
Dika yang fikirannya agak galau kurang bersemangat saat seorang wanita panggilan melayaninya.
Padahal sang wanita sudah berusaha membuat Dika untuk terangsang.
Tapi. Pedang Dika malas untuk bangun.
Dia masih memikirkan kemungkinan yang di ucapkan sang asisten. Tentang pendapat nya yang masih mengatakan itu Gita.
Dan si aaisten baru akan percaya itu bukan Gita jika benar-benar bertemu.
'Apa benar Gita yang ada di foto pengantin itu?. Aku jadi kepikiran juga'. Guman Dika.
Tubuhnya yang kekar hanya diam tidak beraksi. Walau bagaimana pun si wanita mengerayangi.
"Bos. Apa pedangmu sudah tidak berguna lagi?. Sudah hampir dua jam aku memainkannya tidak ada tanda-tanda akan bangun". Ujar si wanita yang sudah berusaha.
Pasahal dia tadi sudah beberapa kali berusaha mengangkangi junior Dika. Tapi tidak berhasil masuk.
Karena masih lemes.
"Aku sedang banyak fikiran". Ujar Dika memandangi langit-langit kamar hotel.
"Kamu pergi saja sana, aku sedang tidak berminat". tambahnya.
Dengan kesal si wanita bangkit dari atas tubuh Dika. Dan kembali mengenakan pakaiannya kembali. Lalu keluar dari kamar hotel itu.
Dika tidak menahannya. Karena dia juga sedang tidak berminat untuk celap celup.
Dika mengunci kamar hotel yang dia tempati. Lalu masuk kekamar mandi.
Dengan santai dia berendam air hangat, untuk merilekskan tubuhnya.
Beberapa kali dia membenamoan kepalanya kedalam air, untuk menenangkan fikirannya. Fikiran yang terus memikirkan Gita.
Gita yang dia yakini sedang hamil anaknya, tapi hatinya juga kalut.
'Jika benar sang pengantin yang tadi adalah Gita. Kenapa perutnya tidak besar?.
Apa gita mengugurkan janin bibit milikku?'.
Dika semakin kalut.
Bergegas dia menyelesaikan acara berendamnya. Dia ingin segera mencari tahu tentang kehamilan Gita. Yang dia tahu dialah yang menghamili waktu itu.
Karena dia berhasil memperkosa Gita di ruang kerjanya. Fikirnya.
Dika mengambil ponselnya, lalu menelfon seseorang yang dia yakin bisa mencari tahu tentang Gita.
"Cari tahu tentang pemilik perusahaan xyz. Siapa pimpinan perusahaan itu.
Dan juga cari tahu siapa yang pesta di green house mermaid tadi siang". Ujar Dika.
__ADS_1
Menelfon seseorang untuk mencari tahu yang dia dengar dari pekerja taman. tentang nama perusahaan pemilik pesta tadi siang.
"Aku tidak rela kamu meninggal kan ku lagi Gita". Gumam Dika.
Dia melihat langit-langit kamar, mengingat kenangan waktu masih bersama Gita dulu.
Gita adalah cinta pertamanya. Dan dia belum bisa melupakannya. Walau Gita sudah terang-terangan menolaknya semenjak kasus di tempat kerja lapangan masa kuliah dulu.
Gita yang tidak terima diselingkuhi makin menjauh dan menutup akses untuk bertemu.
Bahkan Dika tahu Gita sudah menikah saat dia bertemu tanpa sengaja dengan Gita dan suaminya.
Dan waktu dia berkunjung ke perusahaan papanya dia melihat Gita yang ternyata bekerja di perusahaan papanya.
Dika pun mau di pindahkan ke perusahaan yang ada dikota ini asal Gita yang jadi sekretarisnya.
Tapi, Dika malah berencana untuk menjebak dan berbuat mesum pada Gita. Hingga dia yakin sudah membuat Gita hamil.
Padahal.
Guntur membaca do'a sambil memegang pucuk kepala istrinya yang masih memakai mukena. Lalu mencuim keningnya.
Mereka baru saja selesai melaksanakan Sholat isya berjamaah.
"Ayo. Kita lanjut beribadah". Ujar Guntur.
Dia membimbing istrinya menuju tempat peraduan mereka. Tempat favorit Guntur jika dirumah.
Guntur mulai mencumbu istrinya dengan lembut dan mesra. Membuat Gita tidak berhenti mengeluarkan suara ******* dan memanggil nama suaminya.
Perasaan yang melambung tinggi saat suaminya memberikan sentuhan yang memabukan.
Hingga guntur bersemangat untuk melaksanakan ibadah halal mereka sebagai pasagan suami istri.
Guntur yang bertubuh tegap dan sudah terlatih fisiknya, tubuhnya tidak merasa lelah untuk melaksanakan olah raga ranjang mengungkung istrinya.
Gita hanya bisa mengerang nikmat saat suaminya bergerak lincah diatas tubuhnya.
"Ayo sayangh... Aku mau sampai". Ujar Guntur terus bergerak seirama.
Gita yang juga akan mencapai puncak kenikmatan semakin ikut bergerak mengikuti suaminya.
"Abangh.. Aku...".
"Lepaskan sayang". Ujar Guntur.
Mereka sama-sama melepaskan semua rasa yang mereka capai.
"Ah.. Ah...
Erang mereka.
__ADS_1
"Banyak sekali bang, hangat". Ujar Gita.
Saat merasakan semburan hangat di bawah sana, membanjiri inti tubuh Gita.
"Iya sayang, nikmatt. Kamu hebat. Membuat aku tidak tahan". Uhar Guntur.
Merasakan jepitan dan cengkraman hangat pada pedang yang sedang mengeluarkan sisa-sisa benihnya.
Beberapa saat Guntur membiarkan istrinya menikmati pelepasan yang membahagiakan istrinya.
Sebab dia masih merasakan denyutan yang nikmat.
"Capek?". Tanya Guntur.
Dia tidak begitu menghimpit tubuh istrinya. Karena kedua tangannya posisi push up. Hingga terlihat dada polis istrinya sedang naik turun bernafas.
Gita mengangguk, lemes.
Bagaimana tidak. Guntur hampir tiga jam mengerayangi tubuhnya. Dari mulai mencumbui wajahnya, tubuhnya, intinya. Hingga seluruh tubuh Gita dijelajahi oleh mulut dan lidah Guntur.
Kecupan, sesapan dan gigitan kecil meninggalkan jejak merah di setiap inci tubuh Gita.
Hingga dengan puncaknya mereka sama-sama mengerang nikmat mencapai puncak olah raga ranjang mereka.
"Istirahatlah sebentar. Nanti abang bantu bersih-bersih, agar tidurnya nyanyak". Ujar guntur.
Gita hanya bisa mengangguk sambil memejamkan matanya.
Lelah dan mengantuk.
Sshhh... Desis Gita saat suaminya menarik pedang dari intinya untuk melepaskan penyatuan mereka.
"Kenapa?. Masih mau di jaga ya". Ujar Guntur tersenyum.
kembali menekan lembut pedangnya. Guntur mengoyang pungulnya berputar, tanpa menarik pedangnya dari sarang hangatnya.
Membuat Gita mendesis lagi. Membuat Gubtur merasakan cengkraman lembut lagi pada,..
Desis gita saat kembali merasakan sesuatu yang mau l keluar.
"Lepaskan saja". Ujar Guntur semakin menmutar-mutar pinggulnya.
Guntur merasakan hangat membasahi pedangnya. Walau pedangnya tidak ikut mengeluar kan semburan cintanya.
"Terima kasih sayang. Malam pertama yang begitu nikmat.
Semoga kita selalu sehat untuk beribadah, dan diberi rezki oleh yang kuasa hasil dari perjuangan halal kita ini". Ujar guntur.
Dia menyelimuti tubuh polos istrinya, dan mendekapnya.
.
__ADS_1
.