Dr. Ani And Family

Dr. Ani And Family
mineral


__ADS_3

Zainal dan Ani kini berada di pesta pernikahan temannya yang diselenggarakan di hotel bintang lima. Mereka berdua menggunakan baju batik yang sederhana namun terlihat sangat menarik.


Begitu masuk ke dalam ruangan mereka langsung menjadi pusat perhatian karena hampir semua yang hadir mengenakan gaun dan setelan jas formal.


Orang-orang yang hadir disitu terlihat berasal dari kalangan berada dan bukan rahasia lagi jika di acara seperti ini akan menjadi tempat unjuk diri, memamerkan yang terbaik dari apa yang mereka punya.


Ani berpegangan pada Zainal dengan cara mencubit lengan bajunya karena ia merasa sedikit kikuk dengan atmosfer yang baru pertama kali dia rasakan. Ia termasuk orang yang jarang menghadiri pesta bila mendapatkan undangan dan seringkali hanya menitipkan amplop atau hadiah dengan ucapan selamat di dalamnya


Semua orang berbaur satu sama lain berkelompok-kelompok. Mereka berdiri dengan membawa gelas yang biasanya untuk anggur dan minuman sejenisnya. Memegang tangkai gelas yang panjang sambil menyesapnya sedikit demi sedikit merasakan minuman itu menghangatkan tenggorokan atau malah membuat perut mereka menjadi terbakar.


"kalau haus minum air mineral gelasan saja! Jangan mengambil puding, kalau mau makan deesert ambil buah saja!" Zainal berbisik memiringkan kepalanya pada gadis cantik di sampingnya.


Ani menganggukkan kepalanya mengetahui maksud baik kekasihnya agar ia tidak salah makan dengan yang haram yang bercampur dengan alkohol maupun daging-dagingan yang dilarang.

__ADS_1


Memang bukan alkohol yang diharamkan. Yang diharamkan adalah setiap sesuatu yang memabukkan adalah khamr dan setiap khamr itu haram hukumnya. Jadi seperti pil koplo, ganja dan sejenisnya itu juga haram mengkonsumsinya karena mereka memabukkan meskipun mereka tidak mengandung alkohol sama sekali.


Dan ada makanan yang halal dikonsumsi meski mereka mengandung alkohol. Seperti tape ketan, tape singkong, durian itu mengandung alkohol sekitar 7-14%


Musik yang mengalun syahdu diiringi dengan suara penyanyi yang merdu membuat suasana itu berbanding jauh dengan orang yang menggelar hajatan di kampung yang membunyikan musiknya dengan keras sehingga dentumannya memekakkan telinga dan menggetarkan kaca rumah.


Mereka berdua berjalan menuju ke tempat prasmanan untuk mengisi perut terlebih dulu baru bersalaman dengan kedua pengantin. Zainal mengenal kebanyakan dari orang-orang yang dilihatnya tapi ia tidak begitu akrab sehingga dia memilih untuk tidak berbasa-basi dan bercengkerama dengan mereka. Ajang pesta seperti ini biasanya digunakan untuk saling mengenal antara pebisnis yang satu dengan yang lainnya dan tentu saja dengan maksud untuk melebarkan sayapnya.


Setelah Zainal memilihkan makanan yang aman untuk Ani dan dirinya sendiri, mereka kemudian duduk di kursi paling belakang yang menempel pada dinding. Kebanyakan orang yang hadir disitu akan makan dan minum sambil berdiri kecuali beberapa saja diantara mereka yang duduk dan terlihat dari wajahnya kalau mereka sudah berumur. Hanya Sepasang kekasih itu saja yang masih terlihat muda tapi makan dan minum sambil duduk.


"Hei apa kabar jo?" Zainal menyalami temannya yang masih berdiri


"Gue baik... Nggak dikenalin nih Zein?" kata Jo sambil melirik Ani dengan menggunakan dagunya untuk menunjuk kekasih zainal

__ADS_1


Ani menganggukkan kepalanya sebagai isyarat perkenalan.


"Namanya Ani" kata Zainal


"saya Johan, panggil saja Jo!"


"Habis makan ditungguin teman-teman disana jangan langsung cabut!" kata Johan lagi sambil pergi meninggalkan keduanya.


"Ok!" jawab Zainal singkat


"Jangan kaget ya! " kata Zainal sambil berjalan ke arah teman-temannya setelah mereka menyelesaikan makannya.


Zainal menyalami teman-teman prianya dan menghindari bersalaman dengan teman-temannya yang wanita sambil memperkenalkan Ani dan memintanya untuk mewakili dirinya agar bersalaman dengan teman-temannya yang wanita.

__ADS_1


Salah satu teman prianya mengulurkan tangannya pada Ani sambil memperkenalkan diri. Ani melihat tangan pria yang masih menggantung itu kemudian melihat ke arah Zainal yang juga sedang melihatnya.


Zainal menepuk tangan temannya dan mengatakan pada Ani ,"namanya Burhan di"


__ADS_2