Dr. Ani And Family

Dr. Ani And Family
khilaf


__ADS_3

Saat keduanya sudah duduk diatas motor Lukman menarik kedua tangan Laila agar memeluk perutnya. Tas ranselnya kini ia taruh didepan dadanya. Tak ada lagi yang menghalangi diantara keduanya. Laila pun bersemangat dan langsung mengeratkan pelukannya. Menempel kan tubuhnya dipunggung suaminya. Membuat Lukman megap-megap nggak karuan. Ia tak segera menstarter motornya karena detak jantungnya berlarian saling berkejaran. ia menutup matanya karena menahan gejolak didadanya. Umurnya sudah 30tahun lebih tapi ini adalah pengalaman pertama nya berdekatan seperti itu.


"wah pengantin baru..... manisnya.....!" ibu-ibu yang sedang mencari kutu duduk berbaris dari depan ke belakang ada empat orang melihat interaksi keduanya.


"hati-hati. Pegangan yang kenceng biar nggak jatuh!"


"jadi pingin balik muda lagi deh,.."


Lukman tersadar dari lamunannya, kemudian mulai menyalakan mesin motornya.


"mari Bu ibu....!" kata Laila melewati mereka


"iya hati-hati!"


Dikepala Lukman sudah tecatat agendanya hari ini. Ia mengingatnya lagi. Setelah mengantar Laila dan melihat toko sebentar kemudian pulang ke rumah ayahnya untuk mengambil buku tabungan dan surat-surat yang diperlukan. untuk mengambil uang cash di bank juga mengambil beberapa pakaian. ke bank, terus membayar hutang pada rentenir preman kemudian ke sawah lalu menjemput Laila.


Sepanjang jalan Lukman mencoba mengalihkan ingatannya akan wanita yang sedang memeluknya dengan mesra. Bukannya tak suka mendapat perlakuan seperti itu tapi dia ingin menunggu pernikahan resminya baru menjalankan malam pertama.

__ADS_1


Sesampainya di swalayan tempatnya bekerja Lailaa menunggu suaminya yang sedang memarkirkan motornya di pintu depan.


Saat Lukman datang dan berjalan kearahnya Laila diam karena terpukau pesona pria galaknya. Kaos yang melekat ditubuhnya yang tegap. celana jins yang membalut kakinya yang panjang sehingga membuat langkah kakinya lebar-lebar. Rambutnya indah bergerak-gerak mengikuti langkah kakinya. Dan wajahnya terlihat tegas sedikit galak, rahangnya keras dan tatapan matanya tajam seperti elang. bibir nya gelap dan tebal. alisnya tebal dan hitam. Membuat Laila seakan melihat orang yang berbeda dari Lukman yang biasanya memarahinya. Cowok Melayu yang wow


Seakan tak sadar Laila berjalan dengan tak sabar ke arah suaminya dan menautkan tangannya di lengan Lukman. Ia tak ingin ada wanita lain yang melihat keindahan ciptaan Tuhan disampingnya. Ia hanya untuk ku seorang, batin Laila.


Lukman menengadahkan tangannya dan Laila menyambutnya dengan memberikan tangan kirinya.


"hape" kata Lukman bermaksud meminta hape istrinya


"ooh...."Laila menarik tangannya sedikit malu karena sudah salah menebak. Ia pun memberikan hapenya pada Lukman. Lukman kemudian mengetik nomernya dan memencet tombol dial. Keningnya berkerut dan bibirnya berkedut. Ia ingin sekali tersenyum tapi gengsi. Nomernya ternyata sudah ada di hape Laila dengan nama mas L. Ia mengembalikan hape Laila dengan raut muka yang biasa, datar saja. tapi hatinya berbunga-bunga


"pacar baru ya? cakep bener....?"


"eh iya loh.... manly banget cuy...."


"duh .,.... dari belakang aja ganteng...."

__ADS_1


"pacar kamu keren la..,"


laila senyum-senyum saja mendengar tanggapan teman-temannya. Ia belum berani mengatakan bahwa pria itu adalah suaminya. Bagaimana kalau dituduh yang bukan-bukan, misalnya dikira sudah hamil duluan. Toh sebentar lagi kan nikah secara resmi lalu resepsi jadi mereka akan tahu sendiri


.


Sampai didepan cafe Lukman melihat mobil Jeep milik para preman kemarin dan disebelahnya ada mobil Pajero. salah seorang dari anggota geng itu mengarahkan Lukman untuk masuk ke dalam mobil Pajero dan Lukman pun mengikutinya. Ternyata mereka membawa lebih banyak orang daripada yang Lukman kira. Meski ia bisa beladiri tetapi hatinya ketar ketir juga jika jumlahnya sedemikian banyaknya. mulutnya terkatup rapat tetapi hatinya terus berdo'a dan membaca sholawat.


Didalam mobil itu ada si ketua dan dua orang anak buahnya. Ia sedang menghisap rokoknya dan menghembuskan nafasnya yang penuh asap ke muka Lukman saat ia akan duduk


"uhuk uhuk" Lukman mengipaskan tangannya di depan mukanya. Kemudian dia duduk dengan tenang meski hatinya sedikit tegang. Diluar mobil tampak anak buah si ketua dengan tampang sangar-sangar dan Lukman mencoba menenangkan hatinya.


Lukman mengeluarkan sebungkus rokok yang sudah berkurang isinya dan korek berwarna abu-abu di dashboard. Si ketua mengerutkan keningnya heran kemudian menatap Lukman.


Lukman yang melihat tatapan yang mengandung pertanyaan itu kemudian berkata, "aku minta maaf karena kemarin hatiku sangat galau lalu aku menghisap rokok milikmu tanpa sadar. Tolong dimaafkan dan diikhlaskan"


Lukman kemudian mengambil rokok dengan merk yang sama tapi masih dalam keadaan tersegel dan ditaruh nya disamping rokok yang pertama," tolong dimaafkan agar hal ini tak membebaniku di akhirat kelak!"

__ADS_1


Siketua nampak bengong mendengarkan penjelasan Lukman


__ADS_2