Dr. Ani And Family

Dr. Ani And Family
maaf


__ADS_3

Alif pun membalikkan badannya dan memeluk pinggang sang istri kemudian menempelkan keningnya dengan kening istrinya. Mengusap air mata istri kecilnya itu dan mencium bibirnya sekilas.


"Aku juga minta maaf sayang... Sebenarnya aku juga merasa belakangan ini kau memang agak sedikit manja dan tubuhmu juga seperti sedikit berbeda. Tapi Aku tidak berani untuk memintamu melakukan test. Aku takut jika hasilnya tak sesuai dengan harapan kita. Meski begitu aku ingin menjadi orang pertama yang tahu jika kau hamil sayang....Bukankah aku yang mengusahakannya, hem... "


"Maaf.... ...mas, besok aku mau periksa ke dokter. Apa mas ada waktu besok?"


Alifpun mengangguk menyetujui permintaan sang istri. Mereka berdua tersenyum masih dengan kening yang saling menempel.


"Apa kau menginginkan sesuatu sayang! hem....katakan padaku!"


Mia tersenyum malu kemudian menunjuk dada sang suami dengan telunjuknya,"aku ingin di peluk"


"Hanya itu? "Alif meraih dagu istri kecilnya dan memberi kecupan pada bibir sang istri yang sedang tersenyum. "Baiklah karena aku suami yang baik, aku akan memberimu bonus plus plus sayang"


Mereka pun tersenyum dan menikmati malam itu dengan hati yang bahagia, saling menerima, tanpa rasa marah


.


.

__ADS_1


Mia yang sedang mengiris sayuran tersenyum ketika ada tangan yang memeluk perutnya dari belakang kemudian menaruh dagu di pundaknya. Ia menoleh sekilas dan mencium suaminya.


"I love you" Alif mencium rambut Mia yang masih basah


"I love you too" bisik mia


"ehem ....ehem..." karina berdehem dengan keras. "Tolong ya kalau bermesraan dikondisikan. Kasihan aku yang masih kecil dan polos ini!" katanya


"jadi sekarang kamu masih kecil? Mana kemarin ya... cewek kecil yang sudah ngebet pingin nikah? " alif berlalu sambil mengacak rambut karina


"abaanggg....! jahat banget sih"


"syukurlah... kukira kakak dan bang alif semalam bertengkar gara-gara aku. aku takut banget tau kak? ini mulut ember banget" kata karina memukul bibirnya pelan


mia mengangguk-anggukan kepalanya," iya tadi malam mas marah besar tapi sekarang sudah nggak. Dia sudah menghukumku"


karina melihat cupangan di daerah leher mia yang tampak kehitaman"ah.. maafkan aku kak. Apa itu sakit?" karina menunjuk leher kakak iparnya


"sedikit..."kata mia berbisik sambil menahan senyuman

__ADS_1


"aduh... pagi-pagi begini telingaku mendengar percakapan orang 21 tahun keatas... " kata ani


"An kamu hanya boleh mencobanya setelah menikah, bukan sekarang!" kata mia memperingatkan


"i know kak....".


" Mencoba apa setelah menikah?" kata karina


" Anak kecil pingin tau aja sih.... Mencoba untuk selalu beribadah kepada Alloh ta'ala" kata Mia sambil mencubit pipi karina


"Beribadah aja kok nunggu nikah, ambigu banget sih...."


.


.


.


Ani dan Karina keluar dari area parkir dengan tangan karina yang menggelayut di lengan sang kakak. Karina berceloteh mengatakan kalau dia ingin suami yang kayak bang lukman yang sedikit pemarah bukan seperti bang alif. Menurutnya bang alif itu terlalu sabar dan pengertian jadi kayak nggak ada tantangannya, kurang ada semangat gitu. Sedangkan Ani ingin suami yang seperti bang alif atau ayahnya.

__ADS_1


Mereka melihat tiga orang pemuda yang mencurigakan berjalan menuju pintu utama rumah sakit. Sepertinya mereka belum begitu sadar dari mabuknya. Terlihat dari matanya yang merah dan cara jalannya yang sedikit sempoyongan serta bau alkohol yang menyengat


__ADS_2