Bukan Aku Merampas Dia

Bukan Aku Merampas Dia
BAB 190


__ADS_3

Sudah dua minggu Indri hidup tenang di sel. Tidak di periksa. Hanya melayani pria yang mengaku intel.


Pria itu datang kapanpun dia mau. Dan Indri harus siap melayaninya.


Tapi sore ini Indri di kejutkan oleh kedatangan Intel itu dengan seorang yang kurang lebih sama postur tubuhnya.


Tinggi kekar dan terlihat seperti bodyguard.


Padahal memang bodyguard. Ibdri saja yang tidak tahu.


"Indri. Untuk beberapa hari kedepan gantian dia yang kamu layani. Karena aku akan keluar kota untuk satu pekerjaan". Ujar intel itu.


"Kalau bang jek keluar kota, aku off dulu melayani.


Aku juga mau istirahat beberapa hari ini bang. Mau rilek dulu". Ujar Indri menolak.


Berusaha untuk nego. Bagaimana tidak. Pria kekar yang di panggil bang Jek itu sangat perkasa.


Bisa mengobrak-abrik tubuh Indri tiap hari. Bahkan kadang hingga empat jam dia di gerayangi.


"Oo kalau itu aku tidak bisa jamin. Bisa saja saat alu pergi ada yang lain yang datang dan minta dilayani. Seperti waktu jamu pertama kali masuk sel". Jawab bang jek.


Indri menjadi takut. Kalau dia akan di perkosa beramai- ramai. Seperti beberapa malam awal dia masuk sel.


Bukan satu dua orang yang memperkosa. Tapi beberapa preman. Tidak terhitung


"ok... Ok.. Aku akan layani abang ini.


Bang jek mau kemana". Ujar Indri.


Bergidik. Memikirkan waktu itu. Digilir oleh beberapa orang tiap malam. Mungkin hampir dua minggu dia di gilir tiap malam

__ADS_1


Hingga Baru dua minggu ini dia tenang. Hanya melayani bang Jek dan tidak di periksa di ruang interogasi.


Tentu dia tidak mau hal yang kematen itu terulang lagi.


Lebih baik melayani satu orang, daripada di keroyok beramai- ramai,dan bergantian.


"Aku ada tugas keluar kota. Mungkin sebulan atau lebih. Makanya Tomi yang akan bantu kamu.


Berikan info yang kamu ketahui padanya. Mungkin ada rahasia yang belum kamu berikan padaku". Ujar intel itu.


Berharap rekannya bisa dapat info lebih dari indri.


Dia sebenarnya di tugaskan oleh polisi ke daerah dimana gembong besar yang memakai indri..


Karena menurut info dari indri, gembong besar itu akan bertransaksi di pulau dekat perbatasan negara.


Di mana daerahnya terkenal kebebasan barang masuk dari luar negri.


Dikirimnya dia, karena dia bisa di percaya oleh polisi untuk menyamar. Dia juga sudah di beri info oleh Indri, siapa saja yang ikut bertransaksi dan ciri- ciri orang yang akan turun tangan bertransaksi.


Polisi akan menjadi pengawal jarak tertentu, dan Jek bisa memata-matai komplotan itu sambil masuk ke dalam kelompok bawahan gembong yang akan bergerak.


Maka mulai malam itu Indri akan melayani rekan kerja jek. Yang pasti Indri di gerayangi sambil di tanya untuk mendapat info.


Tugas polisi yang sedikit licik. Menyuruh satpam club malam untuk bersenang-senang, dan polisi dapat info.


Polisi dapat berita tanpa menyuruh anak buahnya untuk turun langsung.


Didalam sel Indri setiap hari melayani nafsu intel yang merasa dapat berkah.


Menyalurkan hasrat lelalinya pada wanita cantik tanpa keluar uang. Hanya keluar tenaga dan peluh saja hingga puas.

__ADS_1


Dan mencari info yang sangat akurat untuk diberikan pada polisi.


Sedangkan Dika di pulau K, susah payah menahan hasratnya. Dia butuh tempat penyaluran untuk pelepasan.


Tapi dia di jawal ketat oleh seorang satpam yang ternyata berjaga di dalam rumah yang dia tinggali.


Khusus untuk Dika. semua yang ada disana sudah tahu, kalau Dika tidak boleh bermain wanita.


Dika diawasi selama dua puluh empat jam. Supaya Dia tidak bisa enak-enak untuk celap- celup.


"Segitu niatnya Gita menyuruh orang mengawasiku, supaya aku tidak bisa mencicipi wanita di kota ini.


Aku kira dia mengancam dengan surat kontrak saja. Ternyata diawasi begini". Ujar Dika.


Dia memang bekerja seperti biasa, punya ruang kerja untuk memeriksa pembukuan proyek dan dua kali seminggu surfei ke proyek dan gudang.


Dia kira saat pergi ke proyek dia bisa pergi sendiri. Dan bisa cuci mata sebentar ke luar untuk mencari suasana baru. Untung-untung ada wanita yang mau diajak cek in.


Tapi tidak bisa, satpam akan mengikuti kemana pun dia pergi. Hingga Dika merasa stres sendiri. Si unyil butuh tempat untuk bemain hingga muntah.


"Padahal aku sedang ingin". Gumam Dika.


Dia yang sedang tiduran malam itu. dikamar miliknya.


Ini sudah dua minggu dia di kota ini. Dan selama itu juga si unyil tidak digunakan dengan semestinya. Yang biasa di serfis tiap hari untuk memuntahkan isinya.


"ahhh......". Geram Dika.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2