
"Yank.... dulu aku tidak pernah solat.....itu gimana?"
"Apa?"
"Harus solat lagi atau gimana?"
"Coba diulangi...!"
"Dulu aku tidak solat..."
"Kata yang sebelum itu.."
"Apa...?" Laila yang masih dalam pelukan Lukman mencoba mengingat kata-kata yang barusan ia ucapkan.
"Ulangi dari awal!"
"Yank..... dulu... aku...."
"Kamu panggil aku apa?"
Laila tersenyum baru mengerti arah tujuan pertanyaan suaminya.
"Sayang.... nggak suka ya? maunya dipanggil apa?"
"Sejak kapan sayang sama aku?" kata Lukman sambil meraih kepala istrinya dan menenggelamkannya dalam dadanya.
"Sejak..... waktu itu.."
"Kapan?"
__ADS_1
"Masa aku yang ngomong duluan..? Nggak mau ah..."
"I love you.."
"Apa ?" Laila mendongakkan kepalanya sehingga bisa melihat wajah Lukman,,"nggak dengar tadi.."
"I- love - you" Laila tersenyum sambil menenggelamkan kepalanya di dada suaminya yang berbulu halus diantara dada sampai perut ke bawah
"I love you too" ia menghirup keringat suaminya yang menurutnya lebih wangi daripada parfum apapun yang pernah ia hirup. Sedangkan Lukman juga mencium puncak kepalanya Laila.
"Aku gimana bayar hutang solatnya?" tanya Laila lagi
"Tiap habis solat fardlu terus solat lagi, niat mengqodlo solat. Misalnya solat dhuhur niatnya, usolli fardlodh dhuhri arba'a rokaatin mustaqbilal qiblati qodlo'an lillahi ta'ala. aku Niat meng qodlo solat dhuhur karena Allah taala. Jangan lupa istighfar dan taubat nasuha. Janji pada Alloh nggak akan ninggalin solat lagi" Laila manggut-manggut mendengarkan penjelasan Lukman sambil mengeratkan pelukannya pada punggung suaminya.
"Kenapa nggak pernah solat?" Tanya Lukman.
"Namanya orang hidup di dunia pasti diberi ujian hidup. Kalau sudah mati ya tidak diuji lagi. Tinggal menikmati hasilnya selama hidup di dunia"
"Uhs.... kalau ngomong itu kenapa selalu nylekit begitu sih..."Laila menjepit bibir Lukman dengan jari-jarinya.
Malam itu mereka bergadang membicarakan tentang banyak hal, tak perduli pagi menjelang.
"Besok aku akan mendaftarkan pernikahan kita di KUA. siapkan foto kopi KTP sama KK. Kita akan mengadakan resepsi sederhana di rumah ayah. Apa ada sesuatu yang kamu inginkan sayang?"
"Sayang ....? sejak kapan sayang padaku?" Laila bertanya balik pada suaminya.
"Kapan ya? mungkin sejak kamu solat di masjid swalayan..."
"Mas...."
__ADS_1
"Hem..." Lukman menyentuh hidung Laila dan menyusuri wajah cantik milik istrinya. dengan jari telunjuknya
"Aku pingin lamaran kayak orang-orang...."
"Maksudnya yang romantis gitu?"
"Bukan... itu.... keluarga mas kesini sama bawa hantaran kue-kue yang dihias... kayak gitu...."
"Ohh.... cuma kue kan? aku belum panen soalnya, lagi bokek"
"Iya.... aku akan mencoba menghubungi keluarga jauh ayah dan ibu, barangkali mereka bisa datang"
"Hem..."
Laila memutar-mutar telunjuknya di dada Lukman, membentuk pola-pola abstrak. Menulis namanya, nama suaminya, menulis i love you. Menyusuri garis wajah Lukman. Semuanya disentuhnya. Begitupun sebaliknya. Lukman memainkan rambut istrinya, menyentuh wajah dan bagian tubuh istrinya yang lain dengan jari dan terkadang dengan bibirnya membuat Laila kegelian dan berkali-kali memukul lengan suaminya.
"Nanti mandinya baca doa nawaitul ghusla lirof'il hadastil Akbari minal jinabati fardhol lillahi ta'ala kemudian niat dalam hati aku niat mandi untuk menghilangkan hadas besar jinabah karena Allah ta'ala sambil mengguyur badan dengan air. Semua bagian tubuh harus kena air termasuk yang disela-sela lipatan. Telinga, mata, ketiak, kuku, hidung ,rongga mulut, pusar, qubul maupun ***** juga harus terkena air jangan sampai ada yang terlewati. Faham nggak?"
"Iya nanti kalau aku tidak faham aku akan tanya sama mas saja"
"Ada Doni disini, kalau di rumah ayah besok ada kamar mandi di dalam kamarku" Katanya menjelaskan.
"Waaah....enaknya....." Hanya mendengarnya saja Laila merasa bahagia
.
.
Saat Laila mencari sprei di lemarinya ia menemukan bungkusan yang ternyata berisi uang. Dan menurutnya itu sangat banyak
__ADS_1