Dr. Ani And Family

Dr. Ani And Family
subuh


__ADS_3

Menjelang subuh tempat tinggal Laila sudah terlihat ada ruhnya. Lukman masuk ke kamar Laila dan membuka lemari , ia sedang mencari handuk dan baju ganti. Laila yang baru saja terlelap terbangun karena merasakan ada orang lain di dalam kamar nya. Ia pun menoleh dan mendapati Lukman sedang mengamati pakaiannya yang ada di lemari.


"cari apa ?" kata Layla dengan suara serak khas bangun tidur ia mengatakannya dengan mengumpulkan kesadarannya.


Lukman menoleh sebentar, ia melihat Laila sedang memicingkan matanya nya, "Handuk sama baju ganti. Aku lupa tidak minta Karina untuk membawakannya"


tumben ngomongnya lebih dari tiga kata, Laila mengumpulkan nyawanya untuk bangun dan mengambilkan handuk dan kaos pendek miliknya.


Ia mengangsurkannya pada Lukman dengan ragu, muat nggak ya? Ia menatap wajah suaminya itu sekilas wajahnya tidak seperti orang yang baru bangun tidur. Apa semalaman dia tidak tidur? Lukman melenggang begitu saja meninggalkan Laila yang masih ingin diajak berbicara.


dia menghembuskan nafasnya dengan kasar. Kalau sebelum menikah dia perlakukan seperti itu oleh Lukman ia merasa biasa saja tapi sekarang rasanya kesal memenuhi rongga dadanya. Seperti seorang istri yang tak dianggap keberadaannya.


Lukman keluar dari kamar mandi hanya dengan menggunakan handuk yang melilit dibagian bawah tubuhnya. Laila baru saja membuka pintu kamarnya dan melihat pemandangan yang membuatnya menelan ludah.


Lalu minta baju tadi untuk apa? Laila menatap Lukman dengan penuh pertanyaan tapi Lukman seolah tak melihat Laila. Pria itu berjalan ke dalam kamar istrinya dan mengambil pakaian dari tas ranselnya. Ia memakai kemeja dan sarung serta kopyah.


Laila terus memperhatikannya tanpa berkata-kata. Lukman menyadari hal itu tapi ia mencoba bersikap datar. Sebenarnya ia ingin sekali mengajak istrinya itu berbicara tapi lidahnya masih kelu.


"Don..... subuh Don....!" Lukman mengetuk pintu adik iparnya

__ADS_1


"ayo ke musolla!"


"iya bang....bentar...." suara Doni sangat serak pagi ini.


Lukman benar-benar mendiamkan istrinya yang masih berdiam disitu, di depan pintu kamarnya. Laila memperhatikan Lukman dengan seksama


benar-benar ya, atau jangan-jangan dia suka doni? Penyuka sesama jenis. Laila tiba-tiba punya pikiran jelek terhadap suaminya.


Iya benar, dia selalu menyentil kening Doni, kadang malah mengusap rambut di keningnya Doni dulu baru menyentil. Kalau dia tidak tertarik denganku lalu aku harus bagaimana, padahal aku sudah jadi istrinya?


"nggak nggak........ nggak itu nggak mungkin" Laila menggelengkan kepalanya berkali-kali mencoba tidak mempercayai pikiran buruknya.


"nggak papa, ati-ati kamu....!"


"maksudnya?" Doni berhenti bergerak kemudian menatap kakaknya dengan penasaran.


"eh nggak papa..." jawab laila bingung masak nuduh suami sendiri yang bukan-bukan


"apasih.... heran. Baru bangun juga. Kakak jangan tidur lagi habis ini, solat subuh!"

__ADS_1


"iya. bawel!" Laila dan Doni sejak kenal Lukman sudah sering solat meski kadang masih bolong-bolong.


Paginya Doni dan Laila sarapan nasi kotak sisa tadi malam sedangkan Lukman hanya minum kopi kemudian membersihkan dan mengutak atik motornya di halaman.


"wah kemanten baru sudah sibuk aja...."


"tadi malam nggak bisa tidur pasti"


Ibu-ibu tetangga itu menggoda Lukman tapi hanya ditanggapi dengan sedikit senyuman saja. Membuat mereka keder sendiri


Doni sudah berangkat ke sekolah dan tinggal Laila dan lukman didalam rumah. Lukman di ruang tamu menikmati kopinya sedang kan Laila sedang mencuci baju mereka.


setelah selesai mencuci dan mandi Laila memakai seragamnya kemudian berjalan ke ruang tamu. Ia melihat Lukman sedang duduk sambil menatap hapenya.


Lukman melirik sebentar kemudian berdiri dan memberikan helm pada Laila yang sudah siap untuk berangkat kerja.


Laila memperhatikan pria didepannya dengan tampilan yang berbeda dengan kesehariannya. Hari ini dia memakai kaosnya dan terlihat sangat ketat ditubuh Lukman yang kekar. Rambut yang biasanya terbungkus minyak kini berhamburan dan terlihat lebih manly. Ia bahkan terlihat lebih muda dari usianya.


Saat keduanya sudah duduk diatas motor Lukman menarik kedua tangan Laila agar memeluk perutnya

__ADS_1


__ADS_2