
Sayup-sayup ia mendengar suara adzan dari musolla disebelah swalayan. Ia melihat jam dinding ternyata sudah hampir setengah empat.
Zainalpun berjalan pelan menuju musolla. Ia menertawakan dirinya sendiri.
'Ketika hati sedang risau barulah aku solat di awal waktu, kalau di panggil calon mertua saja aku berlari dengan tergesa-gesa, kalau Alloh yang memanggilku aku santai saja menuju padanya malah sering kuminta ia menungguku sampai beberapa jam'
Zainal pun bergegas dengan sedikit berlari menuruni tangga. Ia masih sempat melihat sebentar aktifitas orang-orang yang masih sibuk di lantai satu.
Sesampainya di musolla iqomat sudah dikumandangkan. Zainal pun bergegas menuju ruang wudlu. Berkumur, menghisap air ke hidung, kemudian membasuh muka dengan berniat di dalam hati untuk menghilangkan hadas kecil, membasuh tangan sampai lengan, mengusap sebagian kepala, telinga kemudian membasuh kaki sampai mata kaki.
Ia keluar dari tempat wudlu sambil mengancingkan lengannya dan menurunkan ujung celananya sambil beprjalan dengan cepat.
"Alloohu akbar"
Zainal ikut menjadi makmum masbuk dan hanya mendapatkan dua rokaatnya imam. Setelah imam mengucapkan salam ia berdiri kembali untuk menggenapkan rokaatnya.
" Assalamualikum warohmatulloh..."
Zainal kemudian meraup mukanya dan ikut menengadahkan tangan karena sang imam sedang berdo'a.
__ADS_1
subhana robbika robbil izzati amma yasifun wasalamun alal mursalin walhamdu lillahi robbil alamin.
semua jamaah menyapukan kedua telapak tangan pada wajah masing-masing. kemudian mereka berdiri sambil bersalam-salaman
Allohumma solli ala muhammad ya robbi solli alaihi wasallim.
Sollallohunrobbuna ala Nuril Mubin wa ala alihi wasohbihi wasallim
Zainal bersalaman dengan Lukman dan pak dirman yang ternyata juga berada di antara jamaah yang tidak ada satu shof itu. Satu persatu para jamaah meninggalkan musolla. Hanya ada lukman yang melanjutkan dzikirnya dan zainal yang meratapi nasibnya
' Umat islam itu mayoritas di Indonesia tapi kenapa sholat asar di musolla kecil ini satu shof aja nggak penuh. Pada kemana semua sih.... masak ngejar dunia sampai segitunya' batin zainal
degg
whussss
Kipas angin gantung yang sedang mnghadap ke arahnya seakan menampar kesombongannya.
Baru juga jamaah asar satu kali saja udah songong, zainal.zainal.... hatinya mengingatkan zainal.
__ADS_1
Karena hatinya sedang galau ia kembali duduk di lantai mencoba berdialog dengan Yang Maha Pemberi kehidupan.
Ya Alloh saya ingin sekali jadi orang yang bertanggung jawab, yang bisa memegang amanah, tapi kenapa nggak bisa - bisa juga. Ya Alloh tolong saya ya Alloh... katanya tanpa bersuara hanya menggerak-nggerakkan bibirnya.
Ia kemudian meninggalkan musolla setelah puas berbisik dan meminta pada Yang Maha kuasa. Ia merasa tidak enak hati bila ketahuan lukman kalau dirinya sedang galau seperti anak gadis yang sedang datang bulan, ngambek.
Malam itu zainal lembur sampai larut. begitupun hari-hari berikutnya. Ia menghabiskan hari-harinya dengan bekerja dan bekerja. Ia bahkan tak bertukar pesan dengan kekasihnya. Ia sedang berusaha memantaskan dirinya agar cocok bersanding dengan Ani. Ia menahan diri sampai hilang kegalauannya dan siap bertemu dengan Ani yang menurutnya sangat sempurna sebagai seorang wanita dan memenuhi syarat dan kriterianya
.
.
Ani sedang memegang hp nya. Ia menonaktifkan datanya terlebih dahulu kemudian menulis di aplikasi hijau beberapa kata , sejenak kemudian dia menghapusnya.
Sudah beberapa hari zainal tak ada kabar. Ia ingin sekali mengirim pesan dan bertanya, ada apa gerangan, sedang ada masalahkah, lagi sibukkah. Tapi begitulah Ani padahal itu adalah hal lumrah yang biasa dilakukan oleh sepasang kekasih.
Iya kekasih, Ani sadar itu hanyalah ikatan yang dijalin oleh manusia tanpa ada kekuatan hukumnya. Maka ia takut berlebihan jika ia sampai bersikap posesif padahal secara hukum agama mereka belum saling memiliki.
Ia bertekad akan melakukannya nanti, pada suaminya bersikap Agresif dan posesif.
__ADS_1
Ia menghidupkan datanya kembali dan memasukkan hp ke dalam sakunya. Ia melangkahkan kakinya untuk keluar dari ruangannya.
Tiba-tiba hapenya bergetar dan ia melihat nama mas zein ada di sana