Dr. Ani And Family

Dr. Ani And Family
berubah


__ADS_3

Sesampainya di rumah bergaya Belanda itu, Zainal ikut masuk ke dalamnya. Karena saat berangkat tadi Ia meminta izin untuk membawa Ani ke pesta temannya maka ia pun merasa berkewajiban mengantarkan Ani sampai ke dalam rumah dan menyerahkannya kembali kepada kakaknya.


Malam itu hanya ada bang Alif dan istrinya di ruang tamu. Pemandangan romantis yang terlihat membuat kedua sejoli itu nampak salah tingkah. Bang Alif sedang menciumi pipi kak Mia yang sedang tiduran di pangkuannya. Sedangkan kak Mia tertawa kegelian karena mendapat kan ciuman bertubi-tubi dari suaminya


"Assalamualaikum...." Zainal mengucap salam untuk menghentikan kemesraan dua orang yang sedang dimabuk asmara itu.


"Waalaikumsalam warohmatulloh..."


Mia langsung duduk begitu mendengar ada orang lain disekitar mereka.


"Awww......"kepala Mia terantuk dagu suaminya cukup keras karena ia langsung duduk begitu mendengar seseorang mengucap salam.


Bang Alif menggigit bibirnya sambil memegang dagunya sebentar, ia tampak sedikit kesakitan tapi ia segera mendekati istrinya kemudian mengusap puncak kepala istrinya yang tertutup oleh kerudung kemudian menciuminya berkali-kali. Sang istri yang mendapatkan perlakuan romantis itu tersenyum memandang suaminya. Hilang sudah rasa sakitnya karena rasa bahagia yang menyeruak diantara mereka, Mia memeluk suaminya dan bersyukur dalam hatinya karena mendapatkan suami yang amat sangat baik dan romantis.


Tingkah keduanya malah membuat sepasang kekasih yang sedari tadi terdiam di depan pintu semakin membisu karena rasa iri ingin juga melakukan hal yang sama seperti adegan yang mereka lihat. Bercanda gurau dengan kekasih halalnya.


"ehm ehm....." Ani berdehem dengan keras karena kedua kakaknya itu seperti lupa kalau ada orang lain di ruang tamu, mereka seperti menikmati dunianya sendiri saja.

__ADS_1


"Masuk zein!" kata bang Alif santai seperti tak terjadi apa-apa sedang kak Mia mukanya sudah merah karena malu dan ia pun segera masuk ke dalam ruang tengah dan Ani mengikutinya di belakangnya.


" Gimana pestanya?" tanya bang Alif setelah Zainal sudah duduk di kursi yang menghadap ke Abang Alif.


"Ya.... begitulah bang. cowok cewek berbaur jadi satu. makan minum sambil berdiri yang disajikan juga nggak semuanya halal", kata Zainal.


"Zaman sekarang kalau kita tidak memegang prinsip kita, kita yang akan terseret arus. Kalau kita melihat semua orang makannya sambil berdiri dan kita merasa nggak enak hati pada sesama manusia dan mengesampingkan Alloh kemudian mengikuti mereka, lambat laun kita akan terbiasa dan menganggapnya lumrah kemudian kita yang akan mengikuti kebiasaan mereka yang lain lagi dan lagi."


Mereka melanjutkan percakapan mereka dengan topik-topik ringan sampai Ani menyuguhkan minuman dan beberapa camilan. Ani langsung masuk kembali ke ruang tengah tidak ikut menemani kedua orang pria yang sedang asyik berbincang itu tanpa mengucap sepatah katapun dan Zainal tak sadar akan hal itu.


"Bang gimana lanjutan ceritanya sayyidah Zainab waktu itu?"


"Ayolah bang, cerita! tadi kalau nggak ada acara aku pasti ikut mengaji sama abang" kata Zainal mencoba membujuk bang Alif .


Ia lebih penasaran pada kelanjutan cerita putri nabi sampai tak menyadari raut wajah kekasihnya yang sedikit berbeda dari biasanya sejak pulang dari pesta temannya tadi


"Kamu nggak buru-buru pulang?" tanya bang Alif

__ADS_1


"Nggak bang. Nggak ada yang nungguin juga."


"Aku yang sudah ditunggu sama istriku Zein..."


"Cih ... bang Alif lebay.. kan tiap hari ketemu masak baru ditinggal sebentar saja sudah rindu".


"Iya ada yang harus aku lakukan malam ini"


" Aku masih polos belum tahu apa-apa ya bang. Ngomongnya jangan vulgar-vulgar."


"Biilangnya polos tapi pikirannya yang tidak-tidak. Aku mau mijit istriku, kamu mikirnya apa hayo?"


Zainal tak menjawab perkataan bang Alif dia hanya memalingkan mukanya sambil mencibirkan bibirnya.


"Kapan-kapan aku ceritain sekarang sudah malam".


"Abang ngusir aku ya bang?"

__ADS_1


Lamat-lamat terdengar suara mobil berhenti kemudian terdengar suara pintu yang dibanting dengan keras.


Zainal dan bang Alif kaget mendengarnya


__ADS_2