Dr. Ani And Family

Dr. Ani And Family
patah sebelum berkembang


__ADS_3

Zainal sedang bercermin sambil menyisir rambutnya. Ia juga merapikan kumis dan jenggotnya yang baru dipotong agar terlihat lebih rapi. Zainal memasukkan salah satu tangannya ke dalam saku celananya sambil mengangkat dagunya , ia mencoba berpose seperti seorang foto model.


" Nggak jelek-jelek amat kok aku. Malah kelihatan macho". Hari ini memakai hem putih dan celana warna hitam yang membuatnya terlihat seperti pria dingin dan pekerja keras.


"Dimana kamu tulang rusukku..... Bagaimana lagi caraku untuk menemukanmu...?" Gumamnya sambil mematut dirinya di depan cermin.


Ia sudah janjian mau ketemu dengan Amelia untuk sarapan di sebuah kafe yang buka 24 jam. Melupakan masa lalu dan mencoba untuk menata masa depan. Harus move on karena orang yang sering berkelebatan dalam pikirannya bahkan sudah lama melupakannya.


Ia tak mau merasa bodoh sendirian.


"Kamu nggak sarapan?" Mamanya heran karena Zainal menengadahkan tangan meminta bersalaman kemudian mencium tangan mama dan papanya tanpa ikut duduk di meja makan.


"Sarapan di luar ma, udah janjian sama orang. Assalamualaikum....".


"klien?" Tanya papa Zainal pada istrinya

__ADS_1


"Nggak tahu,.. cewek barangkali. Mau cari yang gimana sih anak kamu itu pah?"


"Kirain mama yang melahirkan bisa tahu sebenarnya apa yang diinginkan anak kita itu..."


Sang istri melirik suaminya dengan mengerucutkan bibirnya karena merasa tersindir dengan ucapan sang suami. Ia tahu dan sadar selama ini dia tidak mencoba menyelami apa yang sebenarnya diinginkan oleh anaknya. Dia hanya berpikir tentang apa-apa menurut pandangannya sendiri.


.


.


.


Zainal merasa lega saat melihat Amel keluar dari sebuah mobil. Cantiknya fresh karena hari masih pagi dan make up nya hari ini nampak natural. Zainal tersenyum melihat cara jalan Amel yang terkesan cuek saat menuju ke mejanya padahal tatapan mata para pengunjung terlihat takjub. Ia seperti seorang model yang membuat semua orang terpana akan kehadirannya sehingga terpaku melihatnya.


I will changed. Good bye di.... batinnya menyambut Amel sambil berdiri.

__ADS_1


Amel mengajaknya bersalaman dan Zainal yang merasa tak enak hati karena dua kali bertemu dia selalu menolak bersalaman . Ia pun mengulurkan tangannya menerima jabatan tangan gadis cantik di depannya. Saat itulah dia melihat ada cincin di jari manis Amel. Hati Zainal pun mulai galau. Belum juga di mulai sudah bikin gusar.


Zainal langsung memesan roti bakar dan kopi kemudian Amel ikut memesan menu yang sama setelah melihat aneka menu yang tidak sesuai seleranya.


"Pak Zainal ingin membahas tentang apa?" Amel mendahului bertanya karena Zainal mulai ragu untuk meneruskan atau menghentikan projeknya untuk mencari tulang rusuknya yang masih bersembunyi entah dimana.


"Are you single?" Tanya Zainal to the point.


"Pak Zainal ingin mengenal saya lebih jauh?" Ia langsung menatap mata Zainal dengan menaruh dagunya diantara tangan yang ditautkan di atas meja. Rupanya Amel adalah tipe gadis yang tidak suka basa basi dan malu-malu. Wanita yang penuh percaya diri dan mandiri. Jujur apa adanya dan sepertinya lebih dominan.


Sebenarnya Zainal lebih suka tipe cewek yang agak pemalu dan sedikit ada manjanya tapi kalau memang jodohnya Amel ya dia pasrah saja. Semuanya bisa dibicarakan lagi setelah menikah, begitu pikirnya.


"Sebenarnya saya sudah bertunangan tapi saya masih belum yakin dengan calon saya jadi saya masih membuka peluang untuk pria yang ingin mendekati saya. Saya ingin menikah dengan orang yang benar-benar saya cintai. Menurut saya sebelum janur kuning melengkung itu sah-sah saja. Bagaimana menurut anda?"


Zainal langsung tersedak roti yang belum ia kunyah dengan benar. Untung saja ada air mineral didepannya.

__ADS_1


Baru kali ini dia mendengar seorang gadis yang berpikiran terlalu ekstrim seperti Amel. Kalau ini, sudah jauh berbeda visi dan misinya. Fix ini nggak bisa dilanjutkan. Perbedaan yang terlalu jauh dan tidak mungkin bisa disatukan. Yang ada nanti hanya percekcokan. Bagaimana seseorang yang sudah terikat pertunangan mau menjalin hubungan dengan orang lain dengan percaya diri seperti itu tanpa beban dan perasaan bersalah pada tunangannya.!


__ADS_2