Dr. Ani And Family

Dr. Ani And Family
Zainab


__ADS_3

Sampai didepan rumahnya terdengar adzan Maghrib baru selesai dikumandangkan. Aku menyerahkan ketiga paper bag yang berisi kebaya kepadanya saat kami sudah turun dari mobil.


"Entah kita berjodoh atau tidak pastikan kau memakainya dan mengingatku kalau aku pernah mengisi hari-harimu". Aku mengatakannya dengan nada bicara yang cukup kasar karena hatiku sedang kesal. Dia mencintaiku atau tidak sebenarnya.....


Ia melihatku dengan tatapan tidak suka tapi tetap mau mengambilnya dan membawanya masuk ke dalam rumahnya. Aku sendiri berjalan ke arah musolla yang ada di seberang jalan untuk sembahyang Maghrib


Musolla yang nampak kecil ini ternyata jamaahnya penuh. Aku harus berada di sof paling belakang bersama anak-anak kecil karena harus mengambil wudlu terlebih dulu.


Bacaan syahdu sang imam mampu melenyapkan rasa pegal dan penat yang menggelayuti kaki dan pikiranku. Membawaku terbang melintasi bumi dengan segala keindahan yang bisa dilihat dan dirasakan.


Sampai salam, wiridan kemudian berdoa aku sungguh-sungguh menikmatinya. Aku tak ingin buru-buru pergi meninggalkan tempat ini. Tempat yang bisa menghilangkan segala resah dan mencurahkan segala kesah. Meminta pada yang Maha Kuasa agar segalanya dipermudah.

__ADS_1


Ternyata para jamaah juga tidak beranjak dari musholla. Sebagian ada yang duduk dan sebagian yang lain solat Sunnah dan ada yang menyiapkan meja kecil di belakang imam. Setelah sang imam solat sunnah kemudian beliau berbalik ke arah para jamaah.


Ternyata ada acara pengajian dan sang imam ternyata adalah bang Alif.


Oh... ternyata pacarku dari keluarga yang kental agamanya.


Setelah salam dan muqoddimah bang Alif mulai membaca kitab siroh Nabawiyah.


Nabi Muhammad mempunyai 4 orang putri dan dua putra . Putri pertama Nabi bernama Zainab, kemudian Ummu kulsum, Ruqoyyah dan Fatimah.


Zainab kecil menjadi tumpuan tugas rumah tangga , membantu merawat dan menjaga Fatimah adiknya karena usia ibunya dan juga karena sang ibu sibuk melayani perbekalan ayahnya yang saat itu sering berkhalwat ke gua Hiro.

__ADS_1


Ketangkasan dan kecantikan Zainab ini menjadi buah bibir orang-orang Mekkah. Ia adalah gadis incaran Bani Hasyim untuk dijadikan istri atau menantu para bangsawan quroisy. Tetapi hanya satu orang pemuda beruntung yang bisa sering bertamu di rumah Muhammad dan Khodijah. Ia adalah Abu Al ash bin robi' keponakan Khodijah binti Khuwailid. Pemuda tampan dan baik budi pekertinya


Sebagai seorang pedagang kerapkali ia pulang dengan membawa oleh-oleh untuk bibinya dan menyelipkan hadiah kecil untuk gadis pujaan hatinya yang cepat menjadi dewasa dan mekar semerbak di usianya yang baru menginjak usia sepuluh tahun. Abu Al ash bin robi' diterima dengan hangat dan ramah oleh keluarga Muhammad karena akhlaknya yang baik


Terkadang saat ia berada di Yaman atau di Syam ia merasa khawatir akan tersaingi oleh pemuda-pemuda Quroisy yang lain tetapi setelah direnungkannya kembali hanya dia yang punya kesempatan diterima baik dan mesra di rumah Muhammad. Hanya dia yang punya kesempatan untuk merayu maupun bicara basa basi untuk mendapatkan perhatian dari si dara rekah itu.


Ia merasa mantap mempersiapkan bekal hidupnya nanti dan bila sudah waktunya tiba akan segera menyunting kekasih hatinya itu . Ia menahan rindu untuk menjaga jarak dan membatasi diri meski peluang untuk bertemu dengan Zainab cukup besar.


Saat bertamu Abu Al ash kerapkali menceritakan berbagai pengalamannya di berbagai negri sehingga membuat Zainab bahagia karena itu menambah pengetahuannya tentang dunia luar.


Khodijah melihat jika tumbuh rasa cinta diantara keduanya. kemudian dengan cara yang halus dan hati-hati menceritakan kepada suaminya mengenai hubungan yang terjadi antara putrinya dengan keponakannya Abi Al ash. dan suaminya yang bijaksana itu merestui hubungan keduanya.

__ADS_1


__ADS_2