Dr. Ani And Family

Dr. Ani And Family
preman


__ADS_3

Ani berjalan keluar bukan kearah zainal melainkan ke arah dua orang tadi . Tapi ketiga pemuda itu sudah berlari mendahuluinya dan mendekati pria bertopi dan si pasien. Mereka berebut saling menarik kursi roda dan pasien yang duduk diatasnya tentu saja merasa ketakutan tapi yang bisa dia lakukan hanya mencengkeram kursinya agar dia tidak terjatuh.


Salah satu pria itu mendorong si topi yang masih berusaha mempertahankan cengkeramannya pada pegangan kursi roda. lelaki bertopi pun jatuh terjengkang ke tanah.


"Berhenti!!!", dr. ani berteriak dengan lantang pada para pemuda yang usianya kira-kira 20 tahunan itu.


"jangan ikut campur dokter!" kata pemuda yang memakai hodie.


"Serahkan pasiennya padaku dan setelah itu kalian boleh pergi!"- dr ani


Si topi beranjak berdiri dan berusaha mendekati kursi roda tapi lelaki yang memakai anting memukul kepalanya sampai jatuh dan pelipisnya terantuk kursi taman. Darahpun mengalir dari kepalanya. Ia menggelengkan kepala karena penglihatannya tiba-tiba kabur dan sesaat kemudian ia pun jatuh pingsan.


"Bawa dia pergi!!" kata lelaki bertato pada si hodie yang sedang memegang kursi roda.

__ADS_1


Ani melakukan pemanasan dengan meregangkan kedua tangannya keatas, menggerakkan badan dan kepalanya ke kanan kemudian ke kiri sampai terdengar berbunyi 'kretek'.


Bug!!!


Ani langsung menendang perut si anting dengan kekuatan penuh dan membuat orang yang ditendangnya terhuyung-huyung kebelakang dan jatuh di tempat sampah.


Lelaki bertato itu mukanya menjadi merah padam karena marah pada wanita di depannya yang berani ikut campur urusannya. Ia pun mulai menyerang Ani. dengan kaki kanannya ia menendang ke arah perut Ani , tapi ani dengan sigap menghindarinya.


"Hya...t..... ciya..,!!"


"AAAAAGGGHGHH......"


Lelaki beranting bangkit berdiri, mempiting leher Ani dengan lengannya dan menekuk tangan kiri dr Ani ke belakang. Ani menendang punggung si tato dengan kekuatan penuh hingga dia jatuh terhuyung-huyung kemudian segera menyikut orang yang ada di belakangnya dan dengan high heelsnya dia menginjak kaki si pembuat onar sehingga terlepaslah tangannya dari tubuh dr. Ani.

__ADS_1


dr. Ani kemudian mundur beberapa langkah dan berlari maju dengan cepat kemudian memutar badannya 180 derajat dan melakukan tendangan belakang dengan mengarahkan telapak kakinya pada kepala si anting yang langsung terpental jatuh di pot-pot tanaman rumah sakit.


Lelaki hodie yang melihat kedua temannya sudah tak berdaya kemudian mendorong kursi roda yang sejak tadi di pegangnya ke bawah.


Zainal yang ada ditaman yang tanahnya lebih landai dari bangunan rumah sakit terkejut melihat kursi roda yang meluncur ke bawah. Pasien itu membelalakkan matanya sambil mencengkeram kursi rodanya. Memang hanya sekitar 2 meter panjangnya jalan yang mirip seluncuran itu dan tingginya hanya sekitar 50 cm dari lantai rumah sakit. Tapi meluncur dengan menggunakan kursi roda tentu saja berbahaya apalagi untuk orang yang baru saja menjalani operasi.


"wha..wha..wha..wha..whawaa...!!!." Zainal panik dan mencoba menangkap kursi roda itu agar orang yang duduk diatasnya tidak terjatuh. Zainal menahan kursi roda yang mengarah padanya dengan hati kebat kebit sampai ia mundur beberapa langkah. tapi akhirnya selamat. Kursi rodanya berhenti dan Pasiennya aman meskipun tadi ia cukup ketakutan dan memejamkan matanya pasrah bila ia harus berakhir dengan tragis.


Si hodie mengeluarkan pisau dari dalam saku celananya. Ia menekannya dan keluarlah mata pisau yang berkilatan cahanya karena terpapar matahari. Ia sedikit membungkukkan badannya dan melangkah perlahan ke arah dr Ani membentuk putaran. Ani juga melangkah mengikuti arah jarum jam dengan kewaspadaan tinggi.


.


.

__ADS_1


.


aku pingin nulis adegan laga yang bagus sampai aku sendiri bisa membayangkan sedang berada di situ, tapi belum bisa juga. hiks


__ADS_2