Dr. Ani And Family

Dr. Ani And Family
intip


__ADS_3

Pria itu maju menuju dokter ani dengan menyeret tiang infusnya," dia istriku, terserah padaku mau ku apakan. kenapa kau ikut campur urusan rumah tangga kami?" katanya dengan tatapan nyalang pada doktet ani.


plak!!


"ini untuk istrimu" dr ani mengatakannya sambil memukul kepala pasien di depannya.


Pria yang sedang marah itu semakin emosi karena gadis yang tak dikenalnya itu memukul kepalanya sampai mengarah ke bawah. Dia membelalakkan matanya sambil mengangkat kepala. pria itu melihat dokter ani dari atas sampai bawah. dan kini dia tahu bahwa gadis di depannya adalah seorang dokter.


"Apa kau dokter gila?"


plak..!!


"ini untuk putrimu" kata dokter ani sambil mengangkat alisnya dan memiringkan kepalanya saat pasien itu sudah mengangkat kepalanya kembali dan melihat dokter ani dengan tatapan jahatnya sambil menggeretakkan giginya.


"jangan dokter! jangan pukul suami saya lagi, dia sedang sakit!" kata istrinya sambil mendekat ke arah mereka setelah beberapa saat hanya melihatnya karena rasa tekejut dan takut. Ada seseorang yang mau membelanya dari kemarahan sang suami.


Tak disangka suaminya malah mendorong tubuh istrinya yang sedang berusaha menjaganya agar tak di pukul dokter di depannya sampai tersungkur di lantai.


"aahh...."ia mengaduh kesakitan. "sabar yah" katanya sambil melihat ke arah suaminya.

__ADS_1


Para perawat yang melihatnya dengan sigap menolong wanita itu dan mengajaknya menjauh.


"tolong suami saya!" pintanya pada para perawat


"ibu tenang saja! dokter ani akan menyelesaikannya" kata para perawat sambil memegang tangan sang ibu dengan erat agar cukup melihat saja kejadian yang akan berlangsung.


.


.


"kau kira aku tidak berani memukulmu karena kau seorang wanita haa?" bentak pria itu. Tangan kanannya bergerak untuk mencabut jarum infus di tangan sebelah kirinya agar bisa lebih leluasa.


"ahhhh....... ahh.. sakit dokter sakit... sakit ini sakit....." teriaknya mengaduh kesakitan.


"kalau bapak ingin lebih lama di rumah sakit aku bisa membantumu. aku akan mematahkan tulang kaki dan lehermu. Mengerti?" gertak dokter ani


Bapak itu begidik ngeri melihat dokter ani. Tak disangkanya gadis cantik dengan tubuh tinggi kurus itu mempunyai kekuatan yang tak terduga.


Dokter ani menunjuk ranjang pasien menggunakan dagunya. Dan pria itupun menurut, naik ke atas bed sambil meringis kesakitan.

__ADS_1


" Tapi bagaimana aku membayar tagihannya?" katanya lirih


"Ini yang menderita usus buntu tadi pagi bukan?" tanya dokter ani ke arah para perawat yang masih menunggu di pintu untuk melihat adegan yang lebih seru.


"i iya dokter" jawab mereka gugup dan bersamaan.


" kirim tagihannya kepadaku !"


"baik dokter" jawab mereka serempak sambil melepaskan tangan wanita tadi.


"Memangnya apa yang sudah kau berikan padanya sehingga kau bisa memukulnya seenak jidatmu? Apa pekerjaan anda pak tua?" dokter ani kembali melihat pak tua


"buruh pabrik"


"buruh pabrik? masih jadi buruh pabrik sudah sewenang-wenang seperti itu. bagaimana kalau sudah jadi pemiliknya. akan kau apakan istrimu? Memangnya orang tuanya melahirkan dan membesarkannya agar bisa kau pukuliii?" dokter ani tak bisa menahan amarahnya dan meluapkannya pada orang yang lebih tua itu tanpa sopan santun.


Istrinya datang kemudian memijit tangan suaminya yang diplintir dr ani tadi.


"Dimana bapak akan dapat istri yang seperti ini? yang lebih mementingkan keselamatan suaminya daripada khawatir dengan masalah uang. Harta bisa dicari bersama asalkan dengan orang yang dicintai tapi kalau nyawa sudah melayang, tidak ada toko yang menjualnya. kenapa bapak tidak melihat apa yang dipikirkannya, melihat kebaikannya" dr ani menumpahkan kekesalannya dengan ceramah panjang kali lebar.

__ADS_1


Dari balik jendela kaca sepasang mata sedang mengawasinya


__ADS_2