
karina sedang menonton drakor sambil duduk dan makan snack kentang. Ani juga melihat drakor sambil tiduran dan sesekali membaca buku tentang keaehatan disaat iklan. Mereka berdua berada di ruang tengah yang terlihat dari ruang tamu karena selambu yang digunakan sebagai batas pemisah antara ruang tamu dan ruang tengah sedang dibuka. Mereka hanya akan menariknya dari ujung ke ujung jika sedang butuh privasi sehingga keadaan di dalam rumah tidak terlihat oleh tamu.
sedangkan Bang alif dan istrinya mia sedang beremesraan di sofa ruang tamu. Bang alif membaca buku yang kadang dikeraskannya agar istrinya yang sedang tiduran di pangkuannya ikut mendengarkannya. sesekali mereka melakukan tanya jawab. Lebih tepatnya mia yang bertanya tentang sesuatu yang belum dimengertinya dan suaminya dengan sabar akan menjelaskannya.
" assalamualaikum...." zainal menengok sedikit kedalam rumah yang terbuka itu sambil mengetuk pintu karena melihat para penghuni rumah sedang bersantai.
" waalaikum salam warohmatulloh...." jawab mereka serempak sambil menoleh ke arah suara.
"Mas zein..." Ani yang tadinya tiduran tengkurap sambil menekuk kakinya sehingga terlihat betisnya karena kain sarungnya tersingkap langsung berdiri tegap grak karena kaget melihat ternyata kekasihnya yang datang.
Ani yang sedang memakai kaus oblong dan sarung kemudian ngacir ke dalam kamarnya untuk ganti baju.
Padahal menurut zainal itu soo cute. Masih ada cewek yang suka pake sarung kayak gitu. Mirip-mirip dengan muslimah jaman bahuela yang pake jarik tapi kalau jaman dulu atasannya pakai kebaya.
Ani yang menggunakan kaos oblong tipis dan kedodoran itu malah membentuk tubuh bagian atasnya sehingga bentuknya terlihat oleh zainal. Apalagi kerah kaus yang rendah membuat dadanya terekspos. Rambut yang diarahkan kebelakang semua dan dijepit menjadi satu malah memeperlihatkan lehernya yang indah.
__ADS_1
Zainal sampai melongo melihatnya. Masya Alloh, sempurna sekali. zainal membatin sambil bernafas kembali.
Nanti kalau sudah jadi istriku aku akan minta dia pake sarung terus ah. lucu. kayak gadis desa yang polos gitu.... batin zainal sambil tersenyum menertawakan angan-angannya
"silahkan masuk....!" kata alif ramah sambil menjabat tangan zainal yang langsung tersadar bahwa ia masih di rumah orang.
seorang gadis muda yang memakai kaos lengan panjang dan juga sarung dan berkerudung mempersilahkan zainal untuk duduk
" mari silahkan duduk... temannya Ani ya. tunggu sebentar ya... Ani masih ganti baju kayaknya" kata mia sambil beranjak dari tempat duduknya kemudian menarik selambunya sehingga ruangan tengah tidak bisa dilhat dari ruang tamu
Zainal mengamati Bang alif yang sedang duduk disofa yang menghadap kearahnya Ia juga memakai sarung dan kaos oblong.
' ooohhh semuanya suka pake sarung' zainal menyimpulkan dalam hatinya
" teman ani di rumah sakit?" tanya Alif yang belum mengenal zainal
__ADS_1
" bukan. saya... "
" ini boyfriend nya Ani bang " kata lukman yang baru masuk sambil menaruh kunci mobil zainal di meja depannya. Ia pun ikut duduk di sebelah bang alif, menghadap zainal.
Bang Alif langsung terdiam dan mengamati pacar adiknya. Zainal yang sedang ditatap dua orang lelaki didepannya merasa keki. Ia hanya menundukkan kepalanya, padahal dia belum diinterogasi. Baru juga diamati.
Ani datang memecah keheningan," kok nggak nelpon kalau sudah sampai?" tanya Ani kemudian duduk di sofa single yang menghadap ke meja
"tadi aku udah telpon udah wa tapi centang abu-abu."
" oh ya?" ani bertanya sambil mengernyitkan keningnya.
kemudian ia menepok jidatnya pelan"oh iya. hp ku kan sedang di cas dikamar, pantesan nggak denger ada panggilan" kata Ani kemudian sambil nyengir sebagai permohonan maaf pada zainal
" oh iya.....yang ini bang alif kakak kandungku. kalau bang lukman ini sepupu sekaligus saudara sepersusuanku" kata ani memperkenalkan bang alif yang lebih dekat dengannya terlebih dahulu
__ADS_1