Dr. Ani And Family

Dr. Ani And Family
jus


__ADS_3

Laila kadang suka jengkel pada dirinya sendiri. Ia sudah mencoba berbagai cara agar bisa lebih dekat dengan manajernya itu tapi tak pernah berhasil.


Dari cara jual mahal seperti acuh tak acuh pada managernya itu ataupun dengan cara murahan dengan mencoba mencari perhatiannya sudah sering ia gunakan. Nyatanya Zainal tak bergeming.


Bukannya Laila tak laku, banyak yang menyukainya. Ia masih sangat muda. Usianya masih 19 tahun dengan body yang aduhai. Wajahnya memang tidak bisa dikatakan sangat cantik tetapi tidak bisa dibilang jelek juga. standar lah. Tapi dadanya berisi lebih besar dari standar cewek pada umumnya. seperti pepaya yang punya kualitas super duper. bagian belakangnya juga tak kalah menonjol. kakinya mulus dan seksi. Tinggi badannya proporsional. Bikin para cowok merem melek sambil menelan ludahnya dan membuat para cewek iri dengan body nya.


.


.


.


Zainal berjalan dengan langkah yang gontai karena terlalu capek setelah melihat data perusahaan ayahnya. Dia yang jarang sekali mengurusi masalah keuangan mendadak ingin melihat data-data yang berhubungan dengan angka-angka yang membuat Kepalanya pusing tujuh keliling.


Ia berniat pulang dan membicarakan masalah kesehatan karyawannya dengan ayahnya setelah sampai di rumah.


Ia menyusuri lantai dengan wajah yang dibuat sejutek mungkin.Menoleh ke kanan dan ke kiri mencari sesuatu yang bisa memerpabaiki moodnya.


Bibirnya tersenyum tipis ketika melihat kearah stand es juice. Ia ingin minum jus sirsak kesukaannya untuk mengairi tenggorokannya yang sudah kering.


Ia berjalan menuju ke arah stand yang diatasnya terdapat papan yang bertuliskan ICE U.

__ADS_1


Ia cukup kenal dengan pemilik tempat ICE U ini karena terlalu sering memesan jus sirsak kesukaannya.


Ia langsung duduk di bangku yang disediakan sambil mengacungkan telunjuknya.


Owner ICE U itu pun langsung mengerti dan mulai mengambil sirsak kemudian membuang biji-bijinya. Memasukkannya ke dalam blender dan menambahkan sedikit madu kemudian memblendernya.


Hanya sebentar saja kemudian pemuda itu menuangkan juz yang sudah siap ke dalam gelas saji dan menyerahkannya pada Zainal sambil menyelipkan sedotan kedalamnya.


Zainal menikmati jus sirsaknya sambil menarik napas panjang kemudian melepaskannya.


"Mas zein, tolong tungguin bentar ya! nggak tahan nih". kata pemuda itu sambil memegangi perutnya lalu ngibrit meninggalkan zainal.


"Maaf mas zayn" katanya sambil tertawa cekikikan mempecepat langkahnya.


"siyalan kau ton", ia mengibas-ngibaskan tangannya mencoba menghilangkan bau kentut toni yang sepertinya enggan hilang dari dalam stand.


Para pengunjung yang lewatpun mengibas-ngibaskan tangannya didepan muka mereka kemudian menutup hidung dan menoleh ke arah zainal.


"orang ganteng kentutnya juga bau y"


"du...h abis makan apa ya, yang kentut baunya sampek menusuk-nusuk begini"

__ADS_1


"ma, om itu kentutnya bau," kata seorang anak kecil.


"Awas kau ya ton!!" katanya geram sambil menyembunyikan wajahnya di balik etalase buah-buahan agar tak ada yang melihatnya.


.


"permisi!!" suara seorang gadis memanggil sambil melongokkan kepalanya mencari sang penjual.


Zainal pun menampakkan wajahnya ke arah suara itu.


Zainal terdiam selama beberapa detik, begitupun gadis yang berdiri di depan stand. Mereka saling memandang beberapa saat sampai seorang pria mendatangi mereka.


"An.....!" katanya sambil menepuk pundak gadis yang berdiri disampingnya.


"e...eh iya mas."katanya sambil menoleh ke arah cowok yang berdiri disampingnya.


"Itu bang, pesen jus alpukat 3 ya" kata sang gadis pada orang yang dikiranya penjual jus.


"iya, baik. silahkan duduk dulu!"


Zainal hampir saja menyapa gadis yang tak lain adalah dokter Ani, jika saja tak ada cowok itu.

__ADS_1


__ADS_2