Dr. Ani And Family

Dr. Ani And Family
janji


__ADS_3

Si ketua memberikan rokoknya yang masih menyala pada orang yang sedang berdiri di luar pintu. Ia memandang Lukman dengan heran. Ia bahkan sering mengambil hak orang dengan paksa tanpa memikirkan perasaan mereka apalagi berpikir tentang pertanggung jawabannya kelak di akhirat.


Tetapi kenapa orang yang disampingnya ini sangat aneh. Hanya sebungkus rokok yang lupa tak dibawanya malah membuat Lukman merasa bersalah seperti itu. Sesuatu menggelitik dalam hati lelaki yang sudah berkelana di kehidupan kelam dan hitam. Ada sedikit rasa ingin berubah dan kembali menjadi orang yang baik. Menjalankan kehidupannya dengan tenang dan sederhana. Tapi ia takut untuk memulai nya.


Lukman masih menyimpan pistol si ketua dan ia tak berniat untuk mengembalikannya karena itu berbahaya jika ditangan orang yang salah.


"ini dua puluh lima juta jangan pernah mengganggu mereka lagi!" kata Lukman sambil memberikan tas ranselnya yang berisi uang yang barusan diambilnya dari bank.


siketua tersadar kemudian ia melemparkan tas ransel itu pada dua orang yang duduk dibelakang mereka.


"hitung jumlahnya!"


Pikiran si ketua masih tak bisa mencerna jalan pemikiran Lukman. kenapa mau memenuhi janjinya dengan datang dan membawa uang untuk melunasi hutang Doni


"apa hubunganmu dengan mereka?"


"sekarang mereka adalah keluargaku"


"kau menyukai kakaknya?"

__ADS_1


"iya"


"cih.... naif sekali. Kenapa kau repot-repot mengurusi orang yang hanya akan menyusahkanmu?" kata ketua itu tak percaya ternyata di dunia ini masih ada orang seperti itu yang rela berkorban untuk orang lain.


"pas boss. Dua puluh lima juta" kata anak buahnya.


"Aku minta tasku..." kata Lukman


salah satu anak buah yang baru saja menghitung uang kemudian memindahkan uang tadi ke tas mereka sendiri dan melempar tas ransel Lukman ke arah pemiliknya.


"urusan kita selesai, jangan pernah berurusan dengan mereka lagi " kata Lukman sambil menangkap tas yang dilemparkan ke arahnya.


"Tunggu!" kata siketua pada Lukman. Ia merampas tas ransel Lukman kemudian meminta tas anak buahnya yang sudah berisi uang dari Lukman. Mengambil lima gepok uang dan ditaruhnya di dalam tas ransel Lukman. kemudian dia menutupnya dan mengembalikan tas ransel itu pada pemiliknya.


"sudah keluarlah!"


"tapi bos...." sela anak buahnya melihat perbuatan bos nya yang aneh. Dengan susah payah, adu jotos tadi malam untuk mendapatkan uang itu sekarang malah di berikannya beberapa juta pada orang yang mau membayar nya


Lukman mengembalikan tas miliknya pada si ketua. "ambil saja ! aku tak ingin berurusan dengan kalian lagi" kata Lukman ketus. Ia hendak membuka pintu mobil itu tapi si ketua menahan tangannya dan menaruh tas ransel itu diatas pangkuannya.

__ADS_1


"Aku janji tak akan mengganggu kalian lagi. Ambil saja ini. Pinjaman anak kecil itu tak sebanyak ini." katanya


"tapi bos...." anak buahnya masih saja merengek.


"ambil saja. Aku tidak mau suatu saat kau menagihnya dengan Bunga yang lebih besar lagi."kata lukman


"aku bersumpah tidak akan mengganggu kalian lagi, Demi Alloh!" kata siketua membuat orang yang mendengarnya merinding. Terutama anak buahnya. Bagaimana tidak. setiap hari mereka bergumul dengan dosa tak disangka bosnya bisa bersumpah dengan nama Tuhan untuk hal yang tidak jelas dan pastinya mereka akan mendapat hukuman dari bos besar nantinya.


"tolong terima ini dan doakan aku semoga suatu saat bisa bertaubat" siketua berbisik di telinga Lukman. Lukman juga masih heran tapi kata-katanya barusan membuatnya harus menerima uang itu dan akan mendoakannya dengan benar. Jika ia ingat bagaimana si ketua itu mengendus-endus Laila rasanya ia ingin menjotos mulut dan hidungnya. Tapi itu artinya ia dan siketua sama saja nggak ada bedanya.


Lukman kemudian keluar dari mobil itu dan berhenti sejenak memperhatikan wajah-wajah para preman yang ada disitu berjaga-jaga jika suatu saat bertemu mereka di suatu tempat dia akan lebih waspada.


Geng preman itu hanya melihat saja karena tidak ada perintah apa-apa dari sang ketua. Samar-samar Lukman mendengar dari dalam mobil


"bos besar pasti akan marah bos....."


"kalian diam saja! aku yang akan bertanggung jawab"


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2