
"Tumben ayah datang kekantor cabang. Padahal aku mau pulang sebentar lagi". Ujar Gita.
Saat melihat ayahnya memasuki ruang kerjanya. Diapun duduk di sofa yang ada di ruang kerjanya.
Mengikuti ayahnya yang sudah terlebih dahulu duduk.
"Hanya berkunjung saja. Mau melihat putri ayah sedang bekerja" jawab ayah Gita.
"Kamu sibuk sepertinya. Apa ayah menganggu?". Tanya ayah Gita.
"Tidak sibuk yah. Bahkan mau bersiap untuk pulang". Jawab Gita.
"Oo. Bagaimana dengan kandungan kamu?. Apa kamu mengalami morning sickness dan mengidam?". Tanya ayah Gita.
"Tidak yah. Rasanya aku hanya selalu lapar. Ngemil terus". Ujar Gita.
"Alhamdulillah. Calon cucu ayah sangat pengertian bundanya sibuk". Ujar ayah Gita.
Gita tersenyum sambil mengangguk. Dia mengelus perutnya yang masih datar. Karena baru hamil delapan minggu.
"Sebenarnya ayah kesini mau mengatakan sesuatu. Tapi kamu jangan kaget dulu mendengarnya. Ingat kamu sedang hamil". Ujar ayah Gita.
Gita yang belum paham hanya melihat ayahnya yabg terligat tenang.
"Semua baik-baik saja, tidak ada yang perlu di cemaskan". Tambah ayah Gita.
"Memang ada apa yah?. Kok bicaranya seperti ada yang terjadi?". Tanya Gita.
Mulai merasa tidak nyaman. Pasti ada sesuatu yang terjadi.
"Guntur kecelakaan, dan.."
"Apa?. Bang Guntur kecelakaan?. Apa bang Guntur...". potong Gita.
Karena dia sangat trauma dengan yang namanya kecelakaan motor. Ingat dengan almarhum suaminya yang meninggal kecelakaan.
"Guntur tidak apa-apa. Dia tidak pingsan. Mungkin cedera kaki atau tangan. kemungkinan juga ada yang patah". Jelas ayah Gita mendekati putrinya.
Takut putrinya akan terkejut mendengar kabar suaminya yang kecelakaan.
__ADS_1
"Kamu tenang dulu. Suami kamu sadar kok. Tadi juga sempat telfon papa, agar kamu tidak panik.
Saat ini dia sedang di tangani dokter di rumah sakit, di temani oleh ibu juga mertua kamu". Jelas ayah Gita.
Gita menarik nafas untuk menetralkan detak jantungnya. Berusaha untuk tenang.
"Tadi suami kamu bilang, mungkin kecelakaan yang dia alami, di sengaja oleh seseorang.
Sebab orang yang menabraknya langsung kabur setelah menabrak". Jelas ayah Gita lagi.
Gita mengangguk paham. Karena semua sudah di prediksi oleh Guntur, kalau mereka memang sedang diincar.
Ada seseorang yang ingin mencelakai mereka, untuk tujuan tertentu.
Teman Gunturpun pernah mengatakan, kalau orang yang ingin mencelakai Guntur adalah orang suruhan Dika.
Dan Gita juga tahu tujuan Dika ingin mencelakai suaminya. Ingin dia kembali jika suaminya cacat atau meninggal.
"Pesan suami kamu tadi, kamu jangan pergi sendirian atau menampakan diri.
Bisa jadi kamu akan diculik atau di celakai pihak yang juga menginginkan suami kamu.
Dan mereka tidak terima kalau incarannya cedera. Pasti akan membalas pada kamu". Ujar ayah Gita.
"Iya pa. Aku juga pernah dengar dari bang Guntur, kalau mantan istrinya itu minta balijan lagi. Tapi tidak di tanggapi oleh abang". Jelas Gita.
"Iya. Mama mertua kamu juga katanya pernah didatangi mantan istri suami kamu.
Juga membawa anaknya agar keluarga mertua kamu tersentuh.
Tapi mereka yang sudah kecewa, tentu tidak mudah untuk menerima. Walaupun anaknya itu masih mereja sayangi, bamun tidak mungkin untuk mereka ambil kembali". Jelas ayah Gita.
Gita yang masih cemas, ingin segera bertemu dengan suaminya itu.
"Kita ke rumah sakit yuk yah. Aku ingin bertemu bang Guntur". Ujar Gita.
"Kita akan kesana, tapi tidak sekarang.
Pasti orang yang sedang memata- matai kamu berada rumah sakit. Sementara suami kamu masih di igd di tangani dokter.
__ADS_1
Kita nanti vidio call saja sebentar. Setelah suami kamu di pindah ke ruang rawat". Usul ayah Gita.
"Baik yah". Jawab Gita.
"Sekarang kamu pulang dulu ke apartemen, nanti ayah kabarkan kapan kamu akan kerumah sakit.
Tapi kamu jangan pergi sendiri, atau nanti ayah jemput". Ujar ayah Gita.
"Aku pergi dengan supir saja yah. Ayan nanti tunggu saja di loby rumah sakit". Jawab Gita.
"Jangan lewat keramaian. Mereka pasti berada di pintu utama untuk mencari kamu yang pasti akan datang.
Nanti ayah diskusi dengan papa mertua kamu, di mana kamu lewat, agar tidak di ketahui oleh mereka". ujar ayah Gita.
"Baik yah. Tapi nanti kalau abang sudah di ruang rawat, aku vidio call ya yah. Aku ingin tahu keadaan abang". Jawab Gita.
Cemas suaminya kenapa-kenapa.
"Iya. Nanti ayah suruh ibu kamu.
Sekarang kamu pulang dulu. Ingat, kamu sedang hamil. Tidak boleh banyak fikiran.
Suami kamu baik-baik saja kok". Ujar ayah Gita.
"Iya yah". Jawab Gita.
Dia bersiap untuk pulang, mau beres-beres tas bawaan dan laptopnya.
Tiba-tiba ponsel ayah Gita berbunyi, sebuah panggilan Vidio dari ibunya.
"Assalamualaikum bu. Bagaimana keadaan Guntur?". Ujar ayah Gita.
Gita yang sedang menuju meja kerjanya berhenti. Langsung berjalan cepat menuju sisi ayahnya duduk.
"Ada apa yah?. Semua baik kan?". Tanya Gita cemas.
Karena ibunya mendadak menelfon.
.
__ADS_1
.
.