Dr. Ani And Family

Dr. Ani And Family
marah


__ADS_3

Dari dalam rumah keluarlah lelaki sangar yang menjadi ketua dari aksi pengeroyokan itu. Ia menodong Doni dengan senjata apinya dan mendorong Laila yang tangannya dibelenggu dibelakang tubuhnya.


Lelaki itu mendorong Doni dengan kakinya membuat Doni jatuh tertelungkup diatas tanah.


"Doni.....!" Laila berteriak melihat adiknya jatuh


"diam!" kata lelaki itu sambil menodongkan pistol nya pada Laila.


"Siapa kalian? berani-beraninya mencampuri urusan ku? Kalian tidak tahu siapa aku?" bentak lelaki preman itu


"kenapa kau membuat kekacauan disini!!!!!???" salak Lukman tak mau kalah dengan mata merah membara


"Doni punya hutang padaku dan dia tak bisa membayarnya. Didalam rumahnya juga tidak ada yang berharga jadi kakaknya ini yang akan membayar nya dengan bekerja padaku. Tidak lama hanya beberapa bulan saja. Lihatlah tubuhnya sangat menggoda ini....." lelaki itu mengendus-endus telinga dan leher Laila yang membuat gadis itu merinding ketakutan


sontak saja membuat Lukman semakin mendidih darahnya. Ia berlari secepat kilat kearah si ketua preman.

__ADS_1


siketua yang kaget dengan pergerakan Lukman langsung mengarahkan pistolnya ke arah Lukman yang sedang berlari ke arahnya


"jangan mendekat atau kutem......."belum selesai ia bicara Lukman sudah sampai di dekat nya dan menerjang mukanya


"Hya.......!!!" lelaki itu terpental jatuh membentur tembok sedangkan pistol nya terpelanting masuk ke dalam rumah kontrakan Laila.


Laila yang gemetaran jatuh terduduk di tanah. Ia menangis sambil menutup mukanya. Ani pun segera mendatangi Laila dan mencoba menenangkannya. Doni pun berusaha bangkit dan berdiri. Sedangkan Zainal , sedari tadi ia membawa tongkat bisbol milik para preman yang jatuh dan terus mengacung-ngacungkan tongkat itu pada para preman agar tak berani berbuat macam-macam meski hatinya merasa ketakutan.


. Lukman mendatangi lelaki itu kemudian menekuk satu kakinya dan kaki yang lainnya dipakai untuk menopang badannya. dengan membabi buta ia memukuli wajah pria itu


"Abang.... dia sudah tidak berkutik bang! kau mau membunuhnya?!!!"Ani berteriak sambil berkacak pinggang untuk menghentikan ulah abangnya


Nafas Lukman terengah-engah menahan amarahnya. ia baru tersadar jika sudah melewati batas, kemudian ia beristighfar dalam hatinya." katakan berapa hutang Doni!" bentaknya pada orang yang kesakitan dibawahnya


"du-a pu-luh lima ju- ta bang...."kata siketua dengan gagap karena kepalanya serasa mau lepas dari tempatnya, rahang dan bibirnya juga terasa perih sekali.

__ADS_1


Raut muka Lukman yang barusan sudah mendingan kini memerah lagi. Bagaimana tidak, 25 juta bukanlah uang sedikit baginya. iya harus bekerja membanting tulang memeras keringat sehingga tabungannya bisa mencapai angka segitu dan sekarang mau tak mau ia harus membayar nya agar Doni dan laila dibebaskan dari jeratan hutang. Doni...... ia menjerit kan nama itu dalam hatinya


"aku yang akan membayar nya besok. Temui aku di bakso melati di jalan pahlawan jam sepuluh pagi......!." Lukman sudah mengambil keputusan, "sekarang.... pergi dari sini.!" Lukman berbicara dengan suara keras sambil tangannya menunjuk ke arah jalan keluar membuat siketua dan anak buahnya bangkit berdiri dan tergopoh-gopoh menuju kendaraannya dengan jalan yang pincang dan saling berpegangan.


wereng wreng....wreng wreng......


bunyi motor para preman meninggalkan kampung itu memekakkan telinga siapa saja yang mendengarnya


Didalam jeep saat mobilnya hendak meninggalkan pekarangan itu siketua masih sempat-sempatnya memperingatkan, "awas kalau kau tidak datang!" katanya sambil memegang rahangnya yang berdarah


"kau tunggu saja!!!" kata Lukman dengan suaranya yang menggelegar sambil berkacak pinggang dan berjalan ke arah mobil itu. Si sopir pun segera menggeber kendaraannya karena tak mau jika badannya yang sudah remuk redam akan dibuat lebih hancur oleh si pria yang terlihat garang dan menakutkan di mata mereka. Kawanan pengacau itu tak tau saja jika sehari-harinya penampilan Lukman itu seperti pria culun.


Ani dan Doni yang mencoba menenangkan Laila masih tak berhasil membuat gadis itu berdiri. ia masih syok dengan apa yang baru saja terjadi.


Lukman berjalan ke arah mereka kemudian berdiri dihadapan Laila yang sedang berjongkok sambil menangis menutup matanya

__ADS_1


"ada apa denganmu??? cepat berdiri!!!!!"


__ADS_2