
"Sudah tidak capek lagi sayang?". Tanya Guntur pada istrinya.
"lumayan bang, tapi aku ingin selonjoran. Betisku terasa kram". Ujar Gita.
Saat ini mereka sedang duduk di kursi pelaminan. Santai dan istirahat sejenak. Karena sudah berdiri lama di pelaminan.
Juga barusan seluruh keluarga yang belum pulang berfoto-foto ria dan heboh untuk melepas lelah.
Tamu sudah mulai tidak ada yang datang kedalam aula. Karena sudah jadwalnya tutup.
Orang tua dan keluarga inti sedang duduk juga di meja dekat pelaminan. Juga istirahat sambil mengobrol. Dan ada juga makan, karena masih banyak makanan.
Tinggal pihak organizer dan catering yang sedang beres-beres perlengkapan mereka.
Sebenarnya Gita ingin langsung pulang saja keapartemen mereka. Karena sudah kecapek an.
Tapi orang tua bilang agar istirahat sejenak. Karena di jalan depan masih macet untuk keluar.
"Kalian mau makan dulu sebelum pulang?". Ujar mama Gita.
Mendatangi Gita dan Guntur yang sedang berbincang.
"Nanti saja saat di rumah ma. Kami ingin segera istirahat". Jawab Guntur.
Mewakili ucapan dan keinginan istrinya.
"Baiklah.
Kita segera pulang, karena sudah mau magrib juga". Ujar sang mama.
"Semua juga sudah siap-siap untuk pulang.
Besok malam jangan lupa, kita makan malam bersama di rumah nenek nak Guntur, di daerah K". Tambahnya lagi.
"Baik ma. Kami tidak akan lupa". Ujar guntur.
"Ayo sayang". Ujar Guntur lagi.
Mengulurkan tangannya mengajak istrinya berdiri untuk segera pergi.
Gita menyambut uluran tangan suaminya. Dan mereka beriringan keluar aula gedung taman.
Semua keluarga juga sudah bersiap juga untuk pulang.
Rombongan keluarga Guntur dan Gita keluar dari parkiran taman green house.
Memasuki jejeran mobil yang terjebak kemacetan sore. Antrian mobil yang padat merayap menuju tempat tingal mereka.
Jalanan sore menjelang magrib memang macet dimana-mana. Waktu karyawan pulang dari kegiatan rutin sehari-hari.
Selain buru-buru segera sampai di rumah untuk berkumpul dengan keluarga. Juga ingin cepat beristirahat.
"Kenapa bertambah macet sih?!". Kesal Dika.
Dika yang menyuruh asistennya kembali ke tempat pesta tadi sangat kesal.
Mobil mereka ternyata terjebak macet parah di perjalanan, karena kendaraan semakin padat menyusuri jalanan sore.
"Pas jam sibuk sore bos. Pada buru-buru". Ujar si asisten.
"Ini semua karena kamu, telat memberi informasi". Marah Dika pada asistennya.
"Kan aku juga baru dapat fotonya bos. baru dikirim anak buahku.
Kan tadi juga baru di suruh untuk melihat kesana". Ujar si asisten membela diri.
Dika sangat kesal. Karena dia masih penasaran dengan ucapan asistennya. Juga dia penasaran dengan foto tadi.
"Aku tidak yakin itu Gita. Hanya sedikit mirip saja". Ujar Dika.
__ADS_1
Apa benar Gita atau tidak. Dia yakin bukan Gita. Tapi hati kecilnya membenarkan ucapan asistennya itu.
Pengantin wanitanya sedikit mirip dengan Gita. Walau sedikit berisi. Karena Gita yang dia rahu agak kurus.
"Gita itu kurus". Gumamnya.
"Sudah lebih tujuh bulan kita tidak bertemu bu Gita bos. Bisa saja dia sudah sedikit berisi.
Semenjak menghentikan pencarian waktu itu, kita tidak pernah melihatnya". Ujar si asisten.
Dika mengangguk paham. Dia memang menghentikan pencarian Gita karena...
"Tunggu dulu. Mana foto tadi". Ujar Dika.
Dia teringat sesuatu. Si asisten memberikan ponselnya yang masih menampilkan foto pengantin yang berdiri di pelaminan bersama tamu.
Dika melihat dengan seksama foto itu. Beberapa kali dia memperbesar wajah di layar ponsel itu.
"Kita sudah sampai bos". Ujar si asisten.
Suasana sudah mulai sedikit gelap. Mereka baru saja sampai di parkiran taman tempat pesta tadi.
Sepi.
Karena taman sudah tutup gerbang masuknya.
Terlihat kesibukan dari pekerja yang mengemasi bunga papan di jalan depan. Menaikan keatas truk.
"Kok sudah sepi bos?. Idak bisa kita memastikan benar atau tidaknya bu Gita". Ujar si asisten.
"gara-gara kamu, bawa mobilnya lelet, seperti keong". Kesal dika.
Dia turun dari mobil. Melihat sekeliling yang hanya ada beberapa pekerja yang sedang berkemas.
Dika menuju pintu masuk yang sudah tertutup. Mengintip dari luar pagar kegiatan pekerja yang ada di dalam.
Dari luar terlihat beberapa orang mengemasi peralatan catering, juga menaikan kedalam mobil.
Si asisten yang melihat bosnya bingung geleng-geleng kepala. Dia mendekat. Mencoba membuka pagar masuk taman.
Ternyata tidak terkunci.
"Kita kedalam bos. tanya mereka". Ujar si asisten.
"Ayo!". Ujar Dika mendahului asistennya.
Si asisten mengiringi bosnya berjalan. Menuju aula taman tempat pesta yang baru saja selesai.
Tapi Dika malah melihat sekeliling ruangan yang sudah rapi. Para pekerja menyusun kursi dan meja pada ruangan bagian sisi kiri aula.
"Permisi mas. Boleh kami bertanya?". Tanya si asisten.
"Oh iya pak. Ada apa ya?". Tanya pekerja yang asisten Dika temui.
"Kalau boleh tahu, yang mengadakan oesta disini tadi siang dari oerusahaan apa ya mas. Siapa nama orangnya?". Tanya si asisten.
"Kalau tentang perusahaan saya kurang tahu pak. Yang saya dengar dari orang-orang memanggil namanya pak Han". Ujar pekerja itu.
"Orang mana pak, pak Han itu?". Tanya si asisten.
"Wah kurang tahu aku pak. Yang aku dengar tamu yang datang banyak dari kota sebelah pak, kota A". Ujar pekerja itu.
"Besannya?".
"Dari kota A juga pak. Aku dengar".
"Sama-sama dari kota A kok mereka mengadakan resepsi di kota B ini?". Ujar si asisten.
"Kurang tahu pak. Kami hanya pekerja. Mungkin bapak bisa bertanya pada bos kami. Tapi beliau sudah pulang". Ujar pekerja itu.
__ADS_1
"Tidak apa pak. Kami cuma ingin tahu pengantin wanitanya". Ujar si asisten.
"Apa pengantin wanitanya sedang hamil?". Tanya Dika tiba-tiba.
Dia sudah berdiri di samping asistennya.
"Tidak pak, pengantin wanitanya tidak terlihat hamil kok. langsing". Jawab pekerja itu melihat kearah Dika.
"Bos. Kan tadi sudah lihat foto...".
"Gita sedang hamil anakku. Kalau pengantinnya tidak hamil, berarti bukan gita yang menikah". Ujar Dika berpendapat.
"Iya sih. Kita kan mau memastikan dulu benar atau tidak itu bu Gita. Biar kita tidak penasaran". Jawab si asisten.
"Bisa kita lihat foto mereka pak?". Tanya si asisten pada pekerja tadi.
"Aku tidak ada fotonya pak. Kami hanya pekerja tukang bersih- bersih.
Mungkin fotonya ada pada dia. Teman saya yang dari siang ikut bantu menjaga keamanan". Jawab si pekerja itu.
Lalu memanggil temannya itu. Memberi tahu maksud kedatangan Dija dan asistennya.
"Mbak Anggita pengantin wanita itu anak pak Burhan. Pimpinan perusahaan besar yang ada di beberapa kota.
Nama perusahaan beliau kalau tidak salah xyz.
Yang aku dengar mbak anggita itu memimpin perusahaan cabang kota ini. Dan suaminya seorang polisi di kapolres kota ini". Jelas teman pekerja itu.
"Berarti bukan Gita itu. Mungkin hanya mirip nama dan juga wajah sedikit mirip.
Yang aku tahu keluarga Gita bukan pengusaha, apalagi pengusaha besar sekelas oerusahaan xyz itu.
Terlalu jauh". Ujar Dika. "Ayo, pulang!". Tambahnya
Si asisten mengangguk saja. Mungkin benar ucapan bosnya.
"Terima kasih atas informasinya mas. Kami pergi dulu". Ujar si asisten.
Mengikuti bosnya yang berjalan cepat keluar dari taman nenuju parkiran.
"Kamu tidak bisa diandalkan. Kurang informasi.
Salah jadinya". Ujar Dika masuk ke dalam mobil.
"Antar aku kembali kehotel. kamu sudah membuang waktuku untuk bersenang-senang". Ujar Dika.
Si asisten mengikuti perintah bosnya.
Taoi dia masih memikirkan Gita. Dari foto itu dia yakin kalau pengantin itu adalah Gita. Tapi kok si bos merasa tidak yakin.
'Apa karena si bos sering celap celup bebas, hingga otak dan matanya sedikit buram. Yang terlihat hanya sekangkangan saja'. ujar si asisten dalam hati. Kesal.
"Bos. kalau boleh jujur, aku masih yakin itu bu Gita.
Kalau bos tidak percaya. Itu terserah bos. Dan jangan menyalahjanku besok-besok.
Karena aku sudah memberi tahu". Ujar si asisten saat dalam perjalanan.
Dia mengungkapkan yang dia fikirkan.
"Terserah kamu. tapi aku tidak percaya. Aku akan mengerahkan agen temanku untuk mencari Gita.
Kamu cukup bekerja sesuai perintah saja. Urusan kantor dan urusan boking-boking". Ujar Dika.
"Baik bos".
Si asisten mengangguk. Karena dia juga pusing mengikuti bos yang hanya mau menang sendiri dan.. Mesum.
'Untung saja gajinya besar. Dan si bis tidak pelit soal uang'. Gumam si asisten.
__ADS_1
.
.