Dr. Ani And Family

Dr. Ani And Family
cemot


__ADS_3

"semalam, setelah aku selesai memeriksa kakek yang mengalami gangguan pernafasan itu, aku keluar menghirup udara segar di depan bangsal sambil duduk melihat langit dan tumbuhan yang ada di sekitar situ untuk mengusir rasa kantukku. Nenek itu kemudian mendatangiku dan duduk di sebelahku. Dia bertanya apakah aku sudah bersuami atau belum. Dia kemudian mengatakan kepadaku - kalau ada seseorang yang mencintaimu dengan tulus perlakukanlah dia dengan baik. aku adalah wanita keras kepala yang egois dan mau menang sendiri. kau tahu dokter, Dia adalah suami pertamaku. Akulah yang memintanya untuk menceraikanku karena keegoisanku. kemudian aku menikah lagi dengan suami keduaku kemudian bercerai lagi dan menikah lagi untuk yang ketiga dan aku bercerai lagi. sampai akhirnya aku menikah kembali dengannya. Aku baru menyadari hanya dia satu-satunya, orang yang mau menerimaku dengan segala kekuranganku dan mau bersabar atas segala prilaku burukku dan aku tidak mendapatinya pada suami kedua dan ketigaku.Suamiku itu pasti sangat menderita saat bersamaku tapi dia mau bersabar dan bertahan. Aku juga wanita mandul yang tidak bisa memberikannya keturunan tapi dia tetap berdiri di sampingku. dokter, aku bahkan tak sanggup mengatakan padanya kalau aku sangat mencintainya dan aku sangat berterima kasih atas semua kebaikannya. tolong katakan padanya dokter, aku minta maaf atas semua kesalahan yang kulakukan- nenek itu mengatakannya sambil mengusap matanya kemudian dia menepuk-nepuk tanganku dan beranjak pergi"


Ani menghela nafasnya, kemudian melihat zainal. ia ragu apakah kekasihnya itu mendengarkan ceritanya atau tidak. Zainal yang merasa sedang diperhatikan pun menoleh ke samping kirinya dan menatap mata dokter cantik itu.


" lalu.. ? apa kau diam saja karena terpaku dengan ceritanya di ?" tanya zainal sambil tersenyum


Ani membalas senyum zainal sambil memalingkan wajahnya dan menatap ke depan. Dadanya berdegup kencang, menyadari cowok yang duduk disampingnya itu ternyata mempunyai senyum yang sangat manis.


"iya, aku bingung, mengapa nenek yang baru mengenalku itu mengatakan hal seperti itu kepadaku. Apa mungkin dia sudah merasakan jika ajalnya sudah dekat?"


"Mungkin saja..."


"tapi kenapa aku yang diwasiatinya?"

__ADS_1


"Mungkin ia tidak ingin ada wanita lain yang menyesal sepertinya...."


Zainal kemudian duduk dengan menaruh satu kakinya diatas kursi taman itu dan kaki yang lainnya menggelayut ke tanah. Ia menyodorkan burger kepada Ani kemudian dia mengambil burger yang lain untuk dimakannya sendiri.


Mereka menikmati pagi yang cahayanya mulai menghangat sambil makan burger. Ani terlihat menikmati makanannya, saos dan mayonaisnya belepotan di kedua sudut bibirnya.


Zainal yang melihat itu menggigit bibir bawahnya. Ingin sekali Zainal membersihkannya dengan tisu, apalagi kalau sudah halal, akan kubersihkan dengam bibirku. Pikirannya sudah melalang buana ke mana-mana.


"di..."


"merem bentar!"


Dan ani menurut saja dengan langsung memejamkan matanya.Tapi Ani siaga, ia tidak mau kecolongan. Kalau zainal sampai berani menciumnya ia akan memutuskannya saat itu juga , begitu yang ada dalam pikirannya. Tapi ia memilih menutup matanya karena ia penasaran apa yang akan dilakukan Zainal dan Ani juga ingin tahu bagaimana sosok zainal yang sebenarnya.

__ADS_1


Zainal memandangi wajah itu sebentar kemudian ia mengambil tisu yang ada di kotak burger. Ia menjepit hidung kekasihnya itu dengan gemas,kemudian melepaskannya. - kenapa malah aku yang nggak bisa nahan diri malah ingin pegang dia terus. Gawat nih cewek..- hatinya berperang melawan nafsunya


Seketika Ani membuka matanya. Untung saja yang dipikirkannya tadi salah. ia jadi malu sendiri.


"Ada ingusnya," kata zainal sambil menaruh tisu itu kekotak burger yang sudah kosong.


wajah Ani langsung merah karena malu, Ia mengambil tisu yang dpegang zainal tadi kemudian melemparkannya ke arah zainal.


"jorok di...." kata zainal sambil mengambil tisu yang mengenai bajunya dengan ibu jari dan telunjuknya. mereka tersenyum sambil memalingkan mukanya ke arah lain.


.


Dari dalam rumah sakit ada dua orang yang sedang mengintai mereka dari balik kaca. Mereka sedang melihat zainal memberikan sapu tangannya pada Ani sambil menunjuk sudut kedua bibirnya.

__ADS_1


Karina mengerucutkan bibirnya


__ADS_2