
"Setelah ini kalian istirahatlah, mama dan rombongan mau langsung pulang.
Jangan bergadang sampai subuh. Ingat Guntur, kamu besok dinas pagi". Ucap mama Guntur tersenyum usil.
Guntur hanya menyengir. Dan Gita sedikit malu. Mendengar ucapan mertua barunya itu.
Beliau memeluk Guntur. dan juga Gita menantu barunya, sambil berbisik.
"Jangan malu-malu untuk memulai. Mama tahu. Kalian sudah berengalaman kok. Tidak perlu diingatkan lagi". Tambahnya.
Membuat Gita semakin malu. Dia tahu arah ucapan mama mertuanya itu.
"Mama pulang dulu!". Ucapnya.
"Baik mah". Jawab Guntur.
Semua rombongan ibu dan bapak tetangga orang tua Guntur sudah berangsur.
Orang tua dan beberapa kerabat Gita melepas kepulangan besan baru mereka.
Mereka akan mengadakan resepsi setelah semua berkas Gita keluar. Dan juga setelah mendaftar di instansi Guntur.
Mungkin dua atau tiga bulan lagi.
Setelah semua pulang. beberapa keluarga juga sudah kembali kerumah mereka.
Tinggal beberapa keluarga dan pekerja rumah tangga sedang membereskan semua peralatan yang digunakan untuk menjamu tadi.
Guntur mengajak Gita untuk berganti pakaian. Walau hanya memakai gamis dan riasan natural. Tetap tubuh dan wajah Gita sedikit lelah dan gerah.
"Ayo". Ajak guntur.
Membimbing Gita. Menaiki tangga menuju kamar Gita yang berada dilantai dua.
Gita mengikuti langkah suami yang baru menikahinya tadi. BahkanGuntur sudah hafal dimana kamar Gita.
"Kok abang tahu kamarku?!". Tanya Gita heran.
Mereka baru saja sampai di depan pintu kamar Gita. Dan Guntur akan membukanya.
"Rahasia". Jawabnya tersenyum usil.
__ADS_1
"Sebelum masuk kita harus bicara dulu. Aku ada sedikit protes oada abang.
Dan abang harus menjelaskan semua padaku. Kenapa..".
"Masuk dulu. kita bicara di dalam". Ajak Guntur.
Membuka pintu, dan menarik Gita memasuki kamar.
Gita kaget.
Kamarnya sudah berubah.
Bukan hanya menjadi kanar pengantin.mulai dari cat kamar dan Semua furnitur kamar juga sudah berganti, dengan kamar set baru. Dan warna juga baru.
"Kapan mama mengantinya?!". Gumam Gita.
Mereka berduri di sisi tempat tidur pengantin mereka. Temoat mereka akan...
"Maaf ya Gita. Aku yang menganti semua kamar set kamar ini. Kamar kita.
Saat aku datang dengan orang tuaku minta izin pada papa dan mana mertua untuk segera menikahi kamu satu hari setelah masa iddahmu selesai. Mereka setuju.
Abang Zai usul pada mama mertua hari itu. Untuk menganti kamar set kamu.
Makanya aku minta izin pada mereka. Biar aku yang menganti kamar set. Biar kenangan kita tercipta berawal di sini.
Kamu tidak marahkan dengan tindakan aku ini?". Ucap Guntur menjelaskan.
Gita menggeleng, sambil menarik nafas.
"Tidak. Aku memang sudah berencana untuk menukar semua. tapi entah kapan, karena aku masih bekerja. Dan belum ada niat untuk tinggal di sini. Dalam waktu dekat.
Dan juga, aku berencana akan tinggal di rumah baru yang sudah dibeli. Tapi belum ditempati". Jawab Gita.
"Oo, kita nanti yang akan menempatinya. Sekarang kamu bersih-bersih sana. sudah malam.
Kita belum sholat isya. Kita sholat berjamaah". Ucap Guntur.
"Aku masih mau bertanya. Kenapa kita menikah tanpa abang beri tahu aku. Aku syok saat sampai disini.
Aku seperti boneka saja tadi. Banyak diam dan mengangguk saja". ujar Gita melihat kearah Guntur.
__ADS_1
"Kamu bersih-bersih dulu. Nanti aku cerita. Semua yang ingin kamu tanya akan aku jawab". Ucap Guntur menghadap istrinya.
"Sana cepat. Terlalu larut ubtuk melaksanakan sholat isya". Perintah Guntur.
"Baik bang". Jawab gita.
Setelah Gita memasuki kamar mandi, dia mulai melepas jarum pentul dan bros yang dioakai di jilbabnya.
Gita membuka jilbab dan gamis yang di pakainya. mengantungnya di bekakang pintu.
Dia memakai kain satin yang biasa dipakai untuk basahan mandi. mulai mandi air hangat di shower. Karena memang ada tersedia air hangat.
Dengan cepat Gita mandi. Karena badannya gerah. Juga sudah larut, sudah lewat sedikit pukul sepuluh malam.
Dan. Saat selasai membilas tubuh, Gita tidak membawa handuk. Dia ingat, tadi dia langsung masuk kamar mandi. Bahkan masih pakai baju gamis dan jilbab lengkap.
'Bagaimana ini. Mana bang Guntur ada dalam kamar'. Resah Gita.
Dia sudah mulai kedinginan. kain basah yang dipakai untuk mandi tambah membuat dia kedinginan.
"Bang". Panggil Gita.
Dia memberanikan memanggil Guntur. Suaminya. Hanya membuka pintu sedikit. tanpa keluar kepalanya.
"Ya".
Dia melihat pintu kamar mandi yang tidak terbuka. guntur sedang duduk di kursi meja rias yang ada di kamar.
"Aku lupa bawa handuk. Tolong ambilkan di rak ruang ganti". Pinta Gita.
"Baik".
Guntur memasuki ruang ganti yang pintunya ada dekat meja rias.
"Terima kasih". Ucap gita menerima bathrobe yang di berikan Guntur.
Juga handuk kecil buat rambut. Hanya mengulurkan tangan.
"Berpakaian di ruang ganti saja. Biar aku juga bersih-bersih". Ucap guntur.
Mereka bergantian bersih-bersih. Dan sholat isya berjamaah untuk Pertama kali sebagai suami istri.
__ADS_1
.
.