
Tanpa aba-aba Zainal langsung mencium kening Ani untuk pertama kalinya. Mereka saling memejamkan mata merasakan gelenyar-gelenyar aneh yang menjalar di seluruh tubuh keduanya.
"I love you..." Kata Zainal dengan mesra sedang telapak tangannya berada di kedua sisi wajah istrinya.
Sorot mata keduanya penuh damba saling mengisyaratkan cinta yang sudah mereka jaga.
Mendapatkan kata cinta dari sang suami Ani justru merasa sangat malu sekali. Ia hanya memamerkan senyumnya tanpa balas menjawabnya.
"Saya...ng kau tak ingin membalasnya?" Tanya Zainal merajuk.
"Aku juga..." Jawab Ani singkat.
"Juga apa...?" Zainal benar-benar seperti anak kecil yang bersikeras untuk mendapatkan apa yang diinginkannya.
Tok tok tok !!!
Bunyi ketukan pintu itu benar-benar membuat Zainal kesal. Ia mengerucutkan bibirnya sambil berjalan menuju tempat tidur dan melepaskan kancing bajunya kemudian menaruhnya di kursi. Matanya menyapu ke sekeliling ruangan yang di dominasi warna pink nampak girly sekali
Pria yang baru saja menjadi seorang suami itu merebahkan tubuhnya dengan kaki yang masih menggantung menyentuh lantai di tempat tidur yang ditaburi bunga-bunga melati sehingga bau harum langsung menyeruak ke dalam indra penciumannya.
Memang kamar itu tak sebesar kamarnya tapi cukup rapi dan bersih.
Ani menutup pintu kamarnya dan membawa nampan yang baru saja diantar oleh kak Mia kemudian menaruhnya di atas meja riasnya.
"Makan dulu yuk mas, dari pagi aku belum makan apa-apa...!" Kata Ani sambil duduk di bibir tempat tidur di sebelah suaminya.
"Makanlah aku belum lapar " Kata pria yang kini hanya memakai kaos oblong saja sambil memejamkan mata.
Ani menggigit bibir bawahnya, sepertinya dia tahu kenapa suaminya tiba-tiba ngambek seperti itu. Ia ingat bagaimana kedua kakak iparnya jika sedang merayu suami yang sedang ngambek atau sedang malas-malasan untuk beraktifitas.
'Apa aku harus melakukannya juga? Tapi ini memalukan? Bukankah akan terlihat aku yang lebih tak sabaran?' Batin Ani.
Ia menutup matanya menimbang-nimbang apa yang sebaiknya ia lakukan.
Gadis itu pun memberanikan diri tidur menyamping di dekat sang suami dengan bertumpu di sebelah tangannya.
"Mas..." panggil nya pelan.
"Hem..." Zainal yang menggunakan kedua telapak tangannya sebagai bantal belum juga berniat membuka matanya. Bukan hanya jenggot dan kumisnya saja yang bersih tapi ketiak Zainal juga terlihat gundul tanpa bulu-bulu yang menghiasi seperti kebanyakan lelaki.
Ani menyentuh ketiak suaminya dengan jari telunjuk nya.
"Aduh..." Kepala Ani terkena siku Zainal yang bergerak cepat karena rasa geli yang membuatnya refleks untuk menutup ketiaknya.
__ADS_1
Ani mengusap kepalanya yang kini sudah melepaskan penutup kepalanya.
"Maaf sayang..." Zainal yang merasa bersalah segera memiringkan tubuhnya dan mengusap kepala istrinya kemudian menciuminya berkali-kali.
"Maaf..." Kata Zainal lagi.
"I love you..," Kata Ani sambil menatap wajah sang suami yang merasa bersalah.
Gerakan tangannya yang sedang mengusap kepala istrinya berhenti kala mendengar kata-kata yang sangat ia harapkan keluar dari mulut sang istri. Pria itu seketika langsung tersenyum. Kebahagiaan membuncah di dadanya. Ia merasa tersanjung dan menjadi pria yang paling beruntung.
Zainal mendekati bibir yang sejak tadi ingin dinikmatinya dan sang istri hanya diam menunggu dengan rasa penasaran dan debaran jantung yang menggila.
Perlahan Zainal mengecup bibir Ani dan melihat reaksi sang istri yang ternyata masih terbuka matanya.
" Tutup matamu Din, nikmati sensasinya!"
Ani dengan patuh langsung menutup matanya yang membuat Zainal malah tertegun. Terlihat sekali kalau itu adalah pertama kalinya untuk mereka.
Karena merasa tak terjadi apa-apa Ani perlahan-lahan membuka matanya yang disambut wajah suaminya yang sedang menatapnya dengan senyuman manisnya.
"Ih.... jahat banget sih..." Kata Ani sambil mencubit lengan suaminya.
"Adududuh..., sakit Din..." Zainal mengusap lengannya yang terasa panas karena cubitan sang istri yang tak main-main.
Getar-getar indah di dada dan di dalam sukmanya.
Setelah beberapa lama tak ada balasan Zainal melepaskan tautan bibirnya dan membuka matanya. Dadanya bergemuruh merasakan indahnya detak jantung yang senada seirama cinta diantara mereka.
"Ini ciuman pertama kamu ya Din ?" Tanya Zainal yang dijawab anggukan oleh istrinya.
" Pantes.... " Kata Zainal memprovokasi agar istrinya mau membalas ciumannya
"Emang sebelumnya kamu pernah ciuman mas?" Tanya Ani dengan serius.
"Nope..."
"Pantes.... masih amatir..." Jawab Ani yang membuat Zainal membelalakkan matanya. Jiwa kelelakiannya memberontak tak terima di katakan amatir oleh istri yang baru saja dinikahinya.
"Amatir?" Tanyanya dengan tak percaya seolah sang istri sedang meremehkannya.
"Hehem..."
"Oh ya..?" Zainal tak sabar kemudian langsung menyerbu bibir istrinya. Melu*** dan mengh****nya dengan beringas sampai istrinya merasa bibirnya kebas dan kehabisan nafas.
__ADS_1
Ani mencubit perut suaminya agar menghentikan ciumannya.
"Siapa yang amatir sekarang?" Tanya Zainal dengan puas.
" Sakit.... kenapa digigit sih?" Rengek Ani dengan manjanya.
Zainal menyentuh bibir istrinya yang tadi dia gigit karena Ani tak mau membuka mulutnya.
" Memangnya ciuman cap kakap itu kayak gimana?" Tanya pria yang manisnya tak ada habisnya.
"Yang kayak di drakor-drakor itu" Jawab Ani apa adanya.
Zainal meletakkan telapak tangan istrinya di rahangnya.
"Kalau cukuran emang gini ya mas?" tanya Ani sambil meraba rambut-rambut tipis yang ada di rahang sang suami. Rasanya geli-geli semriwing sampai membuatnya menggigit bibir bawahnya saking senangnya.
"Suka nggak?" Tanya Zainal yang makin gemas dan ingin segera memakan istrinya tapi ia ingin menciptakan momen yang tak terlupakan selamanya jadi dia memilih bergerak pelan-pelan agar semuanya tepat dan indah pada waktunya.
"Suka...." Jawab Ani malu-malu.
"Tapi aku sisain sedikit karena pingin tahu rasanya dicukur sama istri bagaimana ..." Kata Zainal manja.
"Sudah ganteng kok.... ngapain di cukur lagi..." Tangan Ani masih mengelus rahang dan wajah suaminya yang tampan dan manisnya nggak abis-abis.
" Beneran aku ganteng?" Zainal masih ada sedikit jeolus pada mantan tunangan istrinya.
" Bener lah. Paling gantengg sedunia...."
"Gomball.... kamu belajar gombal darimana hayo?"
"Itu bukan gombal itu kenyataan..." Ani bersikukuh dengan pendapat nya yang membuat suaminya tersenyum bahagia dan siap memagut bibir istrinya lagi tapi urung karena terdengar suara ketukan pintu kamar.
Tok tok tok
"Makan dulu... sebentar lagi jum'atan Zein...!" Terdengar suara bang Alif yang berada di balik pintu.
Kontan saja Zainal langsung terduduk saking kagetnya, "Kok bang Alif tahu kita belum makan Din...?" Tanyanya panik.
"Kebetulan aja... Kan tadi yang nganter makanannya kak Mia..." Jawab Ani seadanya.
"Nggak aku yakin bang Alif itu tahu hal-hal yang ghoib kayak gitu-gitu..."
"Nggak mas, makan dulu yuk. Aku laper banget mana tadi pagi diajak jumping sama bang Lukman lagi.
__ADS_1