Dr. Ani And Family

Dr. Ani And Family
apel


__ADS_3

Ani membawa bakinya kembali ke dalam kemudian dia duduk di dekat Karina yang masih asyik menonton tv. ia malu mendengarkan pertanyaan Zainal pada abangnya


" kenapa tidak ke depan kak?" tanya Karina


" sepertinya mas Zein ke sini untuk ngapelin bang Alif sama bang Lukman " kata Ani mencari alasan


" hihihi...." mereka berdua asyik berbisik-bisik sedangkan Mia tidur-tiduran di sofa


" dah akur aja ya kak..." kata karina


.


.


"cih..'.Kau berkata begitu dengan tenang sekali. seperti sudah berpengalaman saja...?" kata Lukman mencibir Zainal


" aku serius ingin tahu hukumnya untuk masa depanku nanti. pikiranmu saja yang kotor bang...." Zainal menyanggahnya dengan santai


"hallah.... kau kira aku tak tahu bagaimana kau memandangi cewek-cewek seksi yang ada di toko mu? emh.... emh emh..... " Lukman menggeleng-gelengkan kepalanya sambil mencibirkan bibirnya


" dih... aku lihatnya biasa saja ya bang... nggak pakai bayangin yang aneh-aneh..."


" kalian berdua ini sama-sama belum tau apa-apa. makanya cepet nikah biar tahu rasanya. " bang Alif


"ehh...." Lukman dan Zainal heran bagaimana muangkin bang Alif yang alim ini ngomong vulgar macam itu


" Abang berpengalaman ya....? kukira Abang itu nggak mikirin kayak gitu-gitu....."


"Aku kan sudah punya istri, Ngapain mikirin, aku bisa langsung praktekin." kata bang Alif menyombongkan dirinya sambil tersenyum menggoda kepada dua pemuda yang masih bujangan itu.

__ADS_1


kedua bujangan itu hanya melengos mendengarkan bang Alif. kalah telak mereka


"Salah satu fungsi pernikahan adalah untuk itu.... untuk melepaskan ***** kita pada yang halal agar ketika kita tergoda di luar kita bisa pulang dan menyalurkannya pada istri kita. Bang Alif berhenti sejenak agar mereka bisa mencerna ucapannya


"pria yang baik itu bukannya yang tidak pernah tergoda diluar. pria yang baik adalah pria yang tahu saat dia tergoda harus kemana menyalurkannya"


" apa ketika menikah kita harus punya rasa cinta bang?" Lukman bertanya


" Aku tidak tahu bagaimana definisi cinta yang sesungguhnya. Cinta sejati itu harusnya hanya untuk sang pencipta, begitu kata para salafus Solih. Kalau kita yang orang awam ini ya paling tidak ada rasa tertarik saat akan menikah. Seperti di buku ayat-ayat cinta nya kang Abik. di situ diceritakan apabila seorang pria ragu dan kurang yakin saat akan ijab qobul karena adanya godaan lain maka ia boleh melihat wajah calon istrinya untuk memantapkan hatinya"


"satu-satunya perkara halal yang sejalan dengan ***** cuma menikah. kalau solat, zakat, sedekah, mengaji ***** nggak suka sama sekali. Makanya kita males- malesan melakukannya"


" Mas...." kak Mia berdiri di samping tirai. Ia sudah sangat mengantuk dan menunggu suaminya yang tak kunjung masuk.


ketiga pria itu menoleh kearahnya


"apa yank?"


" istriku sudah nggak sabar.." katanya pelan sambil beranjak dari duduknya dan itu membuat iri Zainal dan lukman, mereka jadi membayangkan yang bukan-bukan.


Zainal kemudian melangkahkan kakinya menuju sang istri sambil senyum-senyum. Wajah Mia langsung merona melihat senyum nakal suaminya. ia pun mencubit pinggang sang suami.


"aww sakit yank... lagi dong...!"


"iih lebay.." kata Mia sambil memukul lengan suaminya kemudian melingkarkan tangannya pada lengan suaminya.


" aku jomblo loh... " kata karina melihat keuwuan kakaknya. dan kedua orang yang disindir itu acuh tak acuh saja . mereka berjalan meninggalkan ruangan itu dan berjalan menuju kamar tidur


"ayo tidur sudah malam...!" kata bang Alif sambil menutup pintu kamarnya

__ADS_1


.


.


"bang aku mau pamit pulang..." kata Zainal


" ya hati-hati" jawab Lukman.


"maksudku, tolong panggilin Ani bentar bang!" Zainal menjelaskan maksudnya karena Lukman tak peka dengan bahasa tubuh nya yang sedari tadi menatap ke arah tirai


" dasar lu...." Lukman sewot tapi tetap beranjak untuk memanggil Ani.


.


.


" pulang dulu ya....." kata Zainal ketika Ani sudah berdiri di hadapannya


" hati-hati mas.,..,!"


"iya...." jawab Zainal


Mereka berjalan beriringan sesekali mencuri pandang tapi tak ada adegan mencoba berpegangan tangan atau mencuri ciuman. Nothing


Zainal mengendarai mobilnya sambil melempar senyum manisnya pada kekasih hatinya dan mendapatkan balasan yang sama.


"dah...."


"dadah " kata Ani sambil menggerakkan tangan nya.

__ADS_1


Zainal perlahan-lahan meninggalkan rumah itu. Meski Sebenarnya tujuan awalnya datang ke situ adalah untuk mengobrol dengan Ani tapi dia tadi malah asyik bercengkerama dengan kakak-kakaknya. Tapi ia merasa senang karena mereka sepertinya bisa menerima nya dengan terbuka.


__ADS_2