Dr. Ani And Family

Dr. Ani And Family
izin


__ADS_3

" apa kekasihmu terluka?"


"iya, dia kena pisau tadi, jadi mesti dijahit"


" pisau? Memangnya siapa mereka sampai berani melukai orang dengan pisau?" tanya papanya heran


" Menurut polisi, mereka sebenarnya salah satu geng preman di daerah selatan. Jika sudah masuk menjadi anggota maka mereka harus setia pada pimpinannya selamanya dan tidak bisa keluar lagi. kalau ada anggota yang mau keluar itu akan dianggap sebagai pengkhianat .


Mereka dipaksa melakukan kejahatan yang merugikan masyarakat dan jika mendapatkan uang maka uangnya akan dibagi sama rata setelah diambil terlebih dahulu oleh bosnya.


Dua orang yang mau keluar itu salah satunya terluka parah setelah dibantai habis-habisan. mereka akhirnya berhasil meloloskan diri kemudian ke berniat bersembunyi sekaligus berobat ke rumah sakit. sayangnya keberadaan mereka tercium oleh ketua geng dan hendak dibawa secara paksa" zainal menjelaskan secara panjang lebar dan papanya mendengarkan dengan seksama.


"cerita tentang mafia itu ku kira itu hanya ada di luar negri, sungguh miris negriku. Apa jadinya negara kita kedepan jika pemudanya berpikir mendapatkan uang dengan cara instan sehingga mudah tergiur dengan godaan yang seperti mereka janjikan" kata papanya lirih.


zainal menghempasakan nafasnya. Semoga segera sembuh dan bangkit Indonesiaku, berdiri sejajar dengan negara-negara maju lainnya, doanya.


"zein... besok pak dirman izin tidak masuk dan memintamu untuk meeting dengan koko lim di Bogor. papa juga sudah mendafatarkanmu menjadi peserta seminar di hotel tempatmu menginap. Kalau semuanya lancar hari senin kau sudah bisa pulang zein...!"

__ADS_1


"Tapi pah....?"


" ayolah zein... papa harus menyuruh siapa lagi kalau bukan kamu?"


Zainal berlalu pergi meninggalkan papanya. Ia merasa masih terlalu muda untuk menjalankan bisnis keluarga. Ia masih ingin menikmati masa mudanya, pergi kesan kemari tanpa beban berat di punggungnya. sebagai anak tunggal yang dibesarkan tanpa pernah kekurangan dan selalu dimanja ia tumbuh menjadi pribadi yang kurang bersemangat dalam bekerja dan kurang memahami tanggung jawab.


Zainal biasanya merengek pada pak dirman untuk urusan meeting tapi kali ini sepertinya pak Dirman bertindak lebih berani daripada biasanya. 'Berarti pak Dirman sudah tahu kalau aku pacaran dengan putrinya. Kalau kali ini aku menolak lagi apa yang akan dikatakan pak dirman pada kekasihku?' batin zainal.


.


.


"Apa tidak sebaiknya kau izin hari ini kak?"


" Aku sudah baikan adikku sayang.... aku bahkan sudah menolong banyak pasien hari ini" kata Ani santai


" Kekasihmu nggak kesini kak?"

__ADS_1


"Nggak. Mas zein tadi malam bilang kalau hari ini mau keluar kota nanti"


" Enaknya punya pacar. Ada yang merhatiin, Kemana-mana ada yang nemenin"


"Anak belum cukup umur nggak boleh iri," kata Ani dan karina menyambutnya dengan mengerucutkan bibirnya.


Sepanjang jalan karina berceloteh tentang banyak hal sedangkan Ani hanya menanggapinya sesekali. Setiap orang yang berpapasan dan mereka kenal disapa oleh Karina dengan riang.


Sesampainya Di kantin mereka memilih tempat duduk faforit mereka, di bangku paling pojok. Menikmati makanan mereka sambil sesekali bergurau dan mengamati orang-orang yang ada disekitar mereka.


Dokter Ibrahim tiba-tiba datang dengan membawa nampan dan duduk di depan karina yang langsung terdiam. karina diam seribu bahasa dan makan dengan tenang tanpa mengeluarkan suara. Suasana yang tadinya ceria kini menjadi sedikit aneh


"Nanti ada meeting dokter," kata dokter Baim kepada dokter ani


"iya, tadi barusan saya dapat pemberitahuan"


" Seharusnya dokter izin dulu hari ini,"

__ADS_1


"saya sudah baikan dok"


__ADS_2