
Sesampainya di masjid tempat tujuan mereka, seluruh rombongan langsung berlari karena melihat para jamaah sudah selesai solat berjamaah dan mereka berduyun-duyun keluar dari masjid. Para santri tadi menuju asrama masing-masing untuk menaruh barang bawaan mereka dan kembali lagi lagi ke masjid untuk solat jamaah kloter selanjutnya.
Ada dua kloter solat jamaah Maghrib disana karena kapasitas masjid yang tidak seberapa besar tidak bisa menampung seluruh jamaah sehingga dibuat dua kali solat jamaah maghrib. Biasanya kloter pertama isinya adalah para santri dan para ustadz. Sedangkan kloter kedua kebanyakan dari masyarakat setempat dan para pendatang. Ada yang datang sekedar ingin bertamasya ada pula yang ingin melihat secara langsung kegiatan para santri dibawah asuhan ustadz kesayangan, ustadz Salim a Fillah.
Ponpes masyarakat Merapi Merbabu dibangun oleh para anggota dewan masjid Jogokariyan setelah terjadi erupsi beberapa tahun yang lalu.
Metode pembelajarannya menggabungkan metode klasik dan modern. Tujuan utamanya adalah mempersiapkan para santri untuk menjadi para pendakwah di berbagai tempat baik di dalam dan luar negri.
__ADS_1
Disamping dibekali ilmu agama mereka juga diajari bahasa Inggris dan bahasa lain sesuai dengan tempat yang ditargetkan sebagai tempat dakwah. Para santri juga diterjunkan langsung untuk membantu masyarakat dalam kegiatan-kegiatan sosial dan mereka juga dibekali dengan pelatihan dagang juga bertani sebagai praktek ekonomi untuk menopang kehidupan mereka kelak ketika sudah berkecimpung dalam masyarakat.
Ani menuju tempat wudlu wanita dan mendapati jika ada bercak darah di cd nya. Ia mencoba mengingat waktu sucinya dan yakin jika masa haidnya belum waktunya datang. Ia segera keluar dan mengambil hape yang ada di dalam tasnya. Ia memeriksa catatan haid dan sucinya. Ternyata memang benar waktu sucinya masih empat belas hari. Itu artinya hari ini ia istihadloh dan besok baru dihukumi haid.
Ia mendatangi sekretariat pondok agar bisa segera mendapatkan kunci dan pulang ke tempat tinggalnya untuk solat di rumah. Petugas yang mengurus administrasi Ani waktu pertama kali ia datang ke tempat itu langsung mengenalinya dan segera memberikan kunci tempat tinggalnya.
Ani pun berjalan tergesa-gesa menuju tempat barunya karena takut waktu Maghrib akan segera habis. Tempatnya tak jauh dari area masjid hanya sedikit menjorok ke belakang sehingga sekilas tak akan terlihat dari arah depan masjid.
__ADS_1
Karena buru-buru Ani lupa menutup pintunya dan masuk begitu saja ke dalam rumah sekaligus tempat prakteknya. Untungnya ada pembalut di kamar mandi yang bisa ia pakai sementara. Cukup lama ia di kamar mandi kemudian bergega menyelesaikan solatnya.
Sejak solat tadi ia seperti mendengar suara seseorang yang bertasbih. Ia keluar dari kamarnya untuk memastikan itu hanya halusinasinya saja atau memang nyata.
"Astaghfirullahaladzim...,"pekikya
Ani kaget melihat ada seorang wanita yang duduk di ruangan depan. Wanita tua yang memakai mukena dan langsung tersenyum saat melihat Ani. Giginya berlubang dan memakai gigi palsu berwarna emas di salah satu giginya.
__ADS_1
Ruangan paling depan bangunan yang ditempatinya berfungsi untuk memeriksa pasien dan memberikan resep serta diagnosa pasien. Ada meja dan kursi untuk dokter dan dua tempat duduk untuk pasien. Disebelah baratnya ada ranjang tempatnya memeriksa pasien, timbangan bayi dan timbangan badan ada di samping kanan dan kiri ranjang pasien.
"maaf dokter.... tadi waktu saya pulang dari masjid, saya melihat dokter buru-buru masuk dan tidak menutup pintunya"