
"Emm.... tolong beri saya waktu!" jawab dokter Ani.
"Baiklah kalau begitu. Ini kartu nama saya dok. Tolong hubungi saya kalau dokter bersedia dan kalau dokter menolak ajakan saya, dokter tidak perlu menghubungi saya. Baiklah... waktu istirahat saya akan habis, saya harus segera kembali. saya akan menunggu telpon dokter. saya permisi dulu dok", kata zainal panjang lebar sambil bangkit membawa nampannya dan menyelasaikan pembayarannya di stand tempatnya membeli nasi tadi.
Dokter ani menatap punggung zainal yang terlihat berbeda dengan pakaiannya tempo hari saat di swalayan. Dia terlihat sangat manis dan menggemaskan apalagi saat berbicara dia juga tidak basa basi, to the point.
Hanya saja ia ragu apakah zainal benar-benar serius padanya atau tidak. Usianya lebih tua dua tahun dari zainal.Bagaimana kalau dia itu playboy. Dan melihat dari pakaian yang dikenakan zainal hari ini ia sangsi apakah benar zainal adalah pedagang jus? Kenapa dia begitu misterius? Hatinya bertanya banyak hal tentang zainal.
__ADS_1
Hatinya takut untuk memulai hubungan untuk yang pertama kalinya itu. Bukannya tidak ada pria yang mendekatinya. Cukup banyak malahan, hanya saja karena kegigihannya untuk tidak menjalin hubungan dengan seorang cowok sampai ia menyelesaikan study nya membuat cowok-cowok itu mundur teratur.
.
.
.
__ADS_1
Kakaknya yang saat itu tinggal menyelesaikan skripsinya berniat untuk tidak melanjutkan kuliahnya dan melanjutkan toko kelontong peninggalan ayah dan ibunya untuk menyekolahkan dirinya sampai Ani menjadi dokter seperti yang dicita-citakannya.
Tapi pamannya yang kini di panggilnya ayah memaksa bang alif agar tetap kuliah sampai akhir sedangkan toko kelontongnya akan disewakan untuk sementara. Abang tidak setuju jika tokonya disewakan sedangkan sang paman juga tidak mau bang alif berhenti kuliah yang tinggal selangkah lagi. Setelah berdiskusi cukup lama akhirnya paman dan abang saling sepakat bahwa abang akan tetap melanjutkan kuliahnya dan mempekerjakan pegawai di pagi hari. siangnya ani dan rina akan menjaganya setelah dia pulang sekolah dan sore sampai malam bang alif di bantu bang lukman yang akan berada di toko. Menulis skripsi, mengerjakan tugas sambil menjaga toko.
Kehidupan masa kecilnya sangat berkesan dalam hatinya. Meski tidak kaya tapi hidup keluarga nya berkecukupan. Ayahnya adalah seorang guru agama di sekolah swasta. Beliau adalah orang yang sangat sabar dalam menghadapi keluarganya.
sedangkan ibunya adalah sosok yang pemarah, cerewet dan keras kepala tapi juga punya sisi yang dermawan dan hangat pada anak-anaknya. Ketika ibunya marah-marah ayahnya hanya mendengarkan saja tanpa menyelanya sama sekali. Jika ibu menangis mengeluhkan sikap ayah atau kenakalan anak-anakya dengan sabar ayah hanya mendengarkan dan menyediakan bahu serta dadanya untuk ibu meluapkan tangis dan kemarahannya. Ibunya bahkan memukul-mukul dada ayahnya yang diam saja tak menjawabb. ayahnya tidak marah sama sekali bahkan beliau memeluknya dengan erat sambil berbisik "maafkan aku... maafkan aku..." kemudian mencium kening dan kepala ibunya.
__ADS_1
jika mood sang ibu sedang baik beliau akan sangat perhatian terhadap sang ayah. Ayahnya yang pandai membaca situasi akan bermanja-manja pada ibunya, Minta ini dan itu.