
Di tempat duduk yang tak jauh dari kedua geng itu ada seorang pria bertubuh tambun yang makan terus menerus dengan sangat lahap.
Hal itu tak luput dari perhatian dari geng rumah sakit terutama Dokter Ibrahim dan Dokter Ani.
Semenjak mereka datang orang gendut itu terus makan tak berhenti-berhenti.
tiba-tiba saja ia jatuh kelantai dan membuat orang-orang panik. Ia terlihat kesusahan dalam bernafas. Mulutnya tidak bisa menutup seolah-olah mencari udara.
Manajer resto berlari mendekatinya dan berseru pada bawahannya untuk memanggil ambulance.
Dokter Ani dan Dokter ibrahim langsung menghentikan aktifitas makan mereka dan mendekat kearah itu. Mereka berdua berjalan bersampingan,saling berpandangan lalu keduanya mengangguk bersamaan.
"Permisi, kami adalah dokter dari Rumah sakit Seger waras. tolong bantu dia berdiri," kata Dokter Ibrahim pada sang manajer yang duduk memegangi lengan si gembul.
Manajer resto itu sedikit ragu tapi ia juga panik tak tahu apa yang harus dilakukan. ia hanya memandang dokter Ibrahim sambil tangannya menepuk-nepuk lengan orang yang terbaring dengan mata melebar.
"Hais...." Dokter ani mengikat rambutnya dengan karet yang selalu tersedia di sakunya.
__ADS_1
Dokter Ani meraih tangan kanan si gembul, bersamaan dengan itu Dokter ibrahim meraih lengan kirinya dan mereka berhasil mengangkatnya berdiri.
Dokter ibrahim menyangga pria itu, memeluknya dari belakang kemudian menekan tulang dada bagian bawah xiphoid process.
Dari mulut pria tambun itu meloncat keluar makanan yang masih utuh.
"uhuk uhuk.... hah ..hah ...hah..... terima kasih" ucapnya sambil terbatuk batuk dan terduduk.
"Mengunyahlah dengan baik" kata dokter Ani sambil menepuk -nepuk lembut punggungnya.
Tidak tahu siapa yang memulai tapi secara serempak mereka bertepuk tangan melihat keberhasilan mereka menolong seseorang.
Zainal yang sedari tadi hanya melihat dengan seksama juga merasa demikian. Mereka seakan memahami maksud satu sama lain hanya dengan saling menatap.
Hatinya pun retak lagi setelah tadi sempat meyakini kalau dia masih ada kesempatan. Selera makannya tiba-tiba hilang terbawa angin malam ke samudra yang dalam diantara bebatuan yang menghitam karena terlalu lama di dasar lautan....... wkkkk
.
__ADS_1
.
Keesokan paginya Zainal yang baru tiba di kantor langsung menuju ruang direktur. mengetuknya perlahan dan langsung masuk tanpa menunggu jawaban dari dalam.
Pak Dirman langsung berdiri ketika tahu yang datang adalah Zainal. menyambut kedatangannya dengan mepersilahkan zainal duduk.
"Apa ada yang harus saya kerjakan pak?" tanya pak Dirman masih dengan posisi berdiri
"silahkan duduk pak dirman!"
"iya terima kasih saya berdiri saja!"
"Ayolah pak!! biar enak ngomongnya"
Pak Dirman pun terpaksa menuruti perintah Zainal, duduk tak jauh darinya.
"pemeriksaan kesehatan karyawan itu dilakukan berapa bulan sekali pak?" Tanya Zainal to the point
__ADS_1
"Satu tahun sekali, setiap ulang tahun perusahaan ". Pak Dirman menjawab dengan sedikit mengernyitkan keningnya. kenapa tiba-tiba anak pemilik perusahaan ini perhatian dengan masalah kesehatan para karyawannya. Apakah ia sudah mulai melakukan tanggung jawabnya sebagai pewaris tunggal yang akan melanjutkan kepemimpinan ayahnya.
pak dirman menghela nafasnya. Tidak tahu apakah ia harus bahagia ataukah ia harus bersedih