
Aku, kak Lala dan Karina sedang berada di kamar bang Lukman. Aku membantu melepaskan aksesoris yang ada di kepalanya kak Lala. sedangkan Rina masih antusias dan mengambil foto barang-barang bawaan dari para tetangga kak Lala dan juga beberapa yang disiapkan sendiri oleh bang Lukman.
"Kak, tadi yang direbutin sama orang-orang tadi apa?" tanyaku penasaran
"oh itu....perlengkapan dapur, ada dandang, panci, centong, kukusan, tampah, piring dan gelas plastik, saringan. Itu namanya bubak kawah. Biasanya dilakukan saat punya mantu untuk pertama kalinya."
"lucu lho kak.... baru kali ini lihat yang kayak gitu. Ibu-ibunya begitu dapat aba-aba dari pembawa acara langsung diserbu itunya tadi. Kasihan mas nya yang bawa tadi. pasti kakinya Keinjek-injek haha... lucu deh..." kataku
" bang Lukman kok mau ngelakuin kayak tadi ya kak. Emang kakak apain sih kok jadi manut kayak gitu" kata Rina
"Aku cuma bilang ingin pernikahan adat Jawa karena ayah dan ibu berdarah jawa. Aku juga nggak nyangka kalau mas Lukman mau melakukan ini semua. Ternyata dibalik wajah garangnya itu dia sweet banget" Kak Lala menutup mukanya karena malu membuat aku dan Rina berpandangan dan menelan ludah. Masa bang Lukman yang galak dibilang sweet .... hadeh.....Dasar cinta...
"tadi itu juga kenapa makannya nggak ditunda dulu. Makan di pelaminan .... bikin malu. kesel aku sama abang...." Rina nyerocos kemudian mengambili peniti dan jarum pentul dikerudung kak lala.
"ehm....." bang Lukman berdehem saat masuk kamar. ia baru saja solat dhuhur di masjid.
"apa eham ehem...? tadi kenapa sih bang makannya nggak ditunda dulu? kayak orang nggak makan berhari-hari saja?"
"mubadzir kalau nggak dihabiskan. Kalau sekarang baru dimakan ya nggak enak lah. enek mbededek"
__ADS_1
Ia melihat istrinya yang kepalanya sedang ku otak atik bersama Karina. Ia meletakkan kopyahnya di meja kemudian mendaratkan badannya di kasur. Kedua telapak tangannya dipakai sebagai bantal kepalanya. Ia menatap kak Lala dengan pandangan manja. wow... Ternyata bang Lukman bisa ya kayak gitu.... hadeh.... cepat sekali perubahannya. Padahal belum sebulan pernikahannya.
"banyak tamu lho bang.... masak tidur...."kataku
Kak Lala menggerakkan telapak tangannya meminta agar kami berhenti melepas accecoris di kepalanya. Ia berjalan ke arah suaminya dan duduk disampingnya. Ia memijit kaki bang Lukman pelan-pelan dengan penuh kasih sayang.
"capek ya yang..?"
Bang Lukman menganggukkan kepalanya sambil menatap mata istrinya dengan pandangan puppy eyes. hiyya.... ada apa dunia. merinding jadinya.
"Nanti aku malam aku pijitin" kak Lala mengatakannya dengan pelan tapi kami masih bisa mendengarnya. ia menutup mulutnya dengan telapak tangan nya agar tak terlihat oleh kami.
"iya.... yang penting sekarang mau nemuin tamu dulu. Kasihan bang Alif sama ayah.. tamunya nggak habis-habis"
Eh... bang Lukman mengarahkan kedua tangannya pada kak Lala minta ditarik, dibangunkan.
Ya Alloh... bang Lukman kenapa jadi manja begitu ya.... nggak salah lihat kan.....
"mmmmuuahhh....." bang Lukman mencium bibir kak lala. "aku tagih nanti janjinya..."
__ADS_1
"Abang.......!!!!! lihat-lihat dong.... ada anak kecil ini!!" teriak rina
"tutup mata dong !" katanya sambil memakai celana kemudian melepaskan sarungnya.
"kak Lala jangan mau digituin...!"katanya lagi
"eh... kenapa?"
"pokoknya jangan mau kak! dia itu kan galak suka marah-marah nggak jelas. ngambekan juga."
"dasar anak kecil....!! istri itu ya harus mau diapa-apain sama suami. Kamu ini aneh...!"ia mengacak rambut Rina sambil berlalu keluar kamar.
"ish......"
"buruan solat...! banyak tamu tuh....!"kata bang Lukman saat hendak menutup pintu.
"baik tuan muda...."candaku
"nggak jelas.., yang menikah siapa yang disuruh nemuin tamu siapa " Rina masih sewot
__ADS_1