Dr. Ani And Family

Dr. Ani And Family
rentenir


__ADS_3

Lukman berjalan ke arah mereka kemudian berdiri dihadapan Laila yang sedang berjongkok sambil menangis menutup matanya


"ada apa denganmu??? cepat berdiri!!!!!" suara Lukman menggema di telinga Laila yang membuat gadis itu langsung berdiri. Hilang sudah rasa gemetar dan takut yang sejak tadi memenuhi dadanya. Rasanya ia ingin sekali memeluk pemuda didepannya itu karena entah kenapa meski Lukman kerap membentak dan memarahinya tapi ia merasa nyaman saat berada di dekatnya.


"pakai !!" Lukman melempar jaket kulit nya ke arah Laila yang langsung ditangkap gadis seksi itu kemudian dipakainya karena ia melihat salah satu kancing bajunya hampir lepas dan membuat buahnya mengintip dibalik bajunya.


Lukman kemudian berjalan masuk ke dalam rumah. Ia berkali-kali menghela nafasnya. Perasaan marah, gusar, takut bercampur dalam dada dan kepalanya. Ani dan yang lainnya mengekor pelan-pelan di belakangnya.


Lukman duduk di kursi ruang tamu, menyandarkan kepalanya pada sandaran kursi sambil memejamkan matanya.


"huf....... Ya Alloh..... " rintihnya pelan

__ADS_1


Ani dan Zainal duduk di kursi teras sedangkan Laila masuk ke dalam rumah dan Doni berdiri di ambang pintu. Ia menatap Lukman dengan perasaan campur aduk , ia tak berani mendekati pria yang kini sedang mencoba untuk meredakan amarahnya itu.


Lukman menundukkan kepalanya kemudian tangan kirinya memijat pelipisnya. keningnya berkerut sedang matanya dipejamkannya dengan paksa.


Laila datang membawa baskom berisi air dan washlap. Ia kemudian duduk didekat Lukman menghadap ke arah Utara. sedangkan Lukman duduknya menghadap ke timur posisi duduknya sudah seperti seorang kepala keluarga.


Laila mencelupkan washlapnya kedalam air kemudian memerasnya sedangkan Lukman belum menyadari kehadiran Laila di dekatnya karena pikirannya sedang melanglang buana. Ia kemudian memegang lengan Lukman dan mengusap darah yang mengalir di kulit Lukman yang tergores pisau.


" kenapa kau bodoh sekali? Mengapa kau diam saja saat diperlakukan dengan tidak senonoh seperti tadi? Apa kau senang diperlakukan seperti itu????" Amarah di dada Lukman meluap kembali sehingga membuatnya tak bisa mengontrol emosi


Semua yang mendengar perkataan Lukman kaget dan marah terutama orang yang menjadi terdakwa. Karena rasa marah yang memenuhi jiwanya tanpa rasa takut Laila melempar washlap yang dipegangnya ke muka Lukman kemudian berlalu masuk ke kamar dan menutup pintunya dengan keras hingga suaranya berdebum.

__ADS_1


Lukman memejamkan matanya saat kain yang masih basah itu menyabet wajahnya. Ia tidak marah karena ia sadar perkataannya pasti membuat gadis itu marah dan kesal.


Ani yang mendengar hal itu juga ikut geram. Bisa-bisanya abangnya itu marah besar seperti itu.


"kau keterlaluan bang!.... bisa-bisanya berkata seperti itu... Apa Abang tadi tidak lihat kak Lala menangis ketakutan?" Ani memarahi kakaknya yang sedang emosi


Ani menuju ke kamar Laila yang pintunya tertutup," kak Lala maafin Abang ya kak. Akan aku adukan pada bang Alif nanti biar dikasih pelajaran. Bisa-bisanya mulutnya berbisa seperti ular. ka....k..., " tok tok tok..... Ani mengetuk pintu kamar Laila tapi orang yang didalam sedang menangis dan tak menghiraukannya.


Mendengar perkataan Lukman kepada kakaknya sedikit pun Doni tidak merasa marah. Ia berjalan mendekati Lukman. Mengambil washlap yang jatuh kemudian mencelupkannya ke dalam baskom dan mengusap tangan kanan Lukman yang terluka.


"Maafkan aku bang!" kata Doni penuh penyesalan. Lukman membiarkan Doni mbersihkan darah di tangan kanannya. Lukman menatap tajam pada Doni meminta penjelasan atas perbuatannya.

__ADS_1


" Setahun yang lalu aku meminjam uang tujuh juta rupiah pada rentenir tadi bang.... untuk biaya rumah sakit dan biaya masuk sekolah juga untuk itu....membeli perlengkapan sekolah juga buat anak-anak, untuk makan mereka juga. Aku tidak tahu jika bunganya semakin lama semakin naik karena aku tak kunjung bisa membayarnya. Sampai membengkak menjadi 25juta bang...." Doni menceritakan masalah yang selama ini ia pendam sambil memegang lengan Lukman dan memijit nya pelan


__ADS_2