
Zainal yang sudah selesai memeriksa berkas-berkas yang ada di mejanya melihat jam dinding . Ternyata jam sudah menunjukkan pukul dua. Seperti biasa, ia kemudian melenggang meninggalkan ruangannya, niatnya sih untuk memantau keadaan supermarketnya. Tapi kenyataannya kadang berbeda.
Banyak wajah-wajah berseliweran untuk mencuci mata setelah melihat banyak tulisan dari laporan yang ada di mejanya ataupun surat-surat yang masuk ke emailnya yang membuatnya matanya lelah dan jenuh.
Dari lantai dua ia melihat beberapa orang yang mencurigakan. mereka terlihat sedang membolak-balikkan barang kemudian menunjukkannya pada temannya. Mereka melakukannya berkali-kali dengan berpindah-pindah tempat. Dari tempat display makanan ringan, bahan makanan, sembako sampai kosmetik. Kemudian mereka memasukkan beberapa barang ke dalam keranjang belanja mereka.
Zainal berbaik sangka mungkin mereka sedang membuat resep masakan atau apa. kemudian di mengalihkan perhatiannya dan melihat ke daerah kasir dan matanya kembali melihat gadis berkerudung yang pernah dilihatnya waktu itu. Manis..... Seperti ada telepati diantara mereka gadis itu lagi-lagi menoleh ke arah zainal.
Tap.... mata mereka bertemu dan untuk kesekian kalinya ia tersenyum pada zainal yang sedang menatapnya.
Mendapat senyuman manis dari seorang gadis membuatnya lupa kalau ia sudah punya kekasih. Ia pun membalasnya dengan tersenyum narsis.
Untung saja Hape disakunya bergetar sehingga bisa membuat pandangan kedua insan itu terputus.
__ADS_1
" Iya..."
" pak ada masalah?"
" masalah apa?" Zainal meminta penjelasan dari supervisor yang ada di dalam divisinya sambil berjalan menuruni tangga dengan tergesa-gesa.
Ia berjalan menuju tempat display makanan ringan yang tadi disinggahi orang-orang yang sempat dicurigainya. Supervisor yang tadi menelponnya sudah ada di sana sedang memeriksa makanan yang didisplay di situ. Untuk pemantauan sementara Tidak ada yang kadaluwarsa.
Beberapa karyawan dari bagian lain juga sudah berkerumun disitu ingin mengerti situasi yang terjadi.
Sekarang ia berpikir keras apa yang seharusnya dilakukan di saat seperti ini.
'Aku harus bisa memimpin perusahaan ini dengan baik untuk membuktikan pada pak dirman bahwa aku layak untuk menjadi pendamping putrinya'
__ADS_1
" kamu dari divisi mana?" tanya zainal dengan tegas sambil menunjuk salah satu gadis yang ada disana
" saya..... HRD pak" jawabnya sedikit ketakutan karena tadi dia hanya berniat untuk melihat apa yang terjadi tanpa ingin membantu apalagi mencarikan solusi tapi sekarang ia merasa sebentar lagi akan mendapatkan caci maki.
"Semua Anak HRD periksa gudang. Lihat tgl exp. Jangan bergerombol disini!"
Mendengar perintah manajer dari divisi dalam anak-anak HRD langsung bubar barisan dan yang tertinggal disitu sekitar sepuluh orang dari divisi yang ada dalam naungan Zainal, bagian pemasaran dll yang berhubungan langsung dengan customer atau pembeli.
"Kamu kamu kamu kamu cek semua barang yang ada di deretan kanan dan kiri kalian! periksa dengan benar dan beri tanda agar nanti bisa dilanjutkan oleh anak-anak sift malam!"
'Wahhh ternyata aku lumayan juga, batinnya tersenyum bangga rasanya ia ingin melompat karena tidak menyangaka dengan kemampuan yang ada dalam dirinya
Ia kemudian memberi perintah kepada supervisor yang sedari tadi diam saja karena ini adalah pertama kalinya zainal terlihat keren di depannya. Bersikap tegas dan tampak berwibawa.
__ADS_1
"periksa semua barang-barang yang ada exp. dan awasi mereka" kata zainal pada pak supervisor
Hp zainal kembali bergetar kembali dan setelah membaca pesan di wa nya wajahnya terlihat tegang. Ia berlari kembali ke lantai dua menuju ruang meeting.