
Aku menepuk keningku dengan telunjukku. Duduk bersandar di tempat tidurku.
Dan
Aku melihat sebuah kantong toko terletak dilantai dekat jendela.
Punya siapa?. rasanya tadi tidak ada.
Aku mendekat dan mengambilnya.
Ternyata sebuah kotak dan diatas kotak itu ada amplop surat.
Aku kaget saat melihat amplop suratnya.
Dari Guntur Fabiandra putra.
Kapan bang guntur meletakannya dikamarku?. pikirku.
Apa tadi dia membuka pintu kamarku?. kalau melalui jendela tidak mungkin, karena jendela berterali. Dan posisi kotak terletak sempurna.
Aku membawa kotak dan surat itu ke dekat aku duduk tadi. selonjoran di lantai, bersandar di tempat tidur.
Aku membuka kotak dulu. karena penasaran.
Ternyata didalamnya ada satu set perhiasan, dan juga sebuah baju gamis. berwarna putih gading.
Apa maksudnya ini. kok bang guntur memberikan ini padaku. Apa tidak berlebihan dia.
Lalu aku buru-buru membuka surat yang ada beserta kotak itu.
#Assalamualaikum calon istri ku gita
Maaf menganggu pagi kamu. semoga kamu tidak kaget dengan kedatanganku tadi. Aku mau menelfonmu. tapi aku tidak tahu nomormu. aku minta pada Hanbah dia bilang juga tidak punya nomor ponselmu. Aku tidak tahu, dia tidak mau memberi nomormu atau memang belum punya nomor kamu.
Aku mau bicara serius dengan kamu. Aku tidak tahu apa ini terlalu cepat aku mengambil keputusan ini.
Melalui surat ini aku ingin melamar kamu, aku ingin menjadikan kamu istriku. Aku harap kamu mau menerima lamaranku ini.
Entah kenapa, saat semalam anna memanggil kamu kakak ipar, ada desir hangat dihatiku. bahkan hatiku ada sesuatu yang melekat pasti. padahal aku tidak kenal drngan kamu. bertemupun juga belum.
Jujur. saat aku mendengar adikku memanggil kamu kakak ipar, entah kenapa. otakku terbayang wajah kamu yang sedang menangis waktu pertama kali kita bertemu di rumah sakit. Bahkan sampai tidur saat istirahat dinas subuh tadi, ada bayangan wajah kamu melintas.
aku sholat malam menjelang subuh tadi. berdo'a dan bertanya pada allah, kenapa wajah kamu selalu melintas di otakku.
Dan jawaban dari allah terjawab pagi ini. Mungkin dengan cara ini kita dipertemukan. walaupun aku tahu kamu mungkin masih dalam masa berkabung.
Tapi aku ingin segera mengobati kesedihankamu, jiga akan mengisi kekosongan hati kamu.
__ADS_1
Izinkan aku. aku serius dengan ucapanku ini. aku ingin kita halal dimata agama dan negara.bagar aku bisa melindungi kamu dunia akhirat.
Ini nomor ponselk 081224*****5. segera hubungi aku saat kamu selesai membaca suratku ini.
Aku tahu kamu masih ragu, atau apa yang jamu fikir tentangku. tapi tidak merubah niatku.
Segera kirim pesan padaku menjelang pukul dua. kalau tidak. aku akan datang ke kamar kamu.
Aku serius ingin menikahi kamu.
Yang mengharapkan kamu. dari calon imam kamu.
^^^guntur Fabiandra Putra#^^^
Aku menarik nafas pelan. tidak tahu mau berkata apa.
Apa dia sudah memikirkannya, menikah itu butuh waktu bagiku. apalagi saat ini aku sedang menata hatiku yang terlanjur kecewa drngan Almarhun suamiku.
Tidak mudah untuk membuka lembaran baru. Aalagi ini belum enam bulan aku ditinggal suamiku. dan surat status jandaku baru dua bulan berjalan. itupun baru aku ambil dari pengadilan untuk merubah status di surat kenegaraan.
Hhfff
Aku melipat surat itu lagi, dan nenyimpannya di lemariku. Aku rebalan di karpet lantai kamarku. memijit keningku. karena kepalaku tiba-tiba pusing setelah membaca surat dari bang guntur.
Entah karena pusing, atau kecapekan. Aku tertidur.
.
Guntur Pov
Aku kaget saat adikku memanggil seseorang dengan sebutan kakak ipar.
Beberapa hari ini dia tidak lagi ngambek saat aku tinggal akan berangkat dinas pagi.
Bukan aku tidak mau membonceng nya untuk berangkat sekolah. tapi waktunya tidak pas.
Aku absen pagi di kantor polres pukul tujuh, sementara dia baru berangkat pukul tujuh.
Polres tempatku bekerja sekitar lima belas menit dari rumah. makanya aku berangkat setengah tujuh pagi.
Sudah seminggu lebih dia tidak mau aku antar, katanya dia ada teman nebeng. teman barunya yang kos di rumah buk rt, tiga rumah dari rumahku.
Aku, ayah dan ibu tidak masalah dia punya teman. karena dia itu sangat sulit untuk bergaul dengan orang baru. Bahkan dilingkungan tempat tinggalku, adikku tidak banyak teman. hanya beberapa saja. meskipun dia usil dan ceria.
Dia juga tidak begitu aktif di musholla komplek. walau sering ikut bergabung bersama remaja lainnya. katanya sekedar anggota dan ikut meramaikan saja.
Tapi
__ADS_1
Saat kemaren waktu kedua orang tuaku pergi acara keluarga keluar kota. dia bilang ingin mengajak temannya menginap. padahal biasa dia juga sendiri dirumah jika orang tua pergi.
Dan.. dadaku berdesir saat dia memanggil seorang wanita dengan pangilan kakak ipar, dan desir itu semakin kuat saat mendengar suaranya.
Padahal wanita itu sedang berada di kamar mandi. dan aku belum pernah bertemu dengannya. juga belum melihat wajahnya. tapi yang melintas di otakku, wajah seorang wanita yang waktu itu bertemu di rumah sakit saat suaminya meninggal kecelakaan.
Apa ini ya allah!. ucapku meremas dadaku.
Bahkan saat berdinas malam ini bayangan wajahnya selalu melintas di benakku. hingga wajahnya ikut terbawa mimpi saat aku tertidur di ruang istirahat kantor.
Maka saat terbangun menjelang subuh, aku sholat malam. mengadukan keluhanku mengenai wajah seorang wanita yang dari semalam melintas di bawah kesadaranku.
Aku berdo'a. jika dia jodohku, aku berharap allah mendekatkan kami. Juga entah kenapa, nama gita yang aku ingat waktu dia mengenalkan namanya saat aku mengantar ponsel dan dompet suaminya waktu itu.
Do'aku begitu cepat dikabulkan oleh allah. pagi ini aku bertemu dengannya. juga dia membawa motir adikku.
Aku yakin. allah sudah memberi jalan untuk kami bertemu. entah kenapa, hatiku berkata. kalau aku harus segera melamarnya.
Maka selesai sarapan langsung aku memesan perhiasan satu set dari sepupuku yang punya toko emas. dan menyuruhnya langsung mengantar kerumah. tidak lupa minta baju coupel untuk lamaran warna putih gading.
Hanya dua puluh menit sepupuku itu datang membawa pesananku. dan aku langsung menulis surat untuk Gita. Karena aku tidak punya nomor ponselnya, ternyata anna juga belum saling tukar nomor ponsel.
Hingga aku berniat langsung memberikan padanya. untung bu rt sang ibu kos memberi jalan.
Aku diberitahu bu rt kalau calon makmumku sedang di ruang makan. Aku langsung saja meletakan bingkisan yang aku bawa ke kamarnya. membuka sedikit pntu masuk dan menutupnya kembali.
tanpa basa basi aku menyampai kan niatku.
Bismillahhirrahmanirrahim.. semoga niatku di restui allah.
Tapi saat akan pergi dari depan kamarnya, suara para wanita yang kos di rumah bu rt memanggilku.
hingga aku langsung bereaksi, mengatakan kalau aku pacarnya Gita, dan kami akan menikah bulsn depan.
Aku tah dia kaget dan ingin protes. tapi tidak aku beri kesemoatan untuk betbicara atau membantah.
Aku tersenyum melihat wajah kesalnya. lucu, cantik dan imut.
Aku juga tahu, ada penghuni kosan ini sering carpar dan sering mencari cara agar bisa dekat denganku.
Tapi aku tidak mau memberi kesempatan. ternyata wanita yang bisa membuat dadaku berdesir ada disini.
Setelah istriku yang sudah membuat hatiku mati. istri yang aku cinta, berani bermain api di belakangku.
Guntur POV End
.
__ADS_1
.