Dr. Ani And Family

Dr. Ani And Family
copet


__ADS_3

Zainal yang baru sampai di supermarket bergegas menuju ke ruang rapat setelah meminta tolong salah satu security untuk memarkirkan mobilnya.


Laila tampak senang ketika melihat zainal datang. Ia bergegas mendatangi zainal dengan tangan yang seolah ingin memeluknya untuk mengadukan nasib yang dihadapinya. Zainal langsung mengangkat kedua tangannya.


"Mundur la", perintah zainal


"Tolong adik saya pak..!" kata Laila sambil mundur beberapa langkah dengan menangkupkan kedua tangannya di depan dadanya. Ia menangis terisak-isak.


"Duduk dulu...! Ia melihat sekeliling ruangan. Ternyata semua orang sudah berkumpul. Disana ada Pak dirman, seorang wanita yang wajahnya terlihat sinis, seorang remaja dan seorang lelaki yang berdiri di pojokan.


Zainal melihat sosok lelaki yang berdiri kemudian mencoba mengingatnya. Ia merasa tak asing dengan wajah itu. Sesaat kemudian ia ingat dengan model tatanan rambut klimis yang kini agak berhamburan yang sebagiannya menutupi kening tapi malah terlihat keren. Dua kancing kemeja bagian atas terbuka dan sedikit memperlihatkan dadanya yang bidang. lengan kemejanya pun digulung setengah lengan hingga tampak ototnya yang kekar. sungguh tampak berbeda dan manly banget. Membuat zainal iri.

__ADS_1


"Bang lukman..? zainal ingin memastikan bahwa orang yang ada didepannya memang benar -benar bang lukman kakak sang pujaan hati, dokter ani. Yang ditanya tak menjawabnya dengan kata-kata, ia menggerakkan dagunya menunjuk ke arah ibu yang tampak kesal.


Zainal pun mengerti ini bukan saatnya membicarakan hal-hal pribadi. Ada masalah yang harus segera mereka selesaikan.


" Bagaimana kejadiannya tadi?" Zainal duduk di dekat pak Dirman.


"Dia mencopet dompetku. Anak kecil ini harus dihukum dan aku akan mengajukan tuntutan pada swalayan ini karena disini tidak aman. Pasti ini sudah direncanakan oleh pihak swalayan dan anak-anak berandal seperti dia. Kalian memancing pelanggan datang kemari kemudian mencopet dompet-dompet mereka. Cih.. trik murahan!" katanya bersungut-sungut.


"Bu Carla, sabar dulu. coba kita dengarkan dulu bagaimana kejadiannya tadi!" kata pak Dirman pada wanita yang bernama bu Carla yang langsung melengos.


"Lukman, Bagaimana tadi kejadiannya ?" lanjut pak dirman

__ADS_1


Zainal melihat pak Dirman dan Lukman bergantian. Mereka tampak akrab. Apa mereka saling kenal? Ia ingin bertanya tapi dipendamnya mengingat situasi yang terjadi saat ini sama sekali belum dia mengerti.


.


Saat di rumah sakit tadi pak dirman menelponnya, meminta zainal untuk segera kembali ke swalayan karena ada pencopetan di parkiran. Tak lama setelah itu laila juga menelponnya, ia meminta tolong sambil menangis. Laila mengatakan adiknya di pukuli dan mau dipenjara.


Niatnya tadi ingin meminta jawaban pada dokter Ani. Begitu mendapat telepon dari pak Dirman dan Laila ia pun bergegas kembali ke tempat kerjanya.


Zainal sempat melihat dokter ani dan pasien yang sedang bersitegang. Sekilas dia membaca bahwa pasien itu tidak punya biaya. Dia kemudian menitipkan kartu namanya pada resepsionis untuk menghubunginya kembali dan meminta untuk membebankan biaya pasien tadi pada dirinya dia berjalan cepat meninggalkan rumah sakit sambil berharap keberuntungan ada padanya. Saat itulah dr. ani melihatnya sekilas.


.

__ADS_1


" Tadi aku sedang berjalan menuju musolla. Kemudian aku mendengar orang-orang di parkiran berteriak 'copet-copet' aku pun berlari mengejar seorang remaja yang sedang berlari sambil memeluk sesuatu. Saat mendapatkannya aku melihatnya memegang dompet wanita tapi karena dia terus melawan dan mencoba melarikan diri terpaksa aku memukulnya dengan keras, " lukman menjelaskan awal kejadiannya


__ADS_2