Dr. Ani And Family

Dr. Ani And Family
awas


__ADS_3

21+


Please...!!! anak-anak jangan baca ini. Tunggu setelah kalian menikah ya!! please!!


??????!!!!!????!!!!!------!!!!!!!????????????


Laila sedang memakai lingerie untuk merayu suaminya yang sedang ngambek.


Dia mematut tubuhnya di cermin. Perutnya terlihat mulai membuncit , bokong nya semakin berisi dan dadanya tampak semakin meluber apalagi kali ini ia tak memakai bra.


Gumoh-gumoh kamu mas, batinnya sambil menggigit bibir bawahnya. Laila tidak tahu kenapa suaminya itu terlihat sangat marah padanya sampai mengacuhkannya seperti itu.


Ia yang dulu garang dan selalu membuat Laila mati kutu kini malah ngambekan, mintanya diperhatikan, dimanja-manja disayang-sayang.


Laila jadi heran. Ini bawaan bayi atau memang sifat asli suaminya seperti itu. Kalau tahu kamu begini mas.... Laila bergumam dalam hatinya sambil mencari pose sensual yang bisa bikin suaminya itu tak tahan dan ingin melahapnya, aku nggak akan takut sama kamu, batinnya.


Selama ini kalau Lukman kesal dia bisa dijinakkan diatas ranjang dan masalah akan selesai setelahnya. Lukman akan bicara kenapa dia marah setelah selesai mencapai puncaknya dan melakukan sesi penutupan atau pendinginan setelah adegan inti diselesaikan.


ceklek,


pintu terbuka dan nampak muka Lukman yang garang dengan sosok matanya yang menatap tajam. Hanya beberapa detik saja kemudian ia memalingkan muka dan mencari pengalihan.


Wajahnya nampak mulai gusar dan Laila menangkap hal itu. Ia mulai menjalankan perannya.


Bagaimana mungkin suaminya yang sebelum tahu dia hamil selalu minta jatah setiap hari bisa sampai dua atau tiga kali itu bisa tahan dengan godaan yang disuguhkannya.


Baju menerawang dengan belahan dada yang maksimal dan buahnya yang saling berdempetan dan bergelantungan. Saat Laila berjalan ke arah suaminya kaki mulusnya tersibak dan ********** terlihat menantang. Merah menyala warnanya.


Lukman menelan ludahnya mencoba tak terpengaruh dan bertahan dengan pose diamnya. Pura-pura tidak goyah padahal rasanya jantungnya sudah bergolak. Mendidih rasanya.


Setelah tahu istrinya hamil Ia harus sering menahan diri karena tak ingin istri dan anaknya kenapa-napa. Melihat istrinya memakai pakaian tertutup saja dia tergoda apalagi seperti ditantang seperti ini.


Matanya memang tak melirik tapi ekor matanya bisa menangkap gerak gerik istrinya.


" Mas.... laper.... pingin mie...." katanya manja sambil mengelus perutnya.


Lukman yang sedang melepas baju kemudian melirik istrinya.


" Ini anak kamu yang pingin mas...." Tangannya mengarahkan tangan suaminya agar memegang perutnya.


Lukman membiarkan bajunya terbuka dan nampak dada bidangnya yang penuh dengan bulu. Perutnya yang kotak-kotak dan rambut halus yang menjalar dari dalam celananya sampai ke pusarnya.


Kini Laila yang terperangah dan ingin menjamah suaminya.


Mereka saling menatap dan udara terasa panas disekitar mereka.


Lukman merundukkan kepalanya dan mencium perut istrinya.


" Kamu lapar nak? jangan makan mie ya yang lain saja!" Ia mencium perut itu lagi kemudian berdiri tegak.


"Makan yang lain saja ya. Aku buatkan mau nggak?" kata Lukman. Pertahanannya goyah.


Laila menggigit bibirnya sambil membelai dada dan perut Lukman. Tentu saja suaminya itu hanya memejamkan mata merasakan sensasi yang diciptakan istrinya.


"Aku pingin makan kamu saja dulu . Boleh nggak?" Laila mengedipkan matanya berkali-kali.


imut.....

__ADS_1


"ugh.... Kamu yang mulai yank..." Lukman tak tahan lagi dengan sesuatu yang mendesak-desak di dalam aliran darahnya. Ia sudah mencoba untuk menahannya.


"Aww...." Laila terpekik kaget karena suaminya tiba-tiba mengangkat tubuhnya dan menggendongnya ke atas tempat tidur. Menaruhnya hati-hati karena sang istri kini tak hidup untuk dirinya sendiri tapi untuk buah hatinya juga.


" Yank.... aku sudah menahannya.... Ini kamu yang memaksa ya...." Suaranya terdengar parau.


Laila tersenyum melihat suaminya yang tidak berdaya," iya....sayangku... ini aku yang minta karena anak kamu bilang sudah kangen sama ayahnya. Gimana dong? Masa ayah nggak kangen sih sama bunda.... eh sama adek....?"


Mereka saling berbalas senyum," Iya.. ayah kangen sama adek. Adek baik-baik saja kan? Ayah periksa ya?" Lukman mulai beraksi


"umh..........."


" Sama bundanya nggak kangen nih?" Laila melepaskan tautan bibir mereka dan ganti merajuk.


"Masa udah kayak gini belum tahu jawabannya"


"Ummmhhhh...." Laila memukul pundak sang suami yang ******* bibirnya seperti orang kelaparan.


"Jawab dulu...! Kangen sama bundanya apa enggak?" Laila menaikkan intonasi nya.


"Kangen banget sayang..... Sampai hampir gila..."Lukman menghentikan aksinya dan memandang wajah istrinya yang sedang mengerucutkan bibir.


"Gombal..."


"Ummhhhh....."


"Mas...."


"hem..."


"pelan....!"


"sstt... pelankan suaramu!"


.


.


.


.


Nafas keduanya tersengal-sengal setelah mendapatkan kepuasan karena bisa melepaskan sesuatu yang menjadi kebutuhan dua insan yang dimabuk asmara sebagai tanda sayang dan cinta diantara mereka.


Peluh bercucuran di badan mereka terutama Lukman. Dengan nafas yang masih terengah-engah Laila mengusap keringat di dada suaminya dengan lembut.


" Suamiku......sayangku.... cintaku.... kenapa tadi marah pada adinda? Apa salah hamba paduka?" Laila membuka suara dengan menggoda dan berpura-pura seperti seorang permaisuri dan raja.


" Aku cemburu...." Lukman yang masih memejamkan mata menjawab dengan memajukan bibirnya.


"Uluh uluh..... comelnya....." Laila mencakup bibir Lukman karena gemas. " Cemburu sama siapa?" Ia mengorek lebih dalam sebelum mode cemberut suaminya datang.


"Aku tadi nggak ngenalin wajah Zainal tapi kamu langsung tahu kalau itu dia..."


"Astaghfirullahaladzim..... sayangku.....ihh.... kamu ya.... Iya tahulah. Dulu pak Zainal kan pernah manjangin brewoknya kayak gitu....."


"aku takut kamu masih suka dia yank... Dia kan anak orang kaya..."

__ADS_1


"Tapi aku sayangnya cuma sama kamu. Iih... kamu tega deh mas nganggap aku kaya gitu...." Laila membalikkan badannya memunggungi suaminya. Ia marah.


"Bukan gitu yank.... Aku takut aja... Maaf..." Lukman memeluk perut istrinya dan membelainya dengan sayang. Ia menciumi rambut istrinya berkali-kali karena rasa bersalah pada istrinya dan menuduhnya yang bukan-bukan.


"Maaf..... Aku masakin ya.... tadi katanya laper.... yah.... mau ya..... yank.... maaf...." Laila masih tak bergeming dari posisinya.


Aku akan lakuin apa aja asal kamu mau maafin aku. Jangan diam kayak gini yank.....


Kamu boleh hukum aku apa saja yank.... yank.... maaf...."


"Apa saja ya?" nada bicara Laila ketus dan menegaskan.


"Iya apa saja...." Lukman terlihat pasrah.


Laila membalikkan badannya sambil tersenyum


" Pakai baju dan celananya terus berdiri di depan pintu. Pakai sabuk juga!"


"ngapain?"


"mau nggak?"


"Iya mau.."


"Udah buruan...!"


Meski bingung dengan permintaan istrinya lukman tetap melakukannya juga. Ia memakai baju dan celananya tak lupa juga sabuknya kemudian ia berdiri di depan pintu.


"Jalan ke sini kayak foto model!"


"Yank.... kalau foto model itu biasanya bajunya dilepas satu persatu".


"Iya kayak gitu.... Jalan kesini....terus balik lagi ke sana terus kancing bajunya dilepas satu-satu terus jalan ke sini sambil pamer perutnya. Ayo mas... sama jalan! Jangan diam aja disitu!" Laila sudah duduk sambil menutup dadanya dengan selimut.


Lukman bergaya sesuai arahan istrinya. Melepas bajunya kemudian diarahkan kebelakang dipegang dengan jari-jarinya. Berjalan layaknya model diatas catwalk. Setelah bajunya ia lemparkan ke sembarang arah karena permintaan istrinya itu ia kemudian disuruh memasukkan jari-jarinya ke dalam celananya dan memiringkan wajahnya sambil menggigit bibir bawahnya.


Laila menggigit ibu jarinya karena keinginan gilanya terpenuhi dan itu benar-benar diluar ekspektasinya.


Lukman melepaskan seluruh bajunya dengan buru-buru dan masuk ke dalam selimut kembali.


"Mas.... belum selesai peragaan busananya...."


" Pikiranmu ini ya.... " ia menunjuk kening istrinya.


" Yah mas.... " selimut yang menutupi dadanya melorot tepat didepan muka Lukman.


"On lagi ini. Tanggung jawab!"


"aahhh.... Mas udah dong! kan barusan udah!"


"Nggak mau tahu pokoknya tanggung jawab. Pakai ini!" Lukman memegang tangan istrinya dan mengarahkannya.


"Kalau pakai tanganku sendiri itu dosa tapi kalau pakai tangan istri itu nggak papa. Sampai finish pokoknya. Titik"


"ugh. Kenapa jadi aku yang kena getahnya?"


"Yang ikhlas yank.... biar jadi pahala..."

__ADS_1


"Baik paduka raja...."


__ADS_2