
bolak balik lihat istri arjunanya kak senja nggak up-up Sampek pegel aku. tak up date Dewe lah aku,
???????????-----------????????------------????????
Ani sedang dikamar ketika mendengar suara Zainal mengucap salam. Ia bingung harus memakai baju apa untuk bertemu kedua orang tuanya Zainal. Ia ingin tampak lebih muda dari Zainal sehingga tak terlihat kalau usianya lebih tua.
"waalaikumsalam warahmatullah". Ani menjawab salam Zainal tanpa buru-buru ke depan. Dari dalam kamarnya ia bisa mendengar ayahnya menjawab salam Zainal sambil menyuruhnya masuk.
Jam sudah menunjukkan angka sembilan kurang sepuluh menit. Dari tadi Ani merasa santai saja tak memikirkan harus mengenakan baju apa ketika ke rumah Zainal tapi sekarang ia baru sedikit panik.
Setelah mencoba beberapa baju dengan cara menempelkannya di tubuhnya sambil melihat kaca akhirnya ia memutuskan untuk memakai baju berwarna pink yang berenda di bagian dadanya dan seutas tali di bagian lehernya.
Ia menyapu wajahnya dengan sentuhan minimalis. Hanya menggunakan bedak, lipstik tipis dan celak mata.
tok tok tok
"Kak ditungguin bang Zainal....." Karina memanggilku.
"Iya bentar lagi....", Ani mematut diri di kaca untuk menyempurnakan penampilan.
ceklek
Karina yang masih memakai baju training masuk lalu duduk ditempat tidur sambil mengawasi Ani yang masih mematut diri didepan cermin. Ia memoleskan sedikit lipstik lagi setelah tadi sempat dihapusnya. Ia kemudian menempelkan tisu diantara bibirnya agar tampilannya tidak terlalu cetar.
__ADS_1
Dari kaca Ani bisa melihat Rina sedang mengusap bibirnya.
"Kenapa?" tanya Ani yang heran dengan pandangan mata adiknya.
"Tadi malam aku pakai lipstik dan gak bisa makan. Emangnya kakak nggak gitu ya kalau pakai lipstik?"
"Enggak biasa aja. Eh....hari ini dokter Baim nggak ngajak kencan?"
"Kencan.....? apaan tuh ..... sorry ya! Aku nggak ngerti yang kayak gitu gitu, masih kecil soalnya".
Rina beranjak pergi dari kamarku
"Iya kecil.... jari kelingkingnya". Ani menjawabnya sambil menyahut tas selempang kecil kesayangannya.
Di ruang tamu ia melihat Zainal dan ayahnya saling terdiam. Sudah ada minuman dan camilan diatas meja tetapi sepertinya belum disentuh oleh keduanya.
"Langsung berangkat?" Zainal langsung berdiri begitu melihat Ani . Tampak sekali ia ingin keluar dari situasi yang menurutnya lebih menegangkan daripada lihat moto GP.
"Minum dulu!" kata pak Dirman memberi perintah dan tak ingin dibantah. Bukankah sekarang dia sedang berada di daerah kekuasaannya. Jadi wajar jika pak Dirman bersikap sedikit jumawa.
Zainal pun duduk kembali dan langsung menghabiskan minuman di depannya dengan beberapa kali tegukan.
Ani yang duduk disamping ayahnya tersenyum melihat interaksi dua orang pria yang berbeda usia itu.
"Sudah" kata Zainal sambil melihat pak Dirman seperti memohon izin untuk diperbolehkan segera berangkat.
__ADS_1
"Hati-hati!" pak Dirman menyodorkan tangannya pada Ani yang disambut Ani dengan mencium tangan sang ayah sambil mengucap salam. Zainal pun mengikuti apa yang barusan di lakukan oleh Ani.
Ani naik ke dalam mobil Zainal yang berbeda dari biasanya. Kali ini model sedan. Ia yang tak mengerti mobil saja bisa merasakan perbedaannya dengan mobil milik kakaknya atau ayahnya yang mereknya seperti cewek cantik in nova.
Mobil Zainal kali ini lebih enak dan nyaman menurutnya. Zainal memakai mobil nyonya Mercedez yang terlihat angkuh tapi elegan. au ah bahasan apa icu.....
Ani yang sedari tadi pikirannya kemana-kemana baru sadar kembali setelah Zainal menepuk lengannya pelan.
"Sudah sampai..." Zainal melihat ketegangan di muka kekasihnya.
"Eh.... beneran? kok cepet?" Ani makin terlihat tegang.
"Penampilanku gimana Mas?" Ani melihat dirinya sendiri dari atas sampai bawah.
"Cantik seperti biasanya" Zainal mengamati penampilan Ani dari atas sampai bawah dan keduanya saling pandang kemudian melihat kaki Ani dan tergelaklah tawa Zainal.
"ahhahhhhhaaahahhhah...."
Ani tidak sadar jika dirinya memakai sendal jepit. Mukanya merengut melihat Zainal malah menertawakan kekonyolannya. Zainal yang mengerti tatapan Ani langsung menghentikan tawanya.
"Ehm... ya udah nggak papa kita masuk aja, yuk".
"Malu mas....", Kata Ani.
"Kan nanti di lepas juga. Masa mesti balik lagi ke rumah?"
__ADS_1
"Ayok aku temenin nyeker, mau nggak?"
"Nggak usah", kata Ani sambil keluar dari mobil