
"Jangan dengarkan dia bang! kakakku hanya sedang emosi. Aku tahu dia menyukaimu" Doni tetap memegang erat jemari kiri Lukman
"Apa maksudmu?!! kapan aku pernah bilang begitu???" Laila berteriak lagi. dari dalam kamarnya.
"Abang mau kan?" Doni seakan menulikan pendengarannya pada perkataan Laila ia hanya fokus pada lukman saja.
"jangan bikin malu Doni..,!!! Dia tidak mau menikah denganku kenapa kau memaksanya?!!
perdebatan itu masih saja terjadi antara ruang tamu yang sempit itu dengan kamar yang masih dikunci dari dalam.
"gadis bodoh ini...." Lukman menggeretakkan giginya sambil berjalan menuju kamar Laila yang pintunya masih tertutup.
"astaghfirullahaladzim...... "Ani beristighfar kemudian memejamkan matanya. Meski tahu emosi abangnya itu memuncak lagi dia tetap diam di tempat duduknya dan ingin melihat apa yang akan terjadi selanjutnya. Ia yakin abangnya tak akan berbuat kasar pada seorang wanita.
Ani tahu bahwa abangnya itu memang pemarah tapi tak pernah sampai kehilangan kendali seperti saat ini. Ani juga merasa jika abangnya dan laila saling tertarik satu sama lain tapi entah mengapa interaksi keduanya diluar nalarnya. Itu tidak seperti hubungannya dengan Zainal yang nampak tenang tanpa emosi yang meluap-luap
brak....brak.... brak....!!!! Lukman menggedor-gedor pintu kamar laila
"katakan siapa yang tidak mau......!!!!!" teriak lukman
bruak!!!!! ia menggedor pintunya lebih keras
__ADS_1
"kau....!!!!" teriak Laila dari dalam kamarnya
"kapan aku bilang begitu....???!!!
Lela!!!!! buka pintunya!!"
deg deg..deg deg...
Hati Laila berdebar-debar mendengar Lukman memanggil namanya. Baru kali ini Lukman menyebut namanya, Lela.... ia memanggilku Lela... Hatinya langsung berdebar-debar merasa senang. Mak nyess....seperti tersiram air. tangisnya pun sesaat berhenti. Ia mengusap air mata diwajahnya dengan kasar.
"gadis bodoh ini..... buka pintunya!! "
bruak!!!
ceklek
pintu kamar Laila terbuka dan nampaklah Laila dengan mata sembabnya.
"Ya aku gadis bodoh, miskin tidak berpendidikan, aku tahu itu. Karena itu kan kau tidak menyukaiku apalagi mau menikahiku?!?!" Laila juga ikut berteriak membalas perkataan Lukman yang mengatakan kalau dia bodoh.
Laila langsung menurunkan badannya ke bawah. Ndhodok. menutup matanya dengan kedua telapak tangannya diatas lutut nya. kemudian menangis dengan kencang seperti anak kecil yang sedang merajuk
__ADS_1
"whua..... aaaaa.....aaaaa....." tangisan Laila semakin menjadi-jadi. Ia jengkel dengan kata-kata Lukman yang berbelit-belit. Katakan saja mau atau tidak. suka atau tidak. kenapa juga aku seperti memaksanya untuk menikahiku. Bodohnya aku. Laila merutuki dirinya sendiri dalam hati dan itu membuatnya semakin tak bisa mngendalikan tangisannya.
"Hua....Hua...... aaaaaa.....aaaaa"
"gadis ini...... Doni panggil ketua RT kesini. bilang aku mau nikah malam ini juga.,!"
semua yang ada diruang tamu membelalakkan matanya sambil menelan ludah nya masing-masing. Ini gila....... tidak orang yang menikah dengan cara seperti ini...... batin mereka
"Tidak usah. Kenapa kau mau melakukannya?? kau sangat kasihan pada kami? Karena kami sangat menyedihkan? hwaaaa..... hwaaaaa.... aaaa....." Laila berbicara dengan berteriak-teriak meluapkan segala kesalnya. Ia sudah tidak perduli jika Lukman akan memarahinya.
Ia kemudian berdiri mengambil apa saja yang ada disekitarnya untuk dilemparkan pada Lukman. ia melamar bedak, tas , bantal. Laila mengambil guling dan hendak melemparkannya pada Lukman tapi sebelum ia melakukannya Lukman berjalan kearahnya. Matanya menatap tajam pada gadis yang sekarang nampak ketakutan. Laila semakin memundurkan badannya karena Lukman semakin mendekat kearahnya
Guling yang tadinya mau dilemparkan ke arah Lukman kini dipeluknya dengan erat. Ia menundukkan pandangannya tak berani melihat mata Lukman. Ia masih menangis tapi tak berani berteriak.
Lukman mengambil selimut diatas tempat tidur Laila kemudian menutupi kepala dan sebagian badan Laila dengan selimut tadi. Ia memeluk kepala laila
"Dengar gadis bodoh!! Aku melakukannya bukan karena kasihan kepadamu"
"la- lalu?"
"kau ingin aku mengatakan apa?"
__ADS_1