Dr. Ani And Family

Dr. Ani And Family
on


__ADS_3

Zainal mengucap syukur dalam hati. Merasa beruntung karena dokter Ani memesan jus alpukat. Prosesnya tidak seribet jus lainnya.


Zainal mengerjakan profesi dadakannya itu dengan sebaik mungkin agar terlihat seperti pedagang jus yang profesional di depan dokter Ani.


Ia memakai apron yang ada kemudian ia mengeluarkan buah alpukat dan memasukkannya ke dalam blender sambil mencuri pandang pada Dokter Ani yang duduk sambil berbincang dengan pria tadi.


'Apa Dokter Ani benar-benar tak mengingatku?'


'Siapa pria yang bersamanya ini?'


'Apakah ia kakaknya, temannya ataukah mungkin itu pacar atau suaminya?


Hatinya bertanya-tanya.


Pria itu cukup manis dengan wajah khas melayunya hanya saja ia tampak sedikit culun karena tatanan rambutnya ala-ala tempoe doeloe di sisir kesamping dengan minyak rambut yang terlihat klimis dan menyilaukan mata begitupun dengan bajunya yang terkesan jadul. Hem lengan panjang yang dikancingkan pada kedua pergelangan tangannya dan juga pada kancing paling atas dibawah lehernya dikancingkannya dengan sempurna.


Zainal mulai menaruh jus alpukat yang sudah jadi ke dalam 3 gelas saji sambil menatap ke arah dokter Ani.


Dokter Ani menoleh ke arah Zainal saat merasakan seseorang sedang memperhatikannya. Deg, zainal langsung terkesiap tapi ia langsung menguasai dirinya dan memberikan senyuman terbaiknya.

__ADS_1


Tak seperti yang diharapkan Zainal, Dokter Ani melengos acuh tak acuh tak membalasnya dengan senyuman. Seperti tak ada yang istimewa, Ia melanjutkan obrolannya dengan pria tadi.


Zainal sedikit kecewa karena itu tak sesuai dengan apa yang diharapkannya.


'dia benar-benar lupa denganku. sepertinya tidak ada sesuatu yang berkesan yang kutinggalkan padanya. Aku hanya seperti pasiennya yang lain. '


"kenapa ini sangat sakit?" kata Zainal sambil memegangi dadanya.


Zainal menghidangkan jus yang sudah selesai dibuatnya didepan Dokter Ani dan pria tadi.


"Ini spesial untuk Dokter Ani yang cantik dan baik hati,"kata Zainal sambil meletakkan segelas jus dengan irisan strawbery di bibir gelas dan sepotong cake di piring.


"kok nggak sama?" tanya Pria itu heran karena gelas yang disodorkan padanya tidak berhias strawberry melainkan irisan lemon dan tidak ada cake untuknya.


"Iyah mohon maaf, karena anda bukan orang spesial di hati saya".


"Apakah yang satu lagi harus dibungkus dokter?" - zainal


"Tidak perlu sebentar lagi dia akan datang" -dr ani

__ADS_1


"Apa kalian saling mengenal?" tanya sang pria menoleh kearah zainal dan Dokter Ani.


Zainal langsung mengangguk-anggukkan kepalanya dan mencoba meyakinkan pada dokter ani bahwa mereka memang sudah saling mengenal.


Dokter Ani menoleh ke arah Zainal, mengamatinya sebentar dan mencoba mengingatnya.


Zainal memasang muka handsome nya tersenyum dengan percaya diri.


Dokter Ani menggeleng menjawab pertanyaan pria tadi.


Zainal langsung menarik kursi dan duduk disamping dokter Ani.


"Coba lihat lagi dokter!! masa nggak ingat sama saya?"


Dokter Ani melihat Zainal sekali lagi dan mencoba mengingat kembali di dalam memorinya. Terdiam beberapa detik sambil menatap zainal kemudian menggelengkan kepalanya dengan mantap. Ia yakin tidak pernah melihat sosok Zainal sebelumnya.


Zainal kecewa dengan respon gadis cantik yang sedang ditatapnya itu. Ia mengerucutkan bibirnya. Mode on manjah.


Zainal memperlihatkan tangannya pada Dokter Ani.

__ADS_1


"Saya pernah terkena luka bakar dok, ini masih ada bekasnya...!" rengek Zainal manja.


__ADS_2