur sendiri!". ucapnya makin memelas.
Ingin aku nencubitnya lagi. Tapi ni anak orang, nanti malah panjang urusannya.
"Mau ya kak. Kakak juga akan jadi jakak iparpu!". ucap anna.
Aku kesal, melihat dia memohon sambil memelas.
"Bu. kalau aku cubit bibir anna sampai bengkak boleh tidak ya?!". tanyaku pada ibu kos.
"Haha... ha....!". ibu kos dan bapak kosku malah tertawa. juga diikuti teman kos ku yang sama-sama makan malam.
"Aduh...". ringis anna.
Karena aku cubit lagi pahanya.
"Iya.. ya.
Kamu boleh bawa Gita menginap. Tapi setelah abang kamu berangkat dinas!". putus bu kos.
"Asyik!!". ucapnya memelukku.
Aku melotot padanya. tapi dia cuek dan tersenyum penuh kemenangan.
Aku buru-buru menyelesaikan makan malamku. lalu aku pamit pada semua yang ada di meja makan, untuk kembali kekamarku.
Anna mengikutiku. sesampai di kamar anna malah sibuk dengan novel yang di pinjam pada teman kos ku tadi.
.
.
__ADS_1
.
"Satu